Facebook Lebih Penting dari BAB dan Gosok Gigi di Pagi Hari



Facebook dan jaringan sosial di dunia maya ternyata lebih penting di pagi hari dibandingkan dengan buang air besar (BAB) dan gosok gigi! Hal ini berlaku terutama buat para perempuan muda.

Demikian hasil penelitian Oxygen Media terhadap 1.600 pengguna jaringan sosial maya di Amerika Serikat seperti dilansir, dari news.com.au, Minggu (11/7/2010).


Dari penelitian itu diketahui 1 dari 3 perempuan muda berusa 18-34 tahun mengecek Facebook-nya setelah bangun tidur di pagi hari sebelum pergi ke toilet. Penelitian ini juga mengungkapkan para perempuan muda itu juga makin keranjingan dan tergantung pada teknologi dan situs jaringan sosial.

Kemudian, 1 dari 5 perempuan bahkan mengaku mereka rela bangun tengah malam untuk merespon postingan di wall mereka, baik di Facebook atau di Twitter. 37 Persen bahkan tertidur dengan telepon selular di tangan mereka.

Penelitian itu juga menunjukkan bahwa 63 persen responden menggunakan Facebook untuk memperluas jaringan. Dari jumlah itu, hampir separuhnya tak keberatan untuk memposting foto-foto nyleneh mereka bahkan dalam keadaan mabuk.

79 Persen responden menyatakan tak ada masalah memasang foto mereka saat berciuman. 50 Persennya tidak masalah bila teman-teman Facebook mereka adalah orang asing. [detik]

http://www.mountoya.com/2010/07/facebook-lebih-penting-dari-bab-dan.html

Baca selengkapnya - Facebook Lebih Penting dari BAB dan Gosok Gigi di Pagi Hari

Facebook Pasang Fitur Perlindungan untuk Anak



Anak-anak dan remaja pengguna situs sosial Facebook kini bisa melaporkan secara langsung tindakan mencurigakan atau perlakuan tidak menyenangkan kepada otoritas berwenang.

Facebook baru saja meluncurkan aplikasi baru yang memungkinkan anak dan remaja melaporkan segala hal yang menurut mereka tidak wajar.

Seperti dikutip dari laman Telegraph, 13 Juli 2010, setelah sempat menolak, pihak Facebook akhirnya memenuhi permintaan dari Pusat Perlindungan dan Eksploitasi Anak Inggris (CEOP) untuk menambahkan tombol khusus (panic button) di semua laman profil pengguna berusia anak dan remaja.

Mantan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, dan mantan Menteri Dalam Negeri Alan Johnson mendesak agar disediakan tombol CEOP di setiap laman profil anak-anak.

Ibunda Ashleigh Hall, remaja putri korban pemerkosaan dan pembunuhan, juga gencar menyerang Facebook karena tidak melindungi anak-anak dari orang dewasa jahat yang memalsukan identitas sehingga memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan anak-anak.

Facebook kemudian merespons dengan menambahkan sebuah tautan ke CEOP pada aplikasi Safety Centre. CEOP mengecam Facebook karena tidak mengikuti langkah situs lain seperti Bebo dan MSN Chat dengan menambahkan panic button tersebut.

Jim Gamble, Kepala Eksekutif CEOP dan petugas kepolisian senior yang bertanggung jawab atas perlindungan anak-anak online, mengaku kesepakatan itu tercapai dalam waktu sangat lama.

Joanna Shields, Wakil Presiden Facebook untuk Eropa, Timur Tengah, dan Asia, mengatakan, “Tidak ada peluru perak yang bisa membuat internet lebih aman, tetapi dengan bekerja sama dengan CEOP, kami telah mengembangkan solusi komprehensif yang menggabungkan pengalaman teknologi kami dengan pengalaman CEOP dalam keamanan online.”

http://www.mountoya.com/2010/07/facebook-pasang-fitur-perlindungan.html

Baca selengkapnya - Facebook Pasang Fitur Perlindungan untuk Anak

Inilah Game di Facebook Yang Menarik 20 Juta Orang Dalam 24 Hari

frontiervillePecinta game anyar besutan Zynga, FrontierVille, makin hari makin melonjak. Hanya dalam 24 hari saja, pengguna permainan online ini melonjak hingga empat kali lipat, menjadi 20 juta orang.

Zynga tak kehabisan kreasi menciptakan game demi game. Pada 9 Juni lalu, Zynga meluncurkan FrontierVille yang bergaya Oregon trail. Game ini dilengkapi berbagai fitur mekanis di game FarmVille dan fitur lain. Fitur yang ditambahkan sini, seperti kemampuan mengontrol berbagai jenis avatar (dalam keluarga FrontierVille) dalam satu layar.

Beberapa hari setelah diluncurkan, pengguna game ini langsung mencapai lima juta pengguna. 'Namun dalam 24 hari langsung melonjak drastis,' menurut vendor game ini, seperti dikutip Mashable.

Saat mengumumkan pengguna game tersebut, Zynga juga meluncurkan beberapa statistik dalam game. Sejak dimulai, tak kurang dari 6,3 juta telah mengembangkan kabin, 2,3 juta orang telah menikah, 1,1 juta orang telah mempunyai anak dan tak kurang dari 252 juta ular telah dijinakkan di FrontierVille.

Meski game terdahulu, FarmVille sudah sangat sukses, Zynga harus membuat variasi. Zynga membuat kerjasama dengan Yahoo Mei lalu untuk membawa game tersebut ke portal. Yang terbaru, game Zynga juga akan muncul di Google yang disebut Google Game.

Zynga tak bisa cuma mengandalkan pendapatan dari FarmVille saja, karena trafik game makin hari makin merosot secara perlahan. Sehingga penyedia game ini menciptakan game lain seperti FrontierVille agar sukses dan menggantikan FarmVille.

http://www.mountoya.com/2010/07/inilah-game-di-facebook-yang-menarik-20.html
Baca selengkapnya - Inilah Game di Facebook Yang Menarik 20 Juta Orang Dalam 24 Hari

Film Tentang Facebook Beriklan di Twitter

Poster film The Social Network

Film tentang jejaring sosial Facebook besutan sutradara David Fincher, baru saja meluncurkan trailernya di situs resmi film tersebut.

