Manfaat Mempelajari Ilmu Kesehatan

Manfaat Mempelajari Ilmu Kesehatan: " Ilmu kesehatan sebagai ilmu pengetahuan terapan (applied science) yang mempelajari tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan usaha manusia untuk selalu dalam keadaan sehat. Ilmu kesehatan pada dasarnya berbeda dengan ilmu kedokteran. Ilmu kedokteran lebih berorientasi pada penyembuhan penyakit, sementara ilmu ilmu kesehatan lebih luas mencakup juga pengobatan, pencegahan, dan pemulihan. Banyak aspek yang harus dilakukan oleh seseorang agar dapat hidup. Setidak-tidaknya memahami bagaimana dia mengelola kehidupannya, rohani dan jasmani agar sehat dan pada...
Baca selengkapnya - Manfaat Mempelajari Ilmu Kesehatan

STERILISASI DAN DESINFEKSI

STERILISASI DAN DESINFEKSISterilisasiSterilisasi merupakan upaya pembunuhan atau penghancuran semua bentuk kehidupan mikroba yang dilakukan di rumah sakit melalui proses fisik maupun kimiawi. Sterilisasi juga dikatakan sebagai tindakan untuk membunuh kuman patogen atau apatogen beserta spora yang terdapat pada alat perawatan atau kedokteran dengan c:ara merebus, stoom, panas tinggi, atau bahan kimia. Jcnis stierilisasi antara lain sterilisasi cepat, sterilisasi panas kering, sterilisasi gas (Formalin, fl z02), radiasi ionisasi.Hal-hal yang perlu diperhatikan pada sterilisasi, di antaranya:Sterilisator...
Baca selengkapnya - STERILISASI DAN DESINFEKSI

Pedoman Pencegahan Infeksi

Pedoman Pencegahan InfeksiTRANSMISI KUMANTransmisi kuman rnerupakan proses masuknya kuman ke dalam tubuh manusia yang dapat menimbulkan radang atau poses tersebut melibatkan beberapa unsur di antaranya:1. Resevoir2. Jalan Masuk3. Inang (host)4. Jalur Keluar5. Jalur penyebaranCARA PENULARAN MIKROORGANISMEProses penyebaran rnikroorganisme ke dalam tubuh, baik pada manusia maupun hewan, dapat meialui berbagai cara, di antaranya:1. Kontak Tubuh. Kuman masuk ke dalam tubuh melalui proses penyebaran secara langsung, maupun tidak langsung.2. Makanan dan minuman3. Serangga4....
Baca selengkapnya - Pedoman Pencegahan Infeksi

Hak-hak Pasien

Hak-hak PasienHak pasien merupakan bagian dari hak mengingat hak merupakan tyntutan secara rasional dalam situasi terte:nu- Setiap manusia mempunvai hak untuk dihargai sebagai manusia. Beberapa hak pasien dalam pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut:1. Hak mendapatkan pelayanan kesehatan memadai dan berkualitas.2. Hak untuk diberikan informasi.3. Hak untuk dilibatkan dalam pembuatam keputusann tentang pengobatan dan perawatan.4. Hak untuk diberikan informed consent.5. Hak untuk menolak suatu consent.6. Hak untuk mengetahui nama dan status tenaga kesehatan yang menolong.7....
Baca selengkapnya - Hak-hak Pasien

Kebutuhan Rasa Nyaman (Bebas Nyeri)

Kebutuhan Rasa Nyaman (Bebas Nyeri)Pengertian NyeriNyeri merupakan kondisi berupa perasaan wang tidak menyenangkan, bersifat sangat subyektif karena perasaan nt-eri berbeda pada setiap orang dalam hal skala atau tingkatannya, dan hanya pada orang tersebutlah yang dapat menjelaskan atau mengevaluasi rasa nyeri yang dialaminya. Berikut adalah pendapart beberapa ahli rnengenai pengertian nyeri:Mc. Coffery (1979), mendefinisikan nyeri sebagai suatu keadaan yang memengaruhi seseorang yang keberadaanya diketahui hanya jika orang tersebut pernah mengalaminya.Wolf Weifsel Feurst (1974), mengatakan nyeri...
Baca selengkapnya - Kebutuhan Rasa Nyaman (Bebas Nyeri)

