Pendidikan Kesehatan Dalam Pengelolaan Diabetes Secara Mandiri (Diabetes Self-Management Education) Bagi Diabetisi Dewasa

A. Latar BelakangDiabetes mellitus (DM) merupakan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat tubuh mengalami gangguan dalam mengontrol kadar gula darah. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh sekresi hormon insulin tidak adekuat atau fungsi insulin terganggu (resistensi insulin) atau justru gabungan dari keduanya. Secara garis besar DM dikelompokkan menjadi 2 tipe, yaitu : DM tergantung pada insulin (DM tipe-1) dan non-DM tergantung pada insulin (DM tipe-2) (Stevens, 2002). Perbedaan karakteristik paling mencolok dari penderita DM tipe-1 atau tipe-2 adalah umur saat terjadinya penyakit...
Baca selengkapnya - Pendidikan Kesehatan Dalam Pengelolaan Diabetes Secara Mandiri (Diabetes Self-Management Education) Bagi Diabetisi Dewasa

Model Kemitraan Keperawatan Komunitas Dalam Pengembangan Kesehatan Masyarakat

1. Latar BelakangPengembangan kesehatan masyarakat di Indonesia yang telah dijalankan selama ini masih memperlihatkan adanya ketidaksesuaian antara pendekatan pembangunan kesehatan masyarakat dengan tanggapan masyarakat, manfaat yang diperoleh masyarakat, dan partisipasi masyarakat yang diharapkan. Meskipun di dalam Undang-undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan telah ditegaskan bahwa tujuan pembangunan kesehatan masyarakat salah satunya adalah meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya. Oleh karena itu pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki perhatian cukup...
Baca selengkapnya - Model Kemitraan Keperawatan Komunitas Dalam Pengembangan Kesehatan Masyarakat

P-PROCESS

P-PROCESS: "Agar pengembangan program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) lebih efisien dan efektif perlu dilakukan 5 tahap :Gb.1. P - PROCESSKelima tahapan ini saling berkait dan merupakan proses yang berkesinambungan.TAHAP I : ANALISIS KHALAYAK DAN PROGRAM1.Meninjau khalayak potensial2.Mengkaji kebijaksanaan dan program yang ada3.Mencari lembaga atau organisasi yang potensial untuk mendukung program4.Mengevaluasi sumber daya KIEDi dalam analisis khalayak sasaran yang ditinjau adalah :Ø Khalayak sasaran (lingkungan sosial) untuk menentukan faktor-faktor demografi, geografi, ekonomi, dan...
Baca selengkapnya - P-PROCESS

Pengaruh Umur, Depresi dan Demensia Terhadap Disabilitas Fungsional Lansia (Adaptasi Model Sistem Neuman)

ABSTRACTObjective To predict the influences of age, depression and dementia on the functional disability of an elderly using Neuman System Model perspectives.Method The study design was a cross-sectional. 70 elderly was choosen as a subject at Panti Sosial Tresna Werdha Abiyoso and Budi Dharma Province D.I. Yogyakarta. Depression was assessed using the Geriatric Depression Scale 15-Item (GDS-15), dementia was assessed using the Mini-Mental State Examination (MMSE), and functional disability was assessed using the Groningen Activity Restriction Scale (GARS).Results The mean age was 70.59 (95%CI,...
Baca selengkapnya - Pengaruh Umur, Depresi dan Demensia Terhadap Disabilitas Fungsional Lansia (Adaptasi Model Sistem Neuman)

Rapid Health Assessment (RHA) Pasca Gempa Bumi 27 Mei 2006 di Kabupaten Bantul, Yogyakarta

Gempa tektonik telah mengguncang wilayah Propinsi D.I. Yogyakarta dan sekitarnya pada hari Sabtu tanggal 27 Mei 2006 pukul 5:53:58. Menurut laporan National Earthquake Information Center, United States Geological Survey (USGS), gempa berkekuatan 5,9 SR tersebut terletak di wilayah daratan Kabupaten Bantul (25 km arah Timur Laut Kota Yogyakarta) pada 7,962°LS dan 110,458°BT di kedalaman 10 km.Peristiwa tersebut memiliki dampak yang cukup signifikan bagi status kesehatan masyarakat di wilayah gempa terutama Kabupaten Bantul. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya penanggulangan masalah kesehatan...
Baca selengkapnya - Rapid Health Assessment (RHA) Pasca Gempa Bumi 27 Mei 2006 di Kabupaten Bantul, Yogyakarta

Konsep Duka Cita Menurut Model Betty Neuman

ABSTRACTMuch has been written in the professional and popular literature about grief. The multiplicity of sources for information about the phenomenon often leads to confusion regarding terminology and process. In addition, assessment and intervention methods show the phenomenon as unidimensional despite evidence to the contrary. Because nursing routinely deals with grief, it is important that a framework be developed to help understand the process and guide appropriate interventions. The Neuman systems model is particularly well suited as a framework because concepts found in the model are similar...
Baca selengkapnya - Konsep Duka Cita Menurut Model Betty Neuman

KOTAK PENCARIAN:

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:

=====
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...