Bertepatan dengan momen ini, Sony Pictures sebagai pembuat film, memasang iklannya di jejaring mikroblog Twitter. Pada laman depan situs Twitter, tweet promo film tersebut menyelip di antara streaming Top Tweets yang ada.


“You don’t get to 500 million friends without making a few enemies. Watch the trailer for The #SocialNetwork at http://500MillionFriends.com,” bunyi tweet promo tersebut.


Beriklan di Twitter, iklan film The Social Network justru tidak akan dapat dijumpai di jejaring sosial terbesar yang didirikan oleh Mark Elliot Zuckerberg itu.


Seperti dikutip dari situs AllThingsDigitall, hal ini tak lepas dari aturan layanan (terms of service) yang dibuat oleh Facebook. Pasalnya Facebook melarang iklan-iklan yang berkaitan dengan Facebook.


“Aturan beriklan di Facebook tidak membolehkan iklan yang berkaitan dengan perusahaan, kecuali Facebook ikut terlibat dalam kerjasama di obyek iklan tersebut,” ujar Steve Elzer, SVP of Media Relations, Sony (SNE) movie unit, Columbia TriStar Motion Picture Group, kepada AllThingsDigital. “Jadi, kami tidak akan beriklan di Facebook.”


The Social Network sendiri baru akan muncul Oktober mendatang di bioskop AS. Film ini didasari oleh buku karangan Ben Mezrich, berjudul “Accidental Billionaires:The Founding of Facebook, A Tale of Sex, Money, Genius, and Betrayal.”


Iklan The Social Network di Twitter


Film tersebut, juga menyertakan sisi kelam sejarah pendirian Facebook. Zuckerberg digambarkan sebagai sosok yang jenius, kaya raya, dipuja-puja bak nabi, sekligus pengkhianat dan nakal.


Zuckerberg sendiri mengaku tak suka dan khawatir dengan akan dirilisnya film itu. Sebab, film itu didasari oleh buku yang dinilainya tidak akurat.


http://www.mountoya.com/2010/07/film-tentang-facebook-beriklan-di.html

Baca selengkapnya - Film Tentang Facebook Beriklan di Twitter

Facebook Kini Hadir Dalam Bahasa Jawa

facebook kini hadir dalam bahasa jawa, berikut tampilannya

http://i26.tinypic.com/330btd4.png
http://i26.tinypic.com/330btd4.png
klik pada gambar untuk memperbesar

tentunya artikel ini dibuat untuk lucu-lucuan... :D

http://www.mountoya.com/2010/07/facebook-kini-hadir-dalam-bahasa-jawa.html
Baca selengkapnya - Facebook Kini Hadir Dalam Bahasa Jawa

Sekilas tentang Penyakit Herpes

Herpes adalah PMS atau penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus bernama Herpes Simplex Virus. Karena STD, Anda bisa mendapatkannya dengan memiliki hubungan seksual dengan orang yang sudah positif dengan penyakit ini. Setelah Anda mendapatkan terinfeksi virus, itu tetap berada di dalam tubuh Anda secara permanen. Anda dapat mentransfer virus herpes kepada orang lain ketika Anda melakukan hubungan seksual dengan dia ketika virus di dalam diri Anda aktif. Virus Herpes simpleks akan tetap berada di sel-sel saraf tertentu dalam tubuh Anda, dan akan memberikan dan gejala off untuk individu yang terinfeksi.
Virus herpes ditularkan melalui kontak langsung atau eksposur. Ini berarti bahwa infeksi herpes genital akan tinggal di daerah itu kecuali yang dikirimkan ke tempat lain melalui kontak kulit langsung ke kulit. Genital herpes tidak akan mewujudkan secara spontan pada bagian lain dari tubuh. Dengan ini, adalah bijaksana untuk menghindari area kontak langsung yang telah terinfeksi.
Ada dua jenis virus herpes simpleks dan mereka disebut HSV-1 dan HSV-2. HSV1 adalah penyebab umum dari herpes oral dan menginfeksi mulut dan bibir. Ketika itu adalah bibir yang terinfeksi, akan muncul luka yang disebut luka lepuh dingin atau demam. Tapi-HSV 1 juga dapat menyebabkan herpes genital dan menghasilkan luka di daerah genital. Tapi HSV-2 itu penyebab yang lebih umum untuk herpes genital. Jenis 2 adalah identik jika dilihat di bawah mikroskop.
Kebanyakan orang mendapatkan virus herpes melalui kontak langsung atau berhubungan seks dengan seseorang yang memiliki luka dingin. Jika luka terlihat, itu menandakan bahwa virus tersebut dalam keadaan aktif. Tapi ada saat bahwa seseorang dapat memiliki wabah herpes bahkan tanpa ada luka terlihat. Ini adalah kasus di mana orang-orang yang terinfeksi dengan melakukan hubungan seks dengan seseorang yang tidak tahu dia terinfeksi karena luka yang tidak hadir. Virus ini dapat ditransmisikan baik melalui anal, oral, atau vaginal seks. Herpes tidak dapat menyebar melalui udara sehingga udara tidak ditanggung. Hal ini membutuhkan kontak langsung untuk transmisi.