Fisiologi Tidur

Fisiologi TidurPengertian TidurTidur merupakan suatu kondisi tidak sadar di mana individu dapat dibangunican oleh stimulus atau sensori yang sesuai (Guvton, i [}B6;, atau juga dapat dikatakan sebagai suatu keadaan tidak sadarkan diri yang rfaatif, bukar, hanya keadaan penuh ketenangan tanpa kegiaran akam tetapi lebih merupakan suatu urutan siklus yang berulang, dengan ciri adanya aktifitas yang minim, memiliki kesadaran vang bervariasi, terdapat perubahan proses fisiologis, dan terjadi respons terhadap rangsangan dari luar.Fisiologi TidurFisiologi tidur merupakan pengaturan kegiatan tidur yang...
Baca selengkapnya - Fisiologi Tidur

Perawatan Diri pada Alat Kelamin

Perawatan Diri pada Alat KelaminPerawatan diri pada alat kelamin yang dimaksud adalah pada alat kclamin perempuan, yaitu perawatan diri pada organ eksterna yang terdiri atas mons veneris, terletak di depan simpisis pubis, labia mayora yang merupakan dua lipatan besar yang membenntuk vulva, labia minora dua lipatan kecil di antara atas labia mayora, klitoris sebuah jaringan erektil yang serupa dengan penis laki-laki, kemudian juga bagian yang terkait di sc;kitarnya seperti uretra, vagina, perineum, dan anus.Cara Vulva HigieneMerupakan tindakan keperawatan pada pasien yang tidak mampu membersihkan...
Baca selengkapnya - Perawatan Diri pada Alat Kelamin

Perawatan Diri pada Mulut dan Gigi

Perawatan Diri pada Mulut dan GigiGigi dan mulut adalah bagian penting yang harus dipertahankan kebersihannya sebab melalui organ ini bc:rbagai kuman dapat masuk. Banyak organ yang berada dalam mulut seperti orofaring, kelenjar parotid, tonsil, uvula, kelenjar sublingual, kelenjar submaksilaris, dan lidah.Masalah yang sering tc;rjadi pada kebersihan gigi dan mulut, antara lain:1. Halitosis, bau napas tidak sedap yang dapat discbabkan adanya kuman atau lainnya.2. Ginggivitas, radang pada daerah gusi.3. Karies, radang pada gigi.4. Stomatitis, radang pada daerah mukosa atau5. Feridontal...
Baca selengkapnya - Perawatan Diri pada Mulut dan Gigi

Perawatan Diri pada Rambut

Perawatan Diri pada RambutRambut merupakan bagian dari tubuh yang memiliki fungsi proteksi dan pengatur suhu. lndikasi perubahan status kesehatan diri juga dapat dilihat dari rambut. Sec:ara anatomis rambut terdiri atas bagian batiang, akar rambut, sarung akar, folikel rambut, serta kelenjar sebasea.Berbagai masalah yang terjadi pada rambut di antaranya:1. Kutu.2. Ketombe.3. Alopecia (botak).4. Seborrheic dermatitis (radang pada kulit di rambut).Cara Perawatan RambutMerupakan tindakan keperawatan pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan perawatan diri dengan c;ara mencuci dan menyisir...
Baca selengkapnya - Perawatan Diri pada Rambut

Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Cairan dan Elektrolit

Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Cairan dan ElektrolitKebutuhan cairan elektrolit dalam tubuh dipengaruhi oleh faktor-faktor:Usia perbedaan usia menen.tukan luas permukaan tubuh serta aktivitas organ, sehingga dapat me:mengaruhi jumlah kebutuhan cairan dan elektrolit.Temperatur yang tinggi menyebabkan proses pengeluaran c:airan melalui keringat cukup banyak, sehingga tubuh akan banyak kehilangan cairan.Diet apabila tubuh kekurangan zat gizi, maka tubuh akan memecah c:adangan makanan yang tersimpan dalam tubuh sehingga terjadi pergeerakan c;airan dari interstisial ke interseluler, yang dapat...
Baca selengkapnya - Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Cairan dan Elektrolit

Sistem Tubuh yang Berperan dalam Eliminasi Urine

Sistem Tubuh yang Berperan dalam Eliminasi UrineSistem Tubuh yang Berperan dalam Eliminasi Urine eliminasi urine adalah ginjal, ureter, kandung kemih dan uretraSaluran perkemihan dilapisi membran mukosa, dimulai dari meatus uretra hingga ginjal. Meskipun mikroorganisme secara normal tidak ada yang bisa melewati uretra bagian bawah, namun membran mukosa ini pada keadaan patologis yang terus menerus akan menjadikannya sebagai media yang baik untuk pertumbuhan beberapa patogen.Proses Berkemih Kemih merupakan proses pengosongan vesika urinaria (kandung kemih). Jika urinaria dapat menimbulkan rangsangan...
Baca selengkapnya - Sistem Tubuh yang Berperan dalam Eliminasi Urine

Faktor yg Mempengaruhi Eliminasi Urine

Faktor yg Mempengaruhi Eliminasi Urine1. Diet dan Asupan (intake)Jumlah dan tipe makanan merupakan faiKtcw utama yang memengaruhi output urine (jumlah urine). Protein dapat menentukan jumlah urine yang dibentuk. Selain itu, juga dapat meningkatkan pembentukan urine.2. Respons Keinginan Awal untuk BerkemihKebiasaan mengabaikan keinginan awal untuk berkemih dapat menyebabkan urine banyak tertahan di dalam urinaria sehingga memengaruhi ukuran vesika urinaria dan jumlah urine.3. Gaya HidupPerubahan gaya hidup dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan eliminasi dalam kaitannya terhadap tersedianva...
Baca selengkapnya - Faktor yg Mempengaruhi Eliminasi Urine

Gangguan Masalah Kebutuhan Eliminasi

Gangguan Masalah Kebutuhan Eliminasi1. Retensi UrineMerupakan penumpukan urine dalam kandung kemih akibat ketidakmampuan kandung kemih untuk mengosongkan kandung kemih, sehingga menyebabkan distemsi veaika urinaria, atau merupakan keadaan ketika seseorang me:ngalami pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap. Dalam keadaan distensi, vesika urinaria dapat menampung urine sebanyak 3000-4000 ml urine.Tanda klinis retensi:a. Keaidaknyamanan daerah pubis.b. Distensi vesika urinariac. Ketidaksanggupan untuk berkemih.d. Sering berkemih saat vesika urinaria berisi sedikit urine (25-50...
Baca selengkapnya - Gangguan Masalah Kebutuhan Eliminasi

Elimanasi ALVI (Buang Air Besar)

Elimanasi ALVI (Buang Air Besar)ELIMINASI ALVI (BUANG AIR BESAR)Sistem yang Berperan dalam Eliminasi ALVISistem tubuh yang memiliki peran dalam prosf;s eliminasi alvi (buang air besar) adalah sistem gastrointestinal bawah yang meliputi usus halus dan usus besar. Usus halus terdiri atas duodenum, jejunum, dan ileum dengan panjang kurang lebih 6 meter dengan diameter 2,5 cm, serta berfungsi absorpsi elektrolit Na', Cl-, K, Mg', HC03, dan kalsium. Usus besar dimulai dari rektum, kolon hingga anus yang memiliki panjang kurang lebih 1,5 meter atau 50-F0 inci dengan diameter 6 cm. Usus besar merupakan...
Baca selengkapnya - Elimanasi ALVI (Buang Air Besar)

