KONSEP PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT

KONSEP PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT
COMMUNITY HEALTH NURSING

A. DefenisiWorld Health Organisation (WHO 1959)
Perkesmas : mencakup perawatan kes.klg.meliputi kes.& kesejahteraan masyarakat luas, membantu masyarakat mengidentifikasi masalah kes. sendiri serta memecahkan masalah kesehatan sesuai dengan kemampuan yang ada pada mereka sebelum mereka meminta bantuan kepada orang lain.

- Rapat kerja kep. Kes. Masyarakat (1990)
Perkesmas : su/ bidang kep. yang merupakan perpaduan antara kep. dengan kes. masyarakat, dengan dukungan dan peran serta aktif masyarakat, serta mengutamakan promotif dan preventif, tanpa mengabaikan pel.kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu, ditujukan pada individu, klg,klp,masyarakat. sebagai satu kesatuan yang utuh melalui proses kep. untuk ikut f.kehidupan man.sec.optimal, sehingga mandiri dalam upaya kesehatannya.
- Departemen Kesehatan RI (1986)
Perkesmas : upaya kep. yang merupakan bagian integral dari pel.kes. yang dilaksanakan oleh perawat, dengan mengikut sertakan team kes. lainnya dan masy untuk memperoleh tink.kes. yang dari indiv,klg dan masyarakat
- Ruth B.Freeman (1981)
Perkesmas : kesatuan yang unik dari praktek kep dan kes.masy. yang ditujukan pada pengembangannya maupun secara kolektif sbg klg, klp khusus / masy.pel.ini mencakup pel.kes u/ masy.

B. Tujuan.
1. Tujuan Umum
Dalam kemandirian masy.dalam mengatasi masalah kep.kes masy.u/ mencapai derajat kesehatan yang optimal
2. Tujuan Khusus
a. Dipahaminya pengertian sehat dan sakit oleh masyarakat
b. Dalam kemampuan indiv.klg, klp khusus dan masy. untuk melaksanakan kep.dasar dalam rangka mengatasi mas.kes.
c. Tertanganinya klg rawan yang memerlukan pembinaan dan pel. kep.
d. Terlayaninya klp khusus / panti yang memerlukan pembinaan dan pel.kep
e. Terlayaninya kasus-kasus yang memerlukan tindak lanjut dan pel.kep.
f. Terlayaninya kasus-kasus resiko tinggi yang memerlukan pel.kep di puskesmas dan rumah

C. Sasaran perkesmas.
1. Individu
individu : bagian dari anggota klg,apabila indiv tsb memp.masalah kes/kep.krn ketidak mampuan merawat dirinya sendiri oleh sesuatu hal dan sebab, maka akan dapat mempengaruhi anggota klg lainnya, baik secara fisik, mental / sosial.
2. Keluarga.
Keluarga rawan : klg yang rawan terhadap kemungkinan timbulnya mas.kes. dan klg yang memiliki indiv.bermasalah
prioritas pel.perkesmas : klg rawan yang belum memanfaatkan pel .kes.
3. Kelompok Khusus
a. Klp khusus dengan keb.kes. khusus sbg.akibat perkembangan dan pertumbuhannya.ex: bayi baru lahir, anak balita, anak usia sekolah dan usila
b. Klp dengan kes.khusus yang memerlukan pengawasan dan bimbingan serta askep.ex:
- Penderita peny.menular : tbc, lepra, aids dan peny.kelamin
- Penderita peny.menular : dm, jantung coroner, cacat fisik dan g3 mental.
c. Klp yang memp.resiko terserang penyk.ex:wanita tuna susila, klp menyalahgunaan obat dan narkotika
d. Lembaga sosial, perawatan dan rehabilitasi
4. Masyarakat.
Masyarakat : Sklp man.yang telah hidup dan bekerja sama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas yang telah ditetapkan dengan jelas.
Prioritas pel.perkesmas pada :
- Masy.didaerah endemis su/peny.ex : endemis malaria, filariasis, dhf, diare dll
- Masy.didaerah dengan keadaan link.kehidupan buruk,ex: didaerah kumuh perkotaan
- Masy.didaerah yang mempunyai masalah kesehatan menonjol dibandingkan dengan daerah sekitarnya, ex : daerah dengan akb.
- Masy.didaerah yang mempunyai kesenjangan pel.kes.lebih tinggi dari daerah sekitarnya ex: anc menurun,imunisasi menurun dll

D. Pelaksanaan Perkesmas.
1. Seluruh tenaga p di puskesmas merupakan pelaksana perawatan kesehatan masyarakat
2. Tenaga kesehatan non kep.terlibat secara aktif dalam bentuk kerjasama tim

E. Ruang Lingkup
Kegiatan yang ditekankan : promotif dan prepentif dan mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif
- Upaya promotif (peningkatan kesehatan)
• penyuluhan kes.masy dan tingkat gizi.
• pemeliharaannya kesehatan perseorangannya dan link
• olahraga secara teratur dan rekreasi
• pend.seks.

- Upaya Preventif (pencegahan)
• imunisasi massal pada anak balita dan ibu hamil
• pemeriksaan kesehatan secara berkala di posyandu, puskesmas, maupun dirumah
• pemberian vit.a dan yodium
• pemeriksaan dan pemeliharaan kehamilan, nifas dan menyusui
- Upaya Kuratif (merawat dan mengobati)
• home nursing
• perawatan orang sakit
• perawatan ibu hamil, bersalin dan nifas
• perawatan buah dada dan tali pusat bayi
- Upaya Rehabilitatif.(pemulihan kesehatan)
• latihan fisik bagi yang mengalami gangguan fisik : penderita kusta, patah tulang dan kelainan bawaan.
• latihan fisik tertentu bagi penderita penyakit tertentu ex:tbc, dengan latihan nafas dan batuk, strok mel.fisioterapi manual.

Resosiatif
Upaya untuk mengembalikan individu, klg dan klp khusus di dalam pergaulan masyarakat, klp yang diasingkan oleh masyarakat.ex : kusta, aids, wts dan wanita tuna wisma.