Sebagian besar orang tidak tahu bahwa mereka telah herpes. Itu baik karena mereka tidak mengetahui gejala atau tanpa gejala menunjukkan sama sekali. Tapi gejala jenis kelamin meliputi: sensasi terbakar atau gatal di dubur dan / atau area genital, rasa sakit di pantat, kaki, atau daerah kelamin; debit dari vagina; perasaan atau tekanan dalam perut, buang air kecil nyeri atau stres; bengkak kelenjar getah bening yang di selangkangan, dan demam. siklus Herpes dalam 2 tahap, tahap wabah dan diam. Hal ini dalam tahap diam bahwa tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Saat ini, tidak ada pengobatan untuk infeksi herpes. Kesehatan profesional hanya bisa mendiagnosa Anda infeksi tetapi tidak dapat menyembuhkan Anda dari itu. Mereka hanya bisa memberikan resep obat untuk membantu Anda menangani wabah. Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi dini mungkin akan menjadi alat terbaik untuk menghindari masalah ini. Rutin check-up di pusat pengujian STD dapat memberi Anda informasi yang diperlukan dan tes untuk menghindari masalah sama sekali
Add star
ShareShare with noteSend to
Baca selengkapnya - Sekilas tentang Penyakit Herpes

Lima Cara Untuk Gunakan Lembar kerja Dalam Proses Menetapkan Tujuan

Penetapan tujuan lembar kerja benar-benar dapat membantu Anda menetapkan tujuan yang lebih baik. Namun dengan begitu banyak versi lembar kerja yang berbeda di luar sana, mencari tahu mana yang akan digunakan - dan bagaimana menggunakannya - dapat cukup tantangan. Ternyata, tidak setiap worksheet yang tepat bagi setiap orang.
Jadi, bagaimana Anda memilih tujuan yang tepat pengaturan worksheet untuk Anda? Pertama-tama, akan membantu jika Anda tahu bagaimana Anda berencana untuk menggunakannya - karena setelah Anda tahu itu, Anda juga akan tahu mana yang paling cocok untuk Anda - dan bahkan bagaimana membuat sendiri. Jadi silakan baca terus untuk menemukan cara kunci untuk menggunakannya.
Anda akan menemukan bahwa mereka benar-benar lembar kerja sumber daya yang besar untuk setiap bagian dari proses penetapan tujuan, dari memikirkan nilai-nilai inti Anda untuk pemetaan tujuan Anda sepanjang jalan untuk menciptakan langkah-langkah tindakan individu. Jadi di sini adalah lima cara utama untuk menggunakan lembar kerja seperti saat Anda pergi melalui proses pengaturan tujuan:

1) Tentukan nilai-nilai inti Anda
Tuliskan nilai-nilai utama Anda, dan kemudian mengurangi mereka turun dengan mencoret yang yang agak dinegosiasikan - sampai Anda pergi dengan lima atas atau sehingga nilai-nilai yang Anda tidak bisa hidup tanpa. Kemudian agar mereka yang datang dari 1 sampai 5.

2) nilai-nilai Anda Sesuai dengan tujuan Anda
Temukan apa yang Anda inginkan dan kemudian memeriksa apakah tujuan tentatif Anda sejalan dengan nilai-nilai inti Anda. Kalau mereka tidak, coba tujuan lain atau mencari cara untuk membuat tujuan yang lebih baik sesuai dengan nilai-nilai inti Anda. Pastikan untuk jujur di sini. Jangan menipu diri sendiri.

3) Buatlah tujuan Anda menggoda
Tuliskan hal-hal yang Anda akan bisa menikmati ketika Anda telah mencapai tujuan Anda. Pikirkan tentang mereka dengan sangat rinci, dalam hal indera, satu per satu. Buatlah masing-masing mereka menjadi hidup. Rasa itu, mencium baunya, dan membayangkan apa yang akan jatuh untuk memiliki apa yang Anda bekerja menuju. Anda bahkan dapat menambahkan daftar untuk membuat kartu catatan pengingat bahwa Anda dapat membawa Anda ke manapun Anda pergi.

4) Potong tujuan Anda ke ukuran
Besar dan tujuan yang berani dapat memotivasi, tetapi mereka juga dapat sangat menakutkan. Jangan biarkan hal itu menghentikan Anda. Gunakan lembar kerja tujuan pengaturan untuk memotong tujuan besar Anda ke ukuran.
Apa artinya? Ini berarti bahwa Anda membuat langkah-langkah tindakan spesifik untuk masing-masing. Ingat bahwa kutipan Cina terkenal tentang jalan 1000 mil yang dimulai dengan langkah pertama? Itulah yang Anda harus berusaha untuk. Tuliskan langkah pertama untuk setiap tujuan Anda. Lalu satu sama lain. Lalu satu sama lain. sebanyak yang Anda bisa memikirkan Write - tetapi tidak stres jika Anda tidak dapat berpikir lebih dari yang pertama atau dua. Langkah ketiga akan menjadi jelas sekali Anda telah menyelesaikan langkah satu dan dua.

5) Jadwal langkah pertama Anda
Pada tujuan terakhir pengaturan worksheet Anda harus menjadwalkan langkah-langkah tindakan Anda. Bahkan, membuat daftar di mana Anda bisa menyeberang dari langkah-langkah yang telah diambil. Dan meskipun itu bukan lembar kerja, jangan abaikan kalender Anda. Apa pun yang Anda gunakan, PDA atau Minggu kuno-di-kalender-Sekilas - jadwal langkah-langkah Anda, dan Anda akan berada di jalan
Baca selengkapnya - Lima Cara Untuk Gunakan Lembar kerja Dalam Proses Menetapkan Tujuan

10 Aplikasi Facebook Untuk Para Pencinta Musik

Anda Pecinta musik Sejati? Apabila anda memang suka musik, anda wajib memiliki aplikasi-aplikasi musik di Facebook. Sambil bermain Bermain Musik anda bisa mendengarkan musik di Facebook.

Ada banyak aplikasi-apliaksi musik facebook .Mari kita simak aplikasi-aplikasinya

1. MixPod MixPod

Aplikasi ini terintegrasi dengan situs Mixpod. Untuk Mixpod, anda perlu mengunjungi situs Mixpod. Tapi pertama-tama aktfifkan dulu aplikasi Mixpod di Facebook.

2. Music Video Jukebox

Aplikasi ini memnudahkan anda untuk mengirimkan musik Youtobe atau last.fm ke profil akun anda. Mau coba?
3. Musik Challenge
Salah satu aplikasi Facebook yang wajib anda miliki. Penjelasannya agak rumit sih. Tapi silakan coba saja langsung ya. Kita ke TKP

4. Musik





Nama Aplikasinya cuma 'Musik'. Simple amat ya?? Gak tau lah, orang gitu aja kok nama aplikasinya. Dengan aplikasi ini anda dapat meng upload musik yang anda punya ke Ke hosting. Tapi cuma dibatasi dua musik aja. Tapi aplikasi ini patut anda coba.