Proses Buang Air Besar (Defekasi)

Proses Buang Air Besar (Defekasi)Defekasi adalah proses pengosongan usus yang sering disebut buang air besar. 'Perdapat dua pusat yang momguasai refieks untuk defe:kasi, yang te:rletak di medula dan sumsum tulang belakang. Apabila terjadi rangsangan parasimpatis, sfingter anus bagian dalam akan mengendor dan usus besar mengucup. Reflek defe;kasi dirangsang untuk buang air beaar, kemudian sfingter anus bagian luar yang diawasi oleh sistem saraf parasimpatis, setiap waktu menguncup atau mengendor. Selama defekasi berbagai otot lain membantu proses itiu, seperti otot dinding perut, diafragma, dan...
Baca selengkapnya - Proses Buang Air Besar (Defekasi)

Gangguan Masalah Eliminasi ALVI

Gangguan Masalah Eliminasi ALVIKonstipasiKonstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau berisiko tinggi mengalami stasis usus besar sehingga menimbulkan caiminasi yang jarang atau keras, atau keluarnya tinja terlalu kering dan keras.Tanda Klinis:a. Adanya feses yang keras.b. Defekasi kurang dari 3 kali seminggu.c. Menurunnya bising usus.d. Adanya keluhan pada rektum.e. Nyeri saat mengejan dan defekasi.f. Adanya perasaan masih ada sisa fesesKemungkinan Penyebab:Defek persarafan, kelemahan pelvis, imobilitas karena cedera serebrospinalis, CVA (cerebro uaskular accident)...
Baca selengkapnya - Gangguan Masalah Eliminasi ALVI

Perawatan Diri (Personal Hygiene)

Perawatan Diri (Personal Hygiene)Perawatan diri atau kebersihan diri (personal hygiene) merupakan perawatan diri sendiri yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan baik secara fisik maupun psikologis. Pemenuhan perawatan diri dipengaruhi berbagai faktor, di antaranva: budaya, nilai sosial pada individu atau keluarga, pengetahuan terhadap peerawatan diri, serta persepsi terhadap perawatan diri.JENIS PERAWATAN DIRI BERDASARKAN WAKTU PELAKSANAANPerawatan diri berdasarkan waktu pelaksanaan-dibagi menjadi empat, yaitu:Perawatan Dini Hari. Merupakan perawatan diri yang dilakukan pada waktu bangun...
Baca selengkapnya - Perawatan Diri (Personal Hygiene)

Perawatan Kulit

Perawatan KulitKulit merupakan salah satu bagian penting dari tubuh yang dapat melindungi tubuh dari berbagai kuman atau trauma, sehinggadiperlukan perawatan yang adekuat (cukup) dalam mempertahankan fungsinya. Sebagai bagian dari organ pelindung, kulit seeara anatomis terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan epidermis atau dikenal dengan nama kutikula dan lapisan dermis atau disebut dengan korium. Lapisan epidermis terdiri atas bagian bagian seperti stratum korneum, stratum lusidum, dan stratum granulosum. Lapisan kedua at:atn lapisan dermis yang terdiri atras ujung saraf sensorik, kelenjar keringat,...
Baca selengkapnya - Perawatan Kulit

Keseimbangan Asam Basa

Keseimbangan Asam BasaAktivitas sel tubuh memerlukan keseimbangan asam-basa, keseimbangan asam¬basa tersebut dapat diukur dengan pII (derajat keasaman). Dalam keadaan normal pI-1 cairan tubuh 7,35-7,45.Keseimbangan asam-basa dapat dipertahankan melalui proses meaabolisme. dengan sistem buffer pada seluruh cairan tubuh dan oleh pernapasan de:ngan sistem regulasi (pengaturan di ginjal). liga macam sistem larutan buffer cairan tubuh yaitu larutan bikarbonat, larutan buffer fosfat dan larutan buffer protein. Sistem buffer itu sendiri terdiri atas natrium bikarbonat (NaHC03), kalium bikarbonat (KHC03),...
Baca selengkapnya - Keseimbangan Asam Basa