F. Kegiatan
Memberikan askep langsungØ pada individu, klg,klp khusus baik dirumah, disekolah, posyandu dll.
Ø he. untuk merubah perilaku
Konsultasi dan pemecahan masalah yangØ dihadapi
Bimbingan dan pembinaanØ
Sebagai penghubung antaraØ masyarakat dengan unit pel.kes lainnya
Melaksanakan askep komunitasØ
Ø Melaksanakan koordinasi
Kerjasama lintas program dan lintasØ sektoral dengan instansi terkait
Memberikan ketauladananØ
IkutØ serta dalam penelitian untuk pengembangan perkesmas

Kegiatan perkesmas di puskesmas dpt digolongkan:
1. Keg.didalam gedung puskesmas. seperti rawat jalan, rawat inap
2. Kegiatan diluar gedung puskesmas
a. Pembinaan kesehatan. terhadap sasaran perkesmas dalam wil.kerja puskesmas mel.daerah binaan kep.
b. Pembinaan kesehatan klp.khusus
c. Pembinaan kesehatan pada klg rawan
d. Pel. kep.tindak lanjut dirumah termasuk pembinaan terhadap klg.
e. Pel.kep.terhadap kasus resiko tinggi
Baca selengkapnya - KONSEP PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT

Sehat = Mahal ??


Sehat = Mahal ??
Banyak yang bilang bahwa untuk menjadi sehat itu mahal, pernyataan itu ada benarnya sekaligus juga ada salahnya. Kalau anda sedang dalam kondisi kurang sehat atau bahkan sakit maka pernyataan di atas memanglah sangat benar, bagaimana tidak bila untuk bisa mengakses pelayanan dokter umum saja rata-rata anda harus mengeluarkan kocek sebesar 50 ribu rupiah belum lagi harga obat yang diresepkan oleh sang dokter relatif sangat tinggi karena biasanya dokter memberikan resep obat-obat bermerk yang harganya dapat mencapai 5 hingga 20 kali lebih mahal dari obat generiknya (obat tanpa merk dagang namun berkhasiat sama persis dengan yang bermerk dagang).

Lain halnya bila anda sekarang ini sedang dalam kondisi sehat dan bugar maka tidak ada kata mahal untuk menjadi lebih sehat. Kesehatan anda sangat ditentukan oleh dua faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor rohani dan jasmani. Banyak cara yang murah meriah untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kondisi kesehatan kita yang sudah baik menjadi lebih baik lagi, salah satunya adalah dengan rutin berolahraga paling tidak 10-15 menit/hari dan jika memungkinkan lakukanlah latihan hingga badan anda basah dengan keringat paling tidak 3x dalam seminggu. Sudah banyak penelitian yang menunjukkan pentingnya exercise atau olahraga bagi kesehatan jantung manusia sebagai organ pusat yang berfungsi mengedarkan darah yang membawa oksigen dan semua nutrisi dari makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh anda.

Jantung anda adalah sebuah keajaiban Tuhan yang luar biasa dan sangat pantas untuk anda jaga sebagai bentuk rasa bersyukur anda kepada-Nya dan tentu saja sebagai bentuk rasa cinta anda terhadap diri anda sendiri. Selain berolahraga juga dibutuhkan sedikit rasa peduli dan kehati-hatian dalam memilih makanan sebagai “bahan bakar” yang selalu menjaga anda tetap enerjik dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Kurangilah makanan yang mengandung kolesterol yang cukup tinggi seperti daging ayam dan sapi yang diolah dengan cara digoreng atau dibakar, cukup sekitar dua atau tiga kali saja seminggu anda konsumsi dan selebihnya anda dapat beralih ke makanan yang tinggi protein namun berkolesterol rendah seperti ikan, tempe, maupun tahu. Selain itu jangan lupa untuk senantiasa memasukkan sayuran dalam menu anda setiap hari karena dapat membantu anda dalam memperlancar buang air besar, sehingga diharapkan dapat membantu proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna atau bahkan beracun bagi tubuh anda.

Nah selain olahraga dan makanan yang sehat, jangan lupa untuk meluangkan waktu anda sebisa mungkin untuk dapat beristirahat dengan cukup karena tidak sedikit penyakit yang datang akibat kurangnya waktu anda dalam beristirahat karena terlalu sibuknya anda dengan pekerjaan atau hal-hal penting lainnya. Istirahat yang sangat penting untuk anda tentu saja dalam bentuk istirahat total atau tidur, maka bersyukurlah bila anda termasuk orang-orang yang tidak memiliki gangguan untuk tidur karena tidur merupakan hal yang mutlak sangat dibutuhkan oleh tubuh. Dalam keadaan tidur tubuh anda secara aktif bekerja memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak atau memproduksi kembali sel-sel yang mati ketika anda beraktifitas.

Seperti yang sudah anda baca di awal paragraph kedua di atas, bahwa selain faktor jasmani yang sudah anda baca di beberapa paragaraf di atas ternyata ada faktor lain yang sangat berhubungan dengan kondisi kesehatan anda yaitu kondisi keruhanian atau jiwa anda. Anda adalah makhluk yang paling sempurna dalam penciptaan segala makhluk di dunia ini karena anda adalah seorang manusia yang lengkap dengan akal dan jiwa dan tidak semua makhluk diberi anugerah seperti anda, mungkin itulah yang menyebabkan anda harus senantiasa menjaga kondisi akal dan jiwa dalam keadaan selalu sehat. Mungkin anda bertanya-tanya seperti apa akal dan jiwa yang sehat itu?, akal dan jiwa yang sehat adalah akal dan jiwa yang selalu memberikan anda motivasi, selalu membuat anda berpikir positif, dan tentunya selalu membawa anda untuk dekat dengan Sang Pencipta.

Banyak pula orang yang mengatakan bahwa kesehatan jiwa merupakan inti dari kesehatan manusia. Anda dapat mempercayai pendapat itu karena sudah banyak fenomena yang membuktikan hal tersebut, ada pasien dengan penyakit terminal (tinggal menunggu waktu meninggal) yaitu kanker payudara stadium 4 yang divonis dokter akan meninggal dunia 2 bulan lagi ternyata dapat bertahan hingga dua tahun dan ketika ditanya pengobatan apa yang dilakukan, dengan ringan pasien itu menjawab “saya hanya berusaha mengobati jiwa saya yang selama ini selalu takut dengan kematian karena waktu itu saya harus mengahadapi kenyataan bahwa kurang lebih hidup saya tinggal 2 bulan lagi, namun ternyata Tuhan berkehendak lain.”