5. Last.fm Profile
Last.FM Milik Facebook sendiri. Aplikasi ini cukup lebih baik dari pada aplikasi yang lain. Anda bisa cantumkan ke dalam profil anda.


6. My Band
Merupakan aplikasi resmi dari imeem yang bisa anda integrasika ke situs resmi Imeem ke akun facebook anda. Anda dapat menambahkan lagu, video ke aplikasi ini.

http://www.mountoya.com/2010/07/10-aplikasi-facebook-untuk-para.html

Baca selengkapnya - 10 Aplikasi Facebook Untuk Para Pencinta Musik

Tips Mendapatkan Jodoh Lewat Facebook, Jomblo Wajib Baca!

Facebookpun ternyata bisa dijadikan media untuk mendapatkan jodoh lebih cepat, lalu bagaimana caranya. Setelah berkenalan dengan orang baru yang potensial, biasanya hubungan akan berlanjut dengan menjadi teman di jejaring sosial seperti Facebook. Berdasarkan informasi di Facebook, Anda bisa mengetahui apakah si dia layak dijadikan calon pacar, atau sekadar teman biasa.

Mendapatkan  jodoh lewat Facebook, bakal lebih mudah?

Mendapatkan jodoh lewat Facebook, bakal lebih mudah?

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tampilan profil Facebook menarik hati si dia, seperti dimuat dalam Shine.

1. Kesan positif

Foto-foto saat sedang berolahraga, melakukan kegiatan sosial atau bepergiaan di tempat-tempat keren memberi kesan bahwa Anda adalah seorang yang menyenangkan dan menarik. Pilih foto saat Anda tidak hanya terlihat menarik tetapi saat sedang melakukan hal-hal berguna yang menunjukkan pribadi Anda.

2. Berhati-hati soal tulisan

Terlalu sering menulis kutipan cerita cinta sedih atau curhat mengenai status lajang dan kesendirian hanya membuat Anda terlihat sebagai seorang yang putus asa. Selain itu, terlalu sering menulis kabar terbaru Anda di Facebook membuat Anda tampak tidak memiliki kehidupan lain.

3. Sebuah foto bisa berbicara banyak

Menyimpan sebuah foto yang tidak menyenangkan atau terlihat konyol membuat dia beranggapan Anda seperti dalam foto-foto tersebut. Foto wajah yang kotor atau baju yang basah mungkin terlihat lucu. Tapi, ini bisa membuat mereka bertanya-tanya mengenai pribadi Anda.

4. Simpan beberapa misteri

Facebook tak harus menjadi buku harian pribadi Anda di mana Anda beritahu semua kegiatan, pikiran dan perasaan Anda tiap menit. Tidak perlu mengisi semua informasi dan jadilah sebagai ornag yang sedikit misterius. Dia akan penasaran dan mencari tahu mengenai Anda secara langsung.

5. Foto mesra bersama mantan

Hindari untuk menampilkan foto-foto mesra Anda bersama para mantan pacar. Mungkin beberapa foto saat liburan bisa Anda pajang, tapi jangan simpan semuanya di Facebook. Foto-foto berciuman mesra dengan masa lalu Anda bisa membuat pria menganggap Anda wanita murahan.

Jika merasa tidak yakin, gunakan pengaturan privasi agar pria yang sedang Anda incar tak dapat melihatnya. Semoga Jodoh Anda segera datang sesuai dengan harapan!

http://www.mountoya.com/2010/07/tips-mendapatkan-jodoh-lewat-facebook.html

Baca selengkapnya - Tips Mendapatkan Jodoh Lewat Facebook, Jomblo Wajib Baca!

PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT


PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT
LATAR BELAKANG
Permasalahan kesehatan yang dihadapi sampai saat ini cukup kompleks, karena upaya kesehatan belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 diketahui penyebab kematian di Indonesia untuk semua umur, telah terjadi pergeseran dari penyakit menular ke penyakit tidak menular, yaitu penyebab kematian pada untuk usia > 5 tahun, penyebab kematian yang terbanyak adalah stroke, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Hasil Riskesdas 2007 juga menggambarkan hubungan penyakit degeneratif seperti sindroma metabolik, stroke, hipertensi, obesitas dan penyakit jantung dengan status sosial ekonomi masyarakat (pendidikan, kemiskinan, dan lain-lain). Prevalensi gizi buruk yang berada di atas rata-rata nasional (5,4%) ditemukan pada 21 provinsi dan 216 kabupaten/kota. Sedangkan berdasarkan gabungan hasil pengukuran gizi buruk dan gizi kurang Riskesdas 2007 menunjukkan bahwa sebanyak 19 provinsi mempunyai prevalensi gizi buruk dan gizi kurang di atas prevalensi nasional sebesar 18,4%. Namun demikian, target rencana pembangunan jangka menengah untuk pencapaian program perbaikan gizi yang diproyeksikan sebesar 20%, dan target Millenium Development Goals sebesar 18,5% pada 2015, telah dapat dicapai pada 2007.1
Sehubungan dengan hal tersebut, perlu terus ditingkatkan upaya-upaya untuk memperluas jangkauan dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan mutu pelayanan yang baik, berkelanjutan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat terutama keluarga miskin rawan kesehatan/risiko tinggi. Upaya pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat melalui upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan. Salah satu upaya kesehatan pengembangan yang dilakukan oleh Puskesmas Harapan Raya adalah program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas). Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 128/Menkes/SK/II/Tahun 2004 tentang kebijakan dasar Puskesmas, upaya perawatan kesehatan masyarakat merupakan upaya program pengembangan yang kegiatannya terintegrasi dalam upaya kesehatan wajib maupun upaya kesehatan pengembangan.2,3
Perawatan kesehatan masyarakat (Perkesmas) merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh Puskesmas. Perkesmas dilakukan dengan penekanan pada upaya pelayanan kesehatan dasar. Pelaksanaan Perkesmas bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi, sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal. Untuk mengupayakan terbinanya kesehatan masyarakat, maka diharapkan 40 % keluarga rawan kesehatan memperoleh kunjungan rumah dan pembinaan kesehatan oleh tenaga kesehatan melalui kegiatan perkesmas.2
Sasaran perawatan kesehatan masyarakat adalah individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan akibat faktor ketidaktahuan, ketidakmauan maupun ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah kesehatannya. Prioritas sasaran adalah yang mempunyai masalah kesehatan terkait dengan masalah kesehatan prioritas daerah yaitu belum kontak dengan sarana pelayanan kesehatan atau sudah memanfaatkan tetapi memerlukan tindak lanjut. Fokus utama pada keluarga rawan kesehatan yaitu keluarga miskin yang rentan dan keluarga yang termasuk resiko tinggi.4 Keluarga yang tidak mendapat pelayanan perkesmas merupakan beban sosial dan ekonomi serta dapat berdampak buruk terhadap masyarakat lainnya. Pemerintah memiliki tanggung jawab melindungi kesehatan masyarakat dan memberikan akses ke pelayanan kesehatan terutama bagi keluarga yang memiliki hambatan untuk mencapai pusat-pusat pelayanan kesehatan. Penduduk rawan ini telah menjadi salah satu bagian sasaran program Perkesmas di Puskesmas.5
Berdasarkan penelitian Septino (2007) diketahui beberapa masalah Perkesmas yang dihadapi pada Puskesmas-Puskesmas di Indonesia antara lain laporan yang tidak sesuai dari Puskesmas, Puskesmas yang tidak membuat rencana tahunan dan jumlah sasaran tidak dilakukan pendataan. Tentang masalah dana, Dinas Kesehatan memberikan dana secara block grand ke Puskesmas berdasarkan usulan kegiatan yang mereka buat. Selanjutnya, tentang sarana dan prasarana seperti Public Health Nursing (PHN) kit, obat, buku pedoman dan formulir laporan sudah tersedia, tetapi pencapaiannya masih rendah.4
Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan program Perkesmas dan upaya peningkatan kinerja Perkesmas yang dilaksanakan di Puskesmas Mantrijeron kota Yogyakarta didapatkan bahwa (1) 18,2% petugas memiliki kemampuan kurang, (2) 27,3 % petugas memiliki motivasi kurang, (3) tidak ada petugas yang tidak patuh, (4) 27,3 % petugas tidak melakukan perencanaan dengan baik, (5) 36,4 % petugas kurang baik dalam penggerakan pelaksanaan Perkesmas, (6) 18,2 % petugas kurang baik dalam pengawasan, pengendalian dan penilaian Perkesmas.6

2.1 Definisi Perkesmas

Perawatan kesehatan masyarakat (Perkesmas) adalah perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta aktif masyarakat mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyuluh dan terpadu, ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk ikut meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal, sehingga mandiri dalam upaya kesehatannya masyarakat.6
Menurut WHO Perkesmas merupakan lapangan perawatan khusus yang merupakan gabungan ketrampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial, sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guna meningkatkan kesehatan, penyempurnaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik, rehabilitasi, pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar, ditujukan kepada individu, keluarga, yang mempunyai masalah dimana hal itu mempengaruhi masyrakat secara keseluruhan.7
2.2 Tujuan Perkesmas
Dalam pelaksanaan kegiatan Perkesmas tujuan yang diharapkan adalah meningkatnya kemandirian individu, keluarga, kelompok/masyarakat (rawan kesehatan) untuk mengatasi masalah kesehatan/keperawatannya sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal.6

2.3 Dasar Hukum Perkesmas
Adapun dasar hukum pelaksanaan Perkesmas yaitu:6
1. UU no 23 th 1992 tentang kesehatan
2. UU no 32/2004 tentang pemerintahan daerah
3. Kepmenkes no 1575 /menkes/sk/xi/2005 tentang organisasi dan tata kerja Departemen Kesehatan Republik Indonesia
4. Kepmenkes no 1239/2001 tentang registrasi dan praktik perawat
5. Kepmenkes no 1457/menkes/sk/ x/ 2003 tentang standar pelayanan minimal bidang kesehatan di kabupaten/kota
6. Kepmenkes no 128/menkes/sk/ii/2004 tentang kebijakan dasar pusat kesehatan masyarakat
7. Kepmenkes 836/2005 tentang pengembangan manajemen kinerja perawatan/bidan
8. Kepmenkes no 279/2006 tentang pedoman upaya penyelenggaraan Perkesmas di Puskesmas

2.4 Sasaran Perkesmas
Adapun yang menjadi sasaran program Perkesmas ini adalah seluruh masyarakat yang dapat terbagi menjadi:1,6
1. Individu khususnya individu risiko tinggi (risti): menderita penyakit, balita, lanjut usia (lansia), masalah mental/jiwa.
2. Keluarga khususnya ibu hamil (bumil), lansia, menderita penyakit, masalah mental/jiwa.
3. Kelompok/masyarakat berisiko tinggi, termasuk daerah kumuh, terisolasi, konflik, tidak terjangkau pelayanan kesehatan.
Fokus sasaran Perkesmas adalah keluarga rawan kesehatan dengan prioritasnya adalah keluarga rentan terhadap masalah kesehatan (Gakin), keluarga risiko tinggi (anggota keluarga bumil, balita, lansia, menderita penyakit).