Pengaturan Elektrolit

Pengaturan Elektrolit1. Pengaturan Keseimbangan NatriumNatrium merupakan kation dalam tubuh yang berfungsi dalam pengaturan osmolaritas dan volume cairan tubuh. Natrium ini paling banyak pada c:airan ekstrasel. Yengaturan konsentrasi cairan ekstrasel diatur oleh ADH dan aldosteron. Aldosteron dihasilkan oleh korteks suprarenal dan berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan konsentirasi natrium dalam plasma dan prosesnya dibantu oleh ADH. ADH mengatur sejumlah air yang diserap ke;mbali ke dalam ginjal dari tubulus renalis. Aldosteron juga mengatur keseimbangan jumlah natrium yang diserap kembali...
Baca selengkapnya - Pengaturan Elektrolit

Gangguan Masalah Kebutuhan Cairan Tubuh

Gangguan Masalah Kebutuhan Cairan Tubuh1. Hipovolumi atau DehidrasiKekurangan cairan ekste:rnal terjadi kare:na penurunan asupan cairan dan kelebihan pengeluaran c:airan. '1'ubuh akan merespons kekurangan c:airan tubuh dengan mengosongkan cairan vaskular. Sebagai kompensasi akibat penurunan cairan interstisial, tubuh akan mengalirkan cairan keluar sel. Pengosongan cairan ini terjadi pada pasien diare dan muntah. Ada tiga macam kekurangan volum cairan eksternal atau dehidrasi, yaitu:Dehidrasi isotonik, terjadi jika kehilangan sejumlah c:airan dan elektrolitnya yang seimbang.Dehidrasi hipertonik,...
Baca selengkapnya - Gangguan Masalah Kebutuhan Cairan Tubuh

Jenis Cairan bagi Kebutuhan Tubuh

Jenis Cairan bagi Kebutuhan Tubuh1. Cairan Zat Gizi (nutrien)Pasien yang istirahat di tempat tidur memerlukan kalori 450 kalori setiap hari. Cairan nutrien dapat diberikan melalui intravena dalam bentuk karbohidrat, nitrogen dan vitamin untuk metiabolisme. Kalori yang terdapat dalam cairan nutrien dapat berkisar antara 200-1500 kalori per liter. Cairan nutrien terdiri atas:Karbohidrat dan air, contoh: dekstrosa (glukosa), lcvulosa (fruktosa), invert sugar dektrosa dan '1-2 levulosa).Asam amino, contoh: amigen, aminosol, dan travamin.Lemak, contoh: lipomul dan liposyn.2. Blood Volume ExpandersMood...
Baca selengkapnya - Jenis Cairan bagi Kebutuhan Tubuh

Cara Perpindahan Cairan

Cara Perpindahan Cairan1. DifusiDifusi merupakan bercampurnya molekul-molekul dalam cairan, gas, atau cat padat secara bebas atau acak. Proses difusi dapat terjadi bila dua zat bercarnpur dalam sel membran. Dalam tubuh, proses difusi air, elektrolit, dan zat-zat lain terjadi melalui membran kapiler yang permeabel. Kecepatan proses difusi bervariasi tergantung pada faktor ukuran molekul, konsentrasi cairan, dan temperatur cairan.Zat dengan molekul yang besar akan bergerak lambat dibanding rnolekul kecil. Moiekul akan lebih mudah berpindah dari larutan berkonsentrasi tinggi ke larutan berkonsentrasi...
Baca selengkapnya - Cara Perpindahan Cairan

KOTAK PENCARIAN:

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:

=====
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...