Sekarang anda dapat menilai sendiri apa yang dapat anda lakukan untuk tetap sehat di tengah-tengah himpitan ekonomi dan sosial yang mendera negara kita seiring dengan naiknya harga BBM dan semakin melambungnya harga-harga sembako.

source: ilmukeperawatan.com

Baca selengkapnya - Sehat = Mahal ??

Tips Untuk Perawat


Tips Untuk Perawat

Tips 1, anda tidak mungkin mengetahui segalanya. Yakinkan diri anda untuk selalu mencari tahu melalui karir anda. Belajar, berikan pertanyaan, dan jadilah proaktif;

Tips 2, kesalahan kadang-kadang akan terjadi. Jangan biarkan diri anda terpukul oleh hal ini, belajarlah darinya. Berdiri dan bergeraklah;

Tips 3, anda dapat belajar dengan melihat perawat lain. Bagaimana jika mereka dibandingkan dengan anda? Apakah anda ada di level mereka? Apakah anda merasa percaya diri dengan tugas di tangan anda? Belajarlah apa yang tidak anda tahu. Nasib pasien itu tergantung anda;

Tips 4, rileks. Ketegangan akan mengambil energi anda sehingga tidak bisa memberikan perawatan dengan efektif. Jika stres menimpa anda, berhentilah 5 menit dan kembalikan energi anda;

Tips 5, selalu sediakan buku catatan kecil dan pulpen. Ini akan membantu anda untuk menghindari sakit kepala ketika mengingat secara detail nama pasien, resep, obat, dsb;

Tips 6, jadilah manusia yang kuat. Pasien sering merasa cemas dan mereka ingin melihat kekuatan. Tunjukkan rasa percaya diri pada pasien;

Tips 7, jangan ambil resiko terhadap jiwa pasien anda. Jika anda tidak yakin dengan sebuah prosedur khusus, minta perawat lain untuk membantu;

Tips 8, belajarlah untuk tertawa. Ada yang mengatakan bahwa tertawa adalah obat yang terbaik. Buat pasien anda tertawa (jika mereka bisa). Hal ini akan menurunkan stres anda;

Tips 9, ambil waktu untuk mengikuti informasi terbaru tentang keperawatan. Tidak harus dari buku, bisa dari internet, forum, dsb;

Tips 10, dengarkan keluhan pasien anda karena mereka lebih tahu tentang diri mereka daripada anda. Jika ada yang salah dengan mereka anda bisa membenarkannya;

Tips 11, jangan lupa untuk merawat diri anda. Merawat orang lain tidak harus melupakan diri sendiri. Jika tidak, anda akan down dan tentu saja anda tidak bisa lagi merawat orang lain;

Tips 12, belajarlah untuk lebih sensitif terhadap budaya lain. Pasien tidak selalu berasal dari tempat anda. Belajarlah banyak dari mereka;

Tips 13, jaga dirimu tetap teratur. Ketahui mana hal-hal penting untuk anda. Jika anda lupa, buku catatan bisa selalu mengingatkan.

(Sumber: blog.keperawatan.net)

Baca selengkapnya - Tips Untuk Perawat

STRES=”I DON’T LIKE MONDAY” ???


STRES=”I DON’T LIKE MONDAY” ???
Hari ini hari senin lagi deh, saatnya aku kembali ke rutinitas di kampus tapi tetap update status dulu hehe… ngomong-ngomong ternyata banyak orang tidak suka Senin karena pada hari ini kesibukan yang padat dimulai. Karena itu, para ahli menilai wajar jika banyak orang merasa stres pada hari Senin. “Namun, apabila kita merasa stres nyaris setiap hari, mungkin kita punya masalah kejiwaan yang lebih serius,” ujar Stevan E Hobfoll, PhD, dari Rush University Medical Center.
Umumnya, gejalanya seperti empat contoh berikut. Apabila mengalami satu di antaranya, sebaiknya ajukan cuti sejenak dari pekerjaan. (Kompas.com)
1. Sering sakit kepala tanpa sebab. Senin sampai Jumat kita bekerja dalam jadwal yang padat. Pada akhir pekan, kita kerap memanfaatkan waktu untuk beristirahat, bersantai, atau berelaksasi. Kesenjangan aktivitas ini ternyata bisa memicu timbulnya migren, kata Todd Schwedt, MD, Direktur Washington University Headache Center. Supaya dampaknya tak kian hebat, kita harus punya waktu tidur yang cukup plus makan secara teratur setiap hari.
2. Nyeri haid tak tertahankan. Hasil riset terbaru dari Harvard School of Public Health mengungkapkan, wanita yang stres akan mengalami nyeri haid dua kali lipat lebih kuat ketimbang mereka yang lebih rileks. Para peneliti yakin, ketidakseimbangan hormon adalah pemicunya. Solusinya: lakukan latihan fisik secara rutin. Selain meredakan kram perut, aktivitas ini juga bisa mengenyahkan stres.
3. Sering sakit gigi. Kadang, tanpa sadar, kita menggemeretakkan gigi saat tidur. Atau gigi atas dan gigi bawah beradu dengan kuat. Esok harinya, rahang terasa ngilu. “Namun, rasa sakit ini bisa kian parah apabila kita sedang banyak pikiran atau di bawah tekanan,” ujar Matthew Messina, DDS, penasihat konsumen dari American Dental Association. Mintalah bantuan dokter untuk mengatasi kebiasaan menggemeretakkan gigi pada malam hari.
4. Tidur tak nyenyak. Bermimpi seharusnya membuat kita bangun dengan perasaan nyaman dan riang pada pagi hari. Namun, apabila kita sering terbangun di tengah malam, proses bermimpi pun terganggu sehingga kita bangun pagi dengan perasaan lelah. Hal ini dikatakan Rosalind Cartwright, PhD, profesor bidang psikologi di Rush University Medical Center. Sebaiknya bentuk pola tidur yang sehat dengan membiarkan diri terlelap selama 7-8 jam setiap malam.
Baca selengkapnya - STRES=”I DON’T LIKE MONDAY” ???