2.5 Bentuk Kegiatan Perkesmas
Adapun bentuk kegiatan Perkesmas antara lain:6
1. Asuhan keperawatan pasien (prioritas) kontak Puskesmas yang berada di poliklinik Puskesmas, Puskesmas pembantu (pustu), Puskesmas keliling (pusling), posyandu, pos kes desa.
a. Pengkajian keperawatan pasien sebagai deteksi dini (sasaran prioritas)
b. Penyuluhan kesehatan
c. Tindakan Keperawatan (direct care)
d. Konseling keperawatan
e. Pengobatan (sesuai kewenangan)
f. Rujukan pasien/masalah kesehatan
g. Dokumentasi keperawatan
2. Kunjugan rumah oleh perawat (home visit/home care) terencana, bertujuan untuk pembinaan keluarga rawan kesehatan.
Home visit adalah suatu bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif bertujuan memandirikan pasien dan keluarganya, pelayanan kesehatan diberikan di tempat tinggal pasien dengan melibatkan pasien dan keluarganya sebagai subyek yang ikut berpartisipasi merencanakan kegiatan pelayanan, pelayanan dikelola oleh suatu unit/sarana/institusi baik aspek administrasi maupun aspek pelayanan dengan mengkoordinir berbagai kategori tenaga profesional dibantu tenaga non profesional, di bidang kesehatan maupun non kesehatan.7
Ruang Lingkup home visit yaitu memberi asuhan keperawatan secara komprehensif, melakukan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarganya, mengembangkan pemberdayaan pasien dan keluarga.7
Mekanisme pelayanan home visit:7
a. Proses penerimaan kasus.
- Home visit menerima pasien dari tiap poliklinik di Puskesmas
- Koordinator program Perkesmas menunjuk perawat pelaksana Perkesmas untuk mengelola kasus
- Perawat pelaksana Perkesmas membuat surat perjanjian dan proses pengelolaan kasus
b. Proses pelayanan home visit:
- Persiapan terdiri dari memastikan identitas pasien, bawa denah/petunjuk tempat tinggal pasien, lengkap kartu identitas unit tempat kerja, memastikan perlengkapan pasien untuk di rumah, menyiapkan file asuhan keperawatan, menyiapkan alat bantu media untuk pendidikan
- Pelaksanaan terdiri dari perkenalan diri dan jelaskan tujuan, observasi lingkungan yang berkaitan dengan keamanan perawat, lengkapi data hasil pengkajian dasar pasien, membuat rencana pelayanan, lakukan perawatan langsung, diskusikan kebutuhan rujukan, kolaborasi, konsultasi dll, diskusikan rencana kunjungan selanjutnya dan aktifitas yang akan dilakukan, dokumentasikan kegiatan.
- Monitoring dan evaluasi antara lain keakuratan dan kelengkapan pengkajian awal, kesesuaian perencanaan dan ketepatan tindakan, efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tindakan oleh pelaksana.
- Proses penghentian pelayanan home visit, dengan kriteria : tercapai sesuai tujuan, kondisi pasien stabil, program rehabilitasi tercapai secara maksimal, keluarga sudah mampu melakukan perawatan pasien, pasien di rujuk, pasien menolak pelayanan lanjutan, pasien meninggal dunia.
- Pembiayaan home visit terdiri dari
a. Prinsip penentuan tarip antara lain pemerintah/masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara kesehatan, disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan keadaan sosial ekonomi, mempertimbangkan masyarakat bepenghasilan rendah/asas gotong royong, pembayaran dengan asuransi ditetapkan atas dasar saling membantu, mencakup seluruh unsur pelayanan secara proporsional
b. Jenis pelayanan yang kena tarip antara lain jasa pelayanan tenaga kesehatan, imbalan atas pemakaian sarana kesehatan yang digunakan langsung oleh pasien, dana transportasi untuk kunjungan pasien
3. Kunjungan perawat ke kelompok prioritas terencana (posyandu usila, posyandu balita, panti asuhan dan lain-lain)
a. Pengkajian keperawatan individu di kelompok
b. Pendidikan/penyuluhan kesehatan di kelompok
c. Pengobatan (sesuai kewenangan)
d. Rujukan pasien/masalah kesehatan
e. Dokumentasi keperawatan
4. Asuhan keperawatan pasien di ruang rawat inap Puskesmas
a. Pengkajian keperawatan individu
b. Tindakan keperawatan langsung (direct care) dan tidak langsung (lingkungan)
c. Pendidikan/penyuluhan kesehatan
d. Pencegahan infeksi di ruangan
e. Pengobatan (sesuai kewenangan)
f. Penanggulangan kasus gawat darurat
g. Rujukan pasien/masalah kesehatan
h. Dokumentasi keperawatan
i.
2.6 Pelaksana Kegiatan Perkesmas
Perawat koordinator Perkesmas di Puskesmas harus mempunyai kualifikasi yaitu minimal D3 Keperawatan dan pernah mengikuti pelatihan/sertifikasi Perkesmas serta memiliki pengalaman kerja di Puskesmas yang mempunyai tugas sebagai berikut:6,8
a. Pertemuan dengan perawat pelaksana Perkesmas/penanggung jawab daerah binaan (darbin) untuk mengidentifikasi masalah prioritas dengan data epidemiologi, merencanakan kegiatan Perkesmas, memfasilitasi pembahasan masalah dalam Refleksi Diskusi Kasus (RDK), membahas masalah keuangan.
b. Kunjungan lapangan untuk melakukan bimbingan pada perawat pelaksana
c. Penyusunan laporan yang disusun berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Perkesmas yang merupakan bahan pertanggung jawaban kepada Kepala Puskesmas



Sertifikasi bagi perawat Perkesmas yaitu:
a. Pelatihan Perkesmas
b. Pelatihan Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (PMKK) untuk perawat koordinator
c. Pelatihan gadar (basic)
d. Pelatihan HIV/AIDS
e. Pelatihan Keperawatan Kesehatan jiwa Masyarakat (basic)
f. Pelatihan-pelatihan lainnya (program ISPA, PHBS, gizi, flu burung,dll)

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Perkesmas di wilayah kerja Puskesmas6