DOWNLOAD KTI KEBIDANAN LENGKAP dokumen word-doc

sebelum anda download silahkan kunjungi halaman ini KLIK DISINI
DOWNLOAD KTI KEBIDANAN LENGKAP (dokumen word-doc) :
Berikut adalah Kumpulan KTI (Karya Tulis Ilmiah) Kebidanan sudah dalam bentuk dokumen Word (.doc). KTI ini akan terus saya tambah, silahkan anda KLIK JUDULnya untuk melihat dan DOWNLOAD:

  1. Analisa Senam Hamil pada Ibu Hamil di Kelas Ibu di Posyandu (kode001)
  2. Dampak Prilaku Remaja terhadap Penggunaan Minuman Keras (kode002)
  3. Efektivitas dalam Penanganan Nyeri Dismenorea Non Farmakologis pada Remaja Putri Akper (kode003)
  4. Faktor Risiko pada Diabetes Mellitus di Rumah Sakit (kode004)
  5. Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kejadian Gizi Buruk pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas (kode005)
  6. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Ibu terhadap Pemakaian Kontrasepsi Implant di Desa (kode011)
  7. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Partus Lama pada Ibu Bersalin di Rumah Sakit (kode006)
  8. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Balita (kode007)
  9. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Anemia dalam Kehamilan di BPS (kode008)
  10. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ibu dalam Memilih Penolong Persalinan (kode009)
  11. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keikutsertaan WUS dalam Penggunaan KB IUD di Desa (kode010)
  12. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Peran Kader Kesehatan dalam Penanggulangan Diare (kode012)
  13. Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Karies Gigi pada Anak (kode013)
  14. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Senam Hamil di RSIA (kode014)
  15. Gambaran Angka Kejadian Abortus Inkomplit pada Ibu Hamil di RSU (kode015)
  16. Gambaran Faktor Resiko Hipertensi di Puskesmas (kode016)
  17. Gambaran Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Antenatal Care (kode017)
  18. Gambaran Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Anak Balita dalam Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas (kode018)
  19. Gambaran Ibu Melakukan Penyapihan Anak Kurang dari 2 Tahun di Desa (kode019)
  20. Gambaran Indikasi dan Karakteristik Ibu Bersalin dengan Seksio Sesarea di Rumah Sakit Umum (kode020)
  21. Gambaran Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Solusio Plasenta di Rumah Sakit Umum (kode021)
  22. Gambaran Karakteristik Ibu Hamil Dengan Hidramnion di Rumah Sakit (kode022)
  23. Gambaran Karakteristik Ibu Hamil Resiko Tinggi terhadap Kejadian Preeklamsia (kode024)
  24. Gambaran Karakteristik Ibu Hamil dengan Preeklampsia di RSU (kode023)
  25. Gambaran Karakteristik Ibu yang tidak Memberikan ASI Eksklusif di Desa (kode025)
  26. Gambaran Karakteristik Pengetahuan Ibu Tentang ISPA Pada Anak di Rumah Bersalin (kode026)
  27. Gambaran Kejadian Diare pada Anak balita di Puskesmas (kode027)
  28. Gambaran Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas (kode028)
  29. Gambaran Kejadian Obesitas pada Murid-murid SD A dan SD B (kode029)
  30. Gambaran Kepatuhan Berdasarkan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat terhadap Penggunaan Obat di Kelurahan (kode030)
  31. Gambaran Manajemen Nyeri Non Farmakologi pada Ibu Post Seksio Sesarea di Irna Kebidanan Rumah Sakit (kode031)
  32. Gambaran Pelaksanaan 7T pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas (kode032)
  33. Gambaran Pemberian ASI Dini dan Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Dini (kode033)
  34. Gambaran Penatalaksanaan Cara Memandikan Neonatus 0-7 hari terhadap Ibu Nifas di BPS (kode034)
  35. Gambaran Pengetahuan Akseptor KB Suntik Tentang Efek Samping Depo Medroxyprogesterone Asetat (DMPA) di RB (kode035)
  36. Gambaran Pengetahuan Bidan tentang Asuhan Persalinan Kala I di Bidan Praktek Swasta (kode036)
  37. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kecemasan dalam Menghadapi Persalinan di RSU (kode041)
  38. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Perawatan Payudara Selama Kehamilan di Desa (kode042)
  39. Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas tentang Perawatan Postpartum di RB (kode043)
  40. Gambaran Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Perubahan Fisiologis Selama Kehamilan di Klinik Bersalin (kode044)
  41. Gambaran Pengetahuan Ibu Primipara Tentang Metode Amenorea Laktasi (MAL) di desa (kode045)
  42. Gambaran Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian Makanan Pendamping ASI di Kelurahan (kode050)
  43. Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Gejala-gejala Fisik pada Masa Menopause di Desa (kode046)
  44. Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Gizi Seimbang pada kehamilan (kode047)
  45. Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Kebutuhan Gizi pada Masa Menopause di Desa (kode049)
  46. Gambaran Pengetahuan PUS tentang Manfaat Pemeriksaan PAP Smear di Desa (kode056)
  47. Gambaran Pengetahuan Pasca Natal tentang Menyusui yang Benar di Desa (kode051)
  48. Gambaran Pengetahuan Pasien tentang Manfaat Kebutuhan Tidur terhadap Proses Penyembuhan Penyakit (kode052)
  49. Gambaran Pengetahuan Perokok Aktif tentang Penyakit Kanker Paru (kode053)
  50. Gambaran Pengetahuan Petugas Kesehatan tentang Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas (kode054)
  51. Gambaran Pengetahuan Pria Tentang Metode Operatif Pria (MOP) di Wilayah Puskesmas (kode055)
  52. Gambaran Pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche di SMP Negeri 5 (kode057)