2.7 Indikator keberhasilan Perkesmas
Indikator keberhasilan kinerja Perkesmas terdiri dari:6
a. Indikator kinerja klinik
Ada 4 indikator dalam menilai keberhasilan kinerja klinik Perkesmas yaitu:
1. Indikator input
- Persentasi perawat koordinator (D3 Keperawatan)
- Persentasi perawat terlatih keperawatan kesehatan komunitas
- Persentasi Penanggung jawab daerah binaan/desa punya PHN kit
- Persentasi Puskesmas memiliki pedoman/standar
- Tersedia dana operasional untuk pembinaan
- Tersedia standar/pedoman/SOP pelaksanaan kegiatan
- Tersedia dukungan administrasi (buku register, family folder, formulir laporan, dll)
2. Indikator proses
- Persentasi keluarga rawan mempunyai family folder
- Maping (peta) sasaran Perkemas
- Rencana kegiatan Perkesmas (POA)
- Bukti Pembagian tugas perawat
- Ada kegiatan koordinasi dengan petugas kesehatan lain
- Catatan keperawatan
- Kegiatan Refleksi Diskusi Kasus
- Hasil pemantauan dan evaluasi
3. Indikator output (key indicator)
- Persentasi keluarga rawan dibina
- Persentasi keluarga selesai dibina
- Persentasi penderita (prioritas SPM) dilakukan tindak lanjut keperawatan (follow up care)
- Persentasi kelompok dibina
- Persentasi daerah binaan di suatu wilayah
4. Indikator hasil (Outcome) yang ingin dicapai adalah terbentuknya keluarga mandiri dalam memenuhi kesehatannya/mengatasi masalah kesehatannya yang terdiri dari 4 tingkatan keluarga mandiri (KM), masing-masingnya mempunyai kriteria-kriteria sebagai berikut:



Tabel 2.1 Kriteria Keluarga Mandiri
Perilaku KM 1 KM II KM III KM IV

No
Perilaku
KM 1
KM 2
KM3
KM 4
1
Menerima petugas Puskesmas + + + +

+
+
+
+
2
Menerima yankes sesuai rencana + + + +

+
+
+
+
3
Menyatakan masalah secara benar + + +

+
+
+

4
Memanfaatkan sarana kesehatan sesuai anjuran + + +

+
+
+

5
Melaksanakan perawatan sederhana sesuai anjuran + + +

+
+
+

6
Melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif + +

+
+


7
Melaksanakan tindakan promotif secara aktif +
+





b. Indikator kinerja fungsional
Indikator kinerja fungsional yaitu indikator kinerja perawat Puskesmas untuk mengukur pencapaian angka kredit jabatan fungsionalnya yaitu jumlah angka kredit yang dicapai sama dengan jumlah kegiatan perawat dalam mencapai indikator klinik (output) nya.