  53. Gambaran Pengetahuan Remaja tentang Obesitas di SMP (kode058)
  54. Gambaran Pengetahuan Siswi tentang Flour Albus di SLTPN (kode059)
  55. Gambaran Pengetahuan Wanita Umur 40-60 Tahun tentang Menopause di Desa (kode062)
  56. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pencapaian Tumbuh Kembang Balita 4-5 Tahun di TK (kode037)
  57. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Penderita HIV AIDS di Kelurahan (kode038)
  58. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja SMA terhadap Infeksi Menular Seksual (kode039)
  59. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Siswa SMUN 1 tentang Pendidikan Seks (Sex Education) (kode040)
  60. Gambaran Pengetahuan tentang Perawatan Bayi Prematur di RSU (kode060)
  61. Gambaran Pengetahuan tentang Seks Bebas pada Mahasiswa yang Tinggal di Kost (kode061)
  62. Gambaran Perilaku Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi di Kecamatan (kode063)
  63. Gambaran Prilaku Ibu Mengenai Status Gizi Buruk pada Balita di Desa (kode064)
  64. Gambaran Rendahnya Cakupan Penimbangan Balita di Posyandu (kode065)
  65. Gambaran Sikap Remaja terhadap Bahaya Seks Bebas di Sekolah (kode066)
  66. Gambaran Status Gizi Anak di Panti Asuhan (kode067)
  67. Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Pasca Melahirkan terhadap Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif di RSUP (kode069)
  68. Gambaran Tumbuh Kembang pada Balita yang Mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Play Group (kode070)
  69. Gambaran Umum Evaluasi Program Perbaikan Gizi yang Dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (kode071)
  70. Gambaran pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Campak di Klinik Bersalin (kode048)
  71. Gambaran tentang Penderita TB Paru di Puskesmas (kode068)
  72. Hubungan Antara Pengetahuan Orang Tua tentang Pemberian Makan Kepada Anak dengan Kejadian Obesitas pada Balita (kode078)
  73. Hubungan Berat Badan Lahir dengan Ruptur Perineum Persalinan Normal pada Primigravida di BPS (kode081)
  74. Hubungan Karakteristik Ibu Balita dengan Tumbuh Kembang Balita (kode083)
  75. Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Pengetahuan Asupan Makanan Bergizi di Desa (kode084)
  76. Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Pengetahuan Manfaat Tablet Zat Besi (kode085)
  77. Hubungan Karakteristik Ibu Menyusui terhadap Pemberian ASI di UPT Puskesmas (kode086)
  78. Hubungan Karakteristik Sikap dan Pengetahuan Ibu Menyusui dengan Pemberian ASI Eksklusif (kode087)
  79. Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan Ibu dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi KB (kode082)
  80. Hubungan Kondisi Rumah Terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru BTA positif di Wilayah Kerja Puskesmas (kode088)
  81. Hubungan Lingkar Pinggang dengan Kejadian Hipertensi di Poli Interne RSUD (kode089)
  82. Hubungan Motivasi Ekstrinsik Dalam Pembelajaran Laboratorium Dengan Kemampuan Dalam Asuhan Persalinan Normal Mahasiswa (kode090)
  83. Hubungan Pemberian Pendidikan Seks Sejak dini dengan Perilaku Seksual pada Remaja di SMA (kode091) - New !!
  84. Hubungan Penatalaksanaan Personal Hygiene dengan Pemenuhan Rasa Nyaman pada Pasien Rawat Inap (kode092) - New !!
  85. Hubungan Pendidikan dan Paritas dengan Pemberian Prelaktial pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas (kode093) - New !!
  86. Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi dengan Ketetapan Waktu Pemberian Imunisasi DPT HB Kombinasi pada Bayi 2-11 Bulan di Posyandu (kode094) - New !!
  87. Hubungan Pengetahuan Orang Tua dg Minat Orang Tua dalam Memberikan Stimulasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 4-5 Tahun di TK (kode095) - New !!
  88. Hubungan Penguasaan Mata Kuliah Inti Kebidanan dengan Sikap terhadap Profesi Bidan (kode096) - New !!
  89. Hubungan Peran Kader Posyandu dengan Cakupan Imunisasi Campak di Puskesmas (kode097) - New !!
  90. Hubungan Preeklampsia dengan Berat Bayi Lahir Rendah (kode098) - New !!
  91. Hubungan Terapi Diet Bebas Gluten dan Kasein dengan Perkembangan Anak Autisme (kode099) - New !!
  92. Hubungan Tingkat Ekonomi dan Budaya dengan Kepemilikan Jamban Keluarga di Desa (kode100) - New !!
  93. Hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dan Lingkar Perut dengan Kejadian Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan (kode072)
  94. Hubungan antara Kebiasaan Merokok pada Remaja Usia 15-19 tahun dengan Gangguan Pola Tidur (Insomnia) di STM (kode073)
  95. Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas II SMU (kode074)
  96. Hubungan antara Motivasi Menjadi Bidan dengan Prestasi Belajar Asuhan Kebidanan Ibu Hamil pada Mahasiswa Program Studi D III Kebidanan (kode075)
  97. Hubungan antara Pemberian Makanan Tambahan Dini dengan Pertumbuhan Berat Badan Bayi (kode076)
  98. Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Kehamilan pada Remaja di SMAN (kode077)
  99. Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil dengan Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan K4 di Desa (kode080)
  100. Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap tentang Bahaya Rokok dengan Tindakan Pencegahan Merokok Siswa di Sekolah (kode079)
anda seorang blogger/pengelola web ingin mendapatkan source code daftar link diatas langsung copy paste ke dalam Edit HTML Blog anda atau daftar link diatas download langsung dari 4shared.com silahkan download KLIK DISINI

free counters
Baca selengkapnya - DOWNLOAD KTI KEBIDANAN LENGKAP dokumen word-doc

DOWNLOAD KTI / SKRIPSI KEPERAWATAN LENGKAP dokumen word-doc

sebelum anda download silahkan kunjungi halaman ini KLIK DISINI

DOWNLOAD KTI / SKRIPSI KEPERAWATAN LENGKAP (dokumen word-doc) :
Berikut adalah Kumpulan KTI (Karya Tulis Ilmiah) Keperawatan sudah dalam bentuk dokumen Word (.doc). KTI ini akan terus saya tambah, silahkan anda KLIK JUDULnya untuk melihat dan DOWNLOAD:

  1. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN BAYI PREMATUR DI RSU
  2. GAMBARAN PENGETAHUAN KLIEN TENTANG GASTRITIS DI RSU ...... TAHUN 2009.
  3. HUBUNGAN PENGETAHUAN-PENDIDIKAN IBU DG PENINGKATAN STATUS GIZI ANAK USIA SEKOLAH 6-12 TH
  4. HUBUNGAN PERAN KADER POSYANDU DENGAN CAKUPAN IMUNISASI CAMPAK DI PUSKESMAS
  5. HUBUNGAN PERILAKU MAKAN DG KEJADIAN APENDISITIS PADA PASIEN APENDIKS DI RUANG BEDAH RSUD
  6. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE II (NIDDM)
  7. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN POST OP APENDISITIS
  8. HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DG INTENSITAS NYERI DADA PD PASIEN MCI DI R.JANTUNG ICU RSUD
  9. ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN “M” DENGAN GANGGUAN SISTEM UROGENITALIA – UROLITHIASIS
  10. ASKEP PD KLIEN Ny. N DG POST PARTUM SECTIO CAESAREA DG INDIKASI LETAK LINTANG DI R.NIFAS
  11. FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA REUMATIK PADA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL
  12. HUBUNGAN PENGETAHUAN-PENDIDIKAN IBU DG PENINGKATAN STATUS GIZI ANAK USIA SEKOLAH 6-12 TH
  13. GAMBARAN PEMANFAATAN PELAYANAN PUSKESMAS
  14. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH
  15. HUBUNGAN PENERAPAN ASPEK SPIRITUALITAS PERAWAT DG PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL DI RS
  16. ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. S DENGAN MASALAH KB DI DESA (askep komunitas)
  17. HUBUNGAN OBESITAS DAN POLA MAKAN DG KEJADIAN DIABETES MELLITUS PADA USIA LANJUT DI RSUD
  18. ASKEP PADA TN. “A” DG GANGGUAN KARDIOVASKULER INFARK MIOKARD AKUT DI RUANG ICUICCU
  19. ASKEP PADA KLIEN NY. S DENGAN GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULER IMA (ASKEP KOMUNITAS)
  20. ASKEP PD KLIEN AN. H DG GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN DEMAM TYPHOID DI RUANG PERAWATAN ANAK
  21. ASKEP PADA Ny. K DENGAN POST PARTUM INDIKASI EPISIOTOMI DI RUANG NIFAS RUMAH BERSALIN
  22. ASKEP PADA KLIEN TN. S DGGANGGUAN SISTEM PENCERNAAN GASTRITIS AKUT DI RUANG PERAWATAN



free counters
Baca selengkapnya - DOWNLOAD KTI / SKRIPSI KEPERAWATAN LENGKAP dokumen word-doc

BRONCHO PNEUMONIA

BRONCHO PNEUMONIA

PENGERTIAN
Pneumonia adalah radang paru-paru yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam, sperti bakteri, virus, jamur, dan benda-benda asing.

KLASIFIKASI
Berdasarkan anatomiknya, pneumonia dibagi atas pneumonia lobaris, pneumonia lobularis (bronchopneumonia) dan pneumonia interstitial (bronchitis).
Berdasarkan etiologinya, dibagi atas;
Bakteri
Pneumokok, merupakan penyebab utama pneumonia. Pada orang dewasa umumnya disebabkan oleh pneumokok serotipe 1 samapi dengan 8. Sedangkan pada anak-anak serotipe 14, 1, 6, dan 9. Inseiden meningkat pada usia lebih kecil 4 tahun dan menurun dengan meningkatnya umur.
Steptokokus, sering merupakan komplikasi dari penyakit virus lain, seperti morbili dan varisela atau komplikasi penyakit kuman lainnya seperti pertusis, pneumonia oleh pnemokokus.
Basil gram negatif seperti Hemiphilus influensa, Pneumokokus aureginosa, Tubberculosa.
Streptokokus, lebih banyak pada anak-anak dan bersifat progresif, resisten terhadap pengobatan dan sering menimbulkan komplikasi seperti; abses paru, empiema, tension pneumotoraks.

Virus
Virus respiratory syncytial, virus influensa, virus adeno, virus sistomegalik.

Aspirasi
Pneumonia hipostatik
Penyakit ini disebabkan tidur terlentang terlalu lama.
Jamur
Sindroma Loeffler.

GEJALA KLINIK
Bronchopneumoni biasanya didahului oleh infeksi traktus respiratorius bagian atas selama beberapa hari. Suhu dapat naik mendadak sampai 30 - 40 ° C.dan mungkin disertai kejang karena demam yang tinggi. Anak sangat gelisah, sesak dan sianosis sekunder hidung dan mulut, pernapasan cuping hidung merupakan trias gejala patognomik. Kadang-kadang disertai muntah dan diare. Batuk mula-mula kering kemudian jadi produktif.

PEMERIKSAAN FISIK
Pada stadium awal sukar dibuat diagnosa dengan pemeriksaan fisik. Tapi dengan adanya napas cepat dan dangkal, pernapasan cuping hidung, serta sianosis sekitar hidung dan mulut. Harus dipikirkan kemungkinan pneumonia. Hasil pemeriksaan fisik tergantung dari pada luas daerah yang terkena. Pada perkusi toraks sering tidak ditemukan kelainan. Pada auskultasi suara napas vesikuler dan lemah. Terdapat ronchi basah halus dan nyaring. Jika sering bronchopneumonia menjadi satu (confluens) mungkin pada perkusi terdengar keredupan dan suara napas mengeras.



PEMERIKSAAN PENUNJANG
Secara laboratorik ditemukan lekositosis, biasanya 15.000 - 40.000 / m3 dengan pergeseran ke kiri. LED meninggi. Pengambilan sekret secara broncoskopi dan fungsi paru-paru untuk preparat langsung; biakan dan test resistensi dapat menentukan / mencari etiologinya. Tetapi cara ini tidak rutin dilakukan karena sukar. Pada punksi misalnya dapat terjadi salah tusuk dan memasukkan kuman dari luar. Foto rontgen dilakukan untuk melihat :
Komplikasi seperti empiema, atelektasis, perikarditis, pleuritis, dan OMA.
Luas daerah paru yang terkena.
Evaluasi pengobatan
Pada bronchopnemonia bercak-bercak infiltrat ditemukan pada salah satu atau beberapa lobur.