2.8 Pemantauan dan Penilaian Perkesmas
Pemantauan dilaksanakan secara periodik setiap bulan oleh kepala Puskesmas dan Perawat koordinator Perkesmas. Hasil pemantauan terhadap pencapaian indikator kinerja menjadi masukan untuk perbaikan dan peningkatan kinerja perawat berikutnya, peningkatan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan. Sedangkan penilaian dilaksanakan minimal setiap akhir tahun dan hasilnya digunakan untuk masukan dalam penyusunan perencanaan kegiatan Perkesmas pada tahun berikutnya. Untuk memudahkan pemantauan dan penilaian kinerja Perkesmas maka dilakukan penyajian hasil dengan menggunakan tabel, grafik balok/garis atau grafik Pemantauan Wilayah Setempat (PWS). Penilaian dilakukan setahun sekali meliputi semua aspek baik input, output, outcome sebagai masukan penyusunan rencana kegiatan Perkesmas tahun berikutnya. Untuk memudahkan pemantauan dan penilaian kinerja Perkesmas maka dilakukan penyajian hasil dengan menggunakan tabel, grafik balok/garis atau grafik Pemantauan Wilayah Setempat (PWS). Penilaian dilakukan setahun sekali meliputi semua aspek baik input, output, outcome sebagai masukan penyusunan rencana kegiatan Perkesmas tahun berikutnya.
A. Identifikasi Masalah.
Menurunya derajat kesehatan masyarakat dalam rangka kegiatan Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas} diakibatkan oleh meningkatnya angka kesakitan pada keluarga sasaran khususnya keluarga rawan, keluarga yang rentan terhadap masalah kesehatan. Hal ini disebabkan karena adanya beberapa faktor, antara lain :
1. Meningkatnya suatu penyakit di masyarakat.
2. Kurangnya kegiatan Perawatan Kesehatan Masyarakat oleh petugas.
3. Kurang akuratnya data yang tersedia
4. Lingkungan yang tidak sehat dan bersih.
Selanjutnya dapat diidentifikasi masalah yang berhubungan langsung dengan masalah utama tersebut di atas adalah kurangnya kegiatan Perawatan Kesehatan Masyarakat oleh petugas yang disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :
1. Kurangnya kerjasama lintas program terkait.
2. Kurangnya sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
3. Kurangnya kemampuan/keterampilan petugas (bidan dan pada perawat)
4. Kurangnya motivasi petugas.
B. Sasaran.
Dengan adanya identifikasi masalah diatas, maka penulis dapat mengemukakan sasaran yang ingin dicapai dalam rangka menuju pemecahan masalah . Adapun sasaran yang dimaksud adalah seperti di bawah ini.
Terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dalam rangka kegiatan Perkesmas diakibatkan dari tercapainya penurunan angka kesakitan pada keluarga rawan yang rentan terhadap masalah kesehatan. Penurunan angka kesakitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :
1. Tertanggulanginya suatu penyakit di masyarakat
2. Terwujudnya peningkayan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat oleh petugas (bidan dan perawat).
3. Tersedianya keakuratan data.
4. Terwujudnya lingkungan yang sehat dan bersih
Sedangkan yang menyebabkan terwujudnya peningkatan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat oleh petugas adalah :
1. Terwujudnya peningkatan kerjasama lintas program terkait.
Dengan sudah dilaksanakannya pelatihan petugas perawatan kesehatan masyarakat. Petugas dari perogram terkait sudah memahami dan mengerti tentang pelaksanaan dari Program Puskesmas. Bahwa program Puskesmas sangat mendukung untuk program puskesmas lainnya tertutama dalam pencapaian cakupan program Kesehatan Ibu dan Anak dan program Pemberantasan Penyakit menular temasuk Imunisasi.Program KIA dan Imunsasi adalah program primadona. Untuk program KIA dalam hal pencapaian cakupan K.1 dan K.4, sedangkan untuk pelayanan program Imunisasi petugas Puskesmas melakukan pembinaan pada keluarga DO (Drop Out).Dari program Gizi petugas Puskesmas membantu dalam hal pembinaan kelarga yang mempunyai bayi, anak balita, yang berat badannya berada dibawah garis merah (Balita BGM) dan ibu hamil /ibu nifas yang kekuranan enegi sera membantu dalam hal pelaksanaan pemberian makanan tambahan (PMT). Untuk program pemberantasan Penyakit Menular (P2M) petugas Puskesmas membantu memberikan bimbingan serta tindak lanjut untuk kasus-kasus penyakit menular maupun tidak menular.
2. Tersedianya sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Dengan terpenuhinya sarana dan prasarana khususnya peralatan medis dan ruangan yang memadai dalam melaksanakan kegiatan akan menimbulkan suasana yang nyaman dan leluasa sehingga dapat membuat jiwa kita menjadi tenang. Adanya peralatan medis khusus untuk kegiatan program Puskesmas yang dipunyai oleh masing-masing petugas (bidan dan perawat) akam memudahkan kegiatan Puskesmas di masyarakat. Dan program perawatan kesehatan masyarakat bisa berjalan dengan lancar.
3. Terwujudnya peningkatan kemampuan/keterampilan petugas (bidan dan perawat).
Seperti sudah diuraikan pada bab terdahulu bahwa kendala/hambatan yang ditemui dalam upaya peningkatan pelaksanaan kegiatan Perkesmas adalah faktor manusia sebagai pelaksana yang mempunyai kelemahan, yaitu kurangnya kemampuan/keterampilan petugas untuk melaksanakan tugas keperawatan.
Sebagai pendukung kelancaran dan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan Perkesmas bagi petugas bagi petugas khususnya perawat, bidan dan bidan-bidan didesa perlu adanya pelatihan, pembinaan yang terus menerus oleh atasan langsung atau dari pihak yang berkepentingan, melaksanakan petunjuk teknis pelajaran.
Dengan adanya usaha tersebut diatas diharapkan akan meningkatkan kemampuan/keterampilan bagi petugas Perkesmas, sehingga kegiatan perkesmas dapat dilaksanakan secara optimal dan pada akhirnya akan terjadi peningkatan, baik disegi pelayanan terhadap masyarakat maupun disegi pelayanan terhadap masyarakat maupun disegi pencapaian cakupan/hasil kegiatan.
4. Terwujudnya motivasi kerja petugas.
Terwujudnya motivasi kerja dalam melaksanakan kegiatan Perkesmas tidak lepas dari kemampuan/keterampilan petugas serta tersedianya sarana dan prasarana pendukung. Hal ini secara tidak langsung membantu memotivasi petugas untuk melaksanakan tugas dengan baik. Motivasi kerja petugas dilihat dari keaktifan petugas dalam membina desa binaan.
C. Alternatif Pemecahan.
Selanjutnya guna mengidentifikasi pemecahan masalah dan penetuan sasaran yang ingin dicapai, maka perlu dibuat beberapa alternatif sebagai acuan untuk menuju rangkaian pemecahan masalah sehingga terwujudnya peningkatan kemampuan /keterampilan petugas Perkesmas khususnya perawat, bidan, dan bidan-bidan desa melalui kegiatan-kegiatan seperti :
1. Melaksanakan study banding ke Puskesmas teladan.
2. Melaksanakan pelatihan petugas perkesmas.
3. Melaksanakan pembinaan.
4. Melaksanakan pembuatan petunjuk teknis pelajaran.
Dari beberapa kegiatan tersebut diatas kegiatan yang bisa dilaksanakan dan berpengaruh langsung terhadap peningkatan kemampuan/keterampilan petugas Perkesmas yaitu kegiaatan pelatihan bagi perawat, bidan dan bidan-bidan desa selaku pelaksana kegiatan Perkesmas.
Dengan adanya peningkatan kemampuan/keterampilan petugas Perkesmas oleh petugas yang selanjutnya akan memungkinkan tercapainya penurunan angka kesakitan pada keluarga rawan yang rentan terhadap maslah kesehatan dan pada akhirnya memungkinkan terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Dengan adanya strategi pemecahan masalah dari sasaran yang diharapkan, dapatlah ditentukan sasaran umum dan sasaran khusus dari rencana kerja yang ingin dicapai. Adapun sasaran umum dan saran khusus yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut :
1. Sasaran Umum :
Terwujudnya peningkatan kemampuan /keterampilan petugas Perkesmas melalui pelaksanaan pelatihan petugas Perkesmas.
2. Sasaran Khusus :
Terwujudnya peningkatan kemampuan /keterampilan petugas Perawatan Kesehatan Masyarakat (bidan dan perawat) melalui pelaksanaan pelatihan petugas Perkesmas
D. Langkah-Langkah Kegiatan.
Kegiatan yang kiranya diselenggarakan guna mencapai sasaran adalah dengan melaksanakan pelatihan petugas perawatan Kesehatan Masyarakat untuk mewujudkan peningkatan kemampuan/keterampilan bidan perawat.
Kegiatan tersebut diatas pelaksanaannya dapat dibagi menjadi beberapa tahapan kegiatan antara lain :
1. Persiapan yang terdiri dari pembentukan panitia, pencairan dana, pembuatan jadwal, penyiapan perlengkapan serta pemberitahuan peserta pelatihan.
2. Pelaksanaan terdiri dari pembukaan pelatihan, penyajian materi serta penutup.
3. Pengendalian meliputi pemantauan, penilaian serta pelaporan dari semua kegiatan yang dilaksanakan.

DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI, 1993, Jakarta, Petunjuk Pengelolaan Perawatan Kesehatan Masyarakat
Depkes RI, 1996, Jakarta, Pedoman Pemantauan Penilaian Program Perawatan Kesehatan Masyarakat.
Baca selengkapnya - PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT

KOTAK PENCARIAN:

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:

=====
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...