PENGOBATAN
Bila dispnea berat berikan Oksigen
IVFD ; cairan DG 10 % atau caiara 24 Kcl, Glukosa 10 % tetesan dibagi rata dalam 24 jam.
Pengobatan: Penicilin Prokain 50.000 unit / kg BB / hari dan Kloramfenikol 75 mg / kg BB/ hari dibagi dalam 4 dosis.

PROGNOSIS
Dengan menggunakan antibiotika yang tepat dan cukup, mortalitas dapat diturunkan sampai kurang dari 1 %.
Baca selengkapnya - BRONCHO PNEUMONIA

Mengapa Mereka Tergila-gila Facebook

Perkembangan teknologi komunikasi memang berpengaruh besar pada gaya hidup para remaja. Menurut penelitian, para remaja rata-rata mengirim pesan singkat atau SMS 10.000 teks per tahun.



Penelitian yang dilakukan Bebo, sebuah situs jaringan sosial populer Inggris, itu mengungkap, lebih dari 2/3 remaja menggunakan ponsel dan kamera digital untuk menyimpan gambar yang merekam kehidupan mereka. Hampir 75 persen dari responden memanfaatkan situs jaringan sosial untuk berbagi foto dan berhubungan dengan teman.

Lalu, sekitar 50 persen mengatakan, berhubungan dengan 250 teman secara teratur melalui internet. Sebagian besar remaja juga berujar, menghabiskan sebagian besar waktu luang mereka di internet. Hampir 1/3 dari responden mengatakan telah menyaksikan lebih dari 50 video online per minggu melalui situs-situs populer seperti YouTube dan Bebo, dan MySpace.

'Komunikasi dan sosilisasi adalah kesukaan yang paling populer di kalangan remaja hari ini,' kata Sharon Gavin, Direktur Komunikasi Global Bebo, yang memiliki lebih dari 11 juta pengguna di Inggris, seperti dikutip dari Telegraph.co.uk. 'Jika teknologi memungkinkan mereka untuk melakukan sosialisasi lebih mudah, pasti semuanya akan lebih menarik.'

Penelitian terbaru menunjukkan, penggunaan situs jejaring sosial pada dasarnya memberi banyak manfaat, bahkan untuk anak-anak. Studi MacArthur Foundation di Amerika Serikat menyimpulkan, penggunaan situs-situs seperti Bebo, Facebook dan MySpace membantu kaum muda belajar banyak hal.

'Kesukaan mereka pada teknologi, memberi mereka keterampilan bahasa dan teknologi, yang mereka butuhkan untuk berhasil di dunia kontemporer. Tanpa disadari mereka juga belajar bagaimana bergaul dengan orang lain, mengelola identitas publik, serta membuat homepage,' kata Mizuko Ito, salah satu peneliti dalam penelitian 'Living and Learning with New Media'.
Baca selengkapnya - Mengapa Mereka Tergila-gila Facebook

Vasektomi

Vasektomi
a. Pengertian
Vasektomi merupakan tindakan penutupan (pemotongan, pengikatan, penyumbatan) kedua saluran mani pria sebelah kanan dan kiri, yang terdapat dalam kantong buah zakar, sehingga pada waktu ejakulasi, cairan mani yang keluar tidak lagi mengandung sperma sehingga tidak terjadi kehamilan (BKKBN, 2006).
Tindakan vang dilakukan adalah lebih ringan daripada sunat atau khitan, pada umumnya dilakukan sekitar 10-15 menit.

b. Syarat peserta vasektomi
1) Tidak ingin punya anak lagi
2) Sukarela dan telah mendapat konseling tentang vasektomi
3) Mendapat persetujuan dari isteri/keluarga harmonis
4) Jumlah anak sudah ideal, sehat jasmani dan rohani
5) Umur isteri sekurang-kurangnya 25 tahun
6) Mengetahui prosedur vasektomi dan akibatnya
7) Menandatangani formulir persetujuan (informed concent)

Vasektomi tidak dapat dilakukan jika:
1) Pasangan suami isteri masih menginginkan anak
2) Pasangan suami isteri belum mempunyai jumlah anak ideal, dan umur anak terkecil di bawah 5 tahun.
3) Suami menderita penyakit kelainan pembekuan darah, seperti hemofilia.
4) Jika keadaan jiwa suami isteri tidak stabil.
5) Jika ada tanda-tanda radang pada buah zakar, hernia (turun berok), kelainan akibat cacing tertentu pada buah zakar, penyakit darah tinggi dan kencing manis yang tidak terkontrol, penyakit paru-paru kronis dan penyakit jantung.

c. Pelaksanaan Vasektomi
Vasektomi merupakan operasi kecil dimana vas deferens yang berfungsi sebagai saluran transportasi spermatozoa dipotong dan disumbat. Setelah operasi minor ini, spermatozoa akan terbendung pada ujung vas sisi testis yang telah disumbat. Karena vasektomi tidak mempengaruhi fungsi dari kelenjar-kelenjar asesoris maka produksi cairan semen tetap berlangsung dan pria yang divasektomi tetap berejakulasi dan ejakulatnya tanpa mengandung sel spermatozoa. Testis juga tidak terpengaruh dan tetap berfungsi penuh sehingga pria tetap mempunyai perasaan, keinginan, dan kemampuan seksual yang sama dengan sebelum vasektomi (BKKBN, 2006).

d. Kelebihan vasektomi antara lain sebagai berikut:
1) Efektivitas tinggi (99,85%) untuk mencegah kehamilan.
2) Tidak ada kematian dan angka kesakitannya rendah.
3) Biaya lebih murah, karena membutuhkan satu kali tindakan saja.
4) Prosedur medis dilakukan hanya sekitar 10-15 menit.
5) Tidak mengganggu hubungan seksual setelah vasektomi.
6) Lebih aman, karena keluhan lebih sedikit dibandingkan dengan kontrasepsi lain.
e. Keterbatasan vasektomi, antara lain sebagai berikut:
1) Karena dilakukan dengan tindakan medis/pembedahan, maka masih memungkinkan terjadi komplikasi, seperti perdarahan, nyeri dan infeksi.
2) Tidak melindungi pasangan dari infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV/AIDS.
3) Bila isteri tidak menggunakan kontrasepsi, maka suami harus menggunakan kondom selama 20-25 kali senggama atau tiga bulan setelah vasektomi.
4) Pada orang yang mempunyai problem psikologis dalam hubungan seksual, dapat menyebabkan keadaan semakin terganggu.
5) Vasektomi tidak menyebabkan impoten, karena vasektomi tidak menganggu syaraf dan pembuluh darah yang berperan dalam proses terjadinya ereksi. Ejakulasi-pun tidak berbeda dengan sebelumnya, cairan sperma (air mani) tetap dikeluarkan, karena pembentuk air mani (vesikula seminalis) tetap berfungsi. Vasektomi juga tidak mempengaruhi fungsi libido (nafsu seksual) karena hormon kejantanan (testoteron) tetap diproduksi (BKKBN, 2006)
Baca selengkapnya - Vasektomi

Antenatal Care (ANC)

Antenatal Care (ANC)
a. Pengertian
ANC adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala, yang diikuti dengan untuk koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan. (Dep.Kes RI, 1996).

b. Tujuan ANC
1. Untuk mengetahui wanita itu hamil atau tidak
2. Untuk mengetahui kemungkinan kelainan
3. Untuk pengawasan yang lebih sempurna
4. Untuk mendapatkan nasehat bagi kesehatan ibu dan janin
5. Untuk mendapatkan imunisasi TT, tablet zat besi, tablet multivitamin yang mengandung mineral.

Menurut Wiknjosastro(1999) tujuan ANC :
1. Sekurang-kurangnya dapat menjaga kesehatan wanita hamil dari awal kehamilan sama sehatnya atau lebih sehat.
2. Menemukan serta mengobati kelainan fisik psikologis secara dini.
3. Wanita melahirkan tanpa mengalami kesulitan dan bayi yang di lahirkansehat secara fisik dan mental.
c. Manfaat ANC
1. Dapat mengikuti dan mengetahui keadaan kesehatan ibu dan janin sehingga jika ada kelainan bisa segera di perbaiki.
2. Mendapat tablet penambah darah dan zat besi, suntikan TT atau obat-obataan ibu hamil yang diperlukan.
3. Agar bisa memperoleh nasehat-nasehat tentang kesehatan dan keluarga berencana meliputi:
- perawatan diri selama hamil
- kebutuhan makan
- penjelasan tentang kehamilan
- persiapan persalinan
- tandabahaya pada kehamilan dan persalinan
- penyuluhan KB

d. Tempat ANC Dilakukan Oleh Bidan/Dokter
1. Posyandu bila ada bidan
2. Polindes atau bidan desa
3. Puskesmas pembantu bila ada
4. Puskesmas
5. Rumah sakit
6. Praktek swasta bidan atau dokter

e. Waktu Kunjungan ANC
1. ANC dilakukan lebih sering akan lebih baik
2. Jika tidak ada keluhan ANC dilakukan paling sedikit 4 kali :
• Usia kehamilan 1-28 minggu(triwulan 1): 1x per bulan
• Usia kehamian 29-36 minggu(triwulan 2): 2x per bulan
• Usia kehamilan 37-40 minggu(triwulan3): 1x per minggu

f. Standar Pelayanan ANC Yang Diperoleh
1. Pengukuran tinggi badan
2. Pengukuran tekanan darah
3. Pemeriksaan dan pengukuran tinggi puncak rahim
4. Pemberian Tetanus Toxoid
5. Pemberian tablet penambah darah
6. Tes terhadap PMS
7. Temu wicara membicarakan persiapan persalinan dan tempat rujukan.

6. Kunjungan ANC
Menurut pedoman kebidanaan dasar, pelayanan antenatal bertujuan untuk mengetahui keadaan dan keluhan yang dirasakan ibu. (Depkes,1999) Kunjungan ibu hamil merupakan pelayanan antenatal dengan tenaga standar yang ditetapkan terbagi menjadi :
a. Kunjungan K1
Merupakan kesempatan pertama untuk menilai keadaan kesehatan ibu dan janinnya, sekaligus menentukan kualitas interaksi antara pelaksana pelayanan dengan ibu sebagai klien dikemudian hari. Pemeriksaan K1 meliputi:
1. Identifikasi diri ibu hamil.
2. Jumlah anak.
3. Jumlah anak yang diinginkan dan metode KB yang dipakai.
4. Riwayat kehamilan dan persalinan.
5. Umur persalinan dan hari tafsiran persalinan berdasarkan keberanian ibu.
6. Keluhan yang dirasakan selama kehamilan ini.
7. Obat yang diminum ibu hamil.
a) Perlu diketahui obat – obatan apa saja yang diminum ibu untuk pengobatan penyakit yang diderita ibu. Ibu hamil perlu minum satu tablet zat besi – folat / hari selama paling sedikit 90 hari.
b) Bila ibu tinggal di daerah endemis malaria : 300 mg kloroquin (2 tablet @ 150 mg)/minggu sejak kehamilan 3 bulan sampai 6 minggu setalah persalinan.
8. Suntikan tetanus toksoid (TT)
9. Hal – hal lain yang mungkin dicemaskan oleh ibu.

b. Kunjungan Ulang
Berdasarkan kehamilan yang dilakukan secara teratur akan memberikan kesempatan untuk mengetahui kelainan secara dini, serta perkambangan dan keadaan dan keluhan pada kunjungan sebelumnya. Pemeriksaan yang dilakukan pada kunjungan ulang :

1. Perkembangan keluhan yang lalu.
2. Keadaan umum ibu.
3. Adanya tanda bahaya kehamilan:
a. Pendarahan
b. Pusing yang hebat, masalah penglihatan, bengkak wajah dan tangan
c. Nyeri ulu hati.
d. Janin tidak banyak bergerak seperti biasa.
4. Keluhan lain, misalnya:
a. Nyeri pada waktu buang air kecil
b. Mudah merasa lelah.
c. Mual dan muntah – muntah.
d. Keputihan atau gatal–gatal di vulva yang tidak biasa, dll.
5. Tablet zat besi.
6. Suntikan TT.
7. Umur kehamilan.
8. Hal – hal lain :
Apakah ibu ingin menanyakan hal – hal lain yang ingin diketahuinya lebih lanjut atau hal – hal yang membuat ibu cemas.

"
Baca selengkapnya - Antenatal Care (ANC)

KOTAK PENCARIAN:

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:

=====
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...