Berciuman Dapat Menghilangkan Stress

KapanLagi.com: Woman
KapanLagi.com: Woman
Berciuman Dapat Menghilangkan Stress
Dec 4th 2011, 00:00

Berciuman bukan hanya sekedar ungkapan kasih sayang antara sepasang kekasih, tetapi juga sekaligus dapat membantu merilekskan tubuh dan menghilangkan stress.

KapanLagi.com - Bila berciuman dipandang sebagai sebuah kegiatan intim semata, ternyata para ilmuwan angkat suara tak setuju. Menurut penelitian yang dilakukan beberapa waktu ini, berciuman memberikan manfaat berbeda selain keintiman.

Meningkatkan immune tubuh

Studi ini dilaporkan dalam jurnal Medical Hypotheses, seperti dikutip dari YourTango, yang mengungkapkan bahwa berciuman dapat meningkatkan immune tubuh wanita. Seperti pada kasus penyebaran virus Cytomegalovirus, Cytomegalovirus sendiri merupakan virus yang berpindah melalui kontak bibir, dapat menyebabkan kebutaan dan gagal hamil. Karena adanya virus semacam ini, tubuh kemudian membuat antibodi yang kemudian meningkatkan immune tubuh untuk memeranginya.

Berciuman membakar kalori

Beberapa laporan penelitian yang berbeda menunjukkan bahwa berciuman memang membakar kalori apabila dilakukan 2 - 6 menit. Memang, kalori yang dibakar tidak sebesar saat kita berlatih di atas threadmill, tetapi setidaknya ada kalori yang terbakar dalam setiap kegiatan intim, bahkan berciuman sekalipun.

Berciuman melatih otot wajah

Tak hanya senyuman saja yang dapat melatih otot wajah, berciuman, menurut peneliti juga dikatakan bisa melatih otot wajah. Bahkan menurut peneliti, ada 30 otot wajah yang bergerak secara bersamaan saat berciuman.

Berciuman membantu memilih pasangan

Seorang ahli antroplogi Helen Fisher pernah menjabarkan hal tersebut dalam bukunya DISCOVER YOUR TYPE (IT REALLY EXISTS), dikatakan dalam buku tersebut bahwa ada jaringan di area lidah, bibir, pipi dan hidung yang dapat merasakan dengan sangat detail. Indera tersebut kemudian yang paling berperan merasakan sentuhan, temperatur dan aroma. Sehingga saat kedua orang berciuman, mereka benar-benar bisa saling merasakan, mendengar dan melihat jauh ke dalam diri. Mungkin bagi orang lain yang melihat tampak seperti berciuman biasa, namun bagi yang melakukannya, ada sebuah hal yang sedang dibangun oleh keduanya.

Untuk itulah, tak semua ciuman terasa istimewa bagi pasangan. Dan saat Anda menemukan ciuman yang paling berkesan, di sanalah Anda dapat merasakan siapa yang paling terikat secara emosi dengan Anda.

Berciuman dapat membuat rileks

Para ilmuwan menemukan bahwa hormon oxytocin meningkat saat berciuman, hormon tersebut membuat perasaan dan tubuh menjadi lebih rileks, sehingga secara otomatis endorphins juga meningkat dan muncul perasaan bahagia. Di saat ini Anda akan merasa jauh lebih rileks dan tingkat stress dapat ditekan. (wo/bee)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Baca selengkapnya - Berciuman Dapat Menghilangkan Stress

Minum Dari Botol Plastik Ternyata Berbahaya

KapanLagi.com: Woman
KapanLagi.com: Woman
Minum Dari Botol Plastik Ternyata Berbahaya
Dec 4th 2011, 00:00

Botol plastik paling praktis untuk membawa minuman, dari air mineral hingga jus kesukaan, tapi ternyata berbahaya untuk kesehatan.

KapanLagi.com - Tidak mudah pecah, anti bocor, ringan dan menarik secara penampakan, kemasan plastik serasa menjadi solusi mengemas makanan dan minuman yang paling ideal. Anda yang terbiasa membawa sebotol minuman ke mana-mana, atau suka membeli makanan dan minuman secara take home tentu sangat senang dengan kemasan ini.

Namun kepraktisan ini ternyata juga membawa bahaya untuk kesehatan. Bahan plastik memiliki bahan kimia yang bisa mengontaminasi makanan dan minuman yang disimpan di dalamnya, yaitu bahan kimia yang disebut phthalates dan BPA (Bisphenol A). Penelitian ini dilakukan di University of Michigan dan menemukan bahwa bahan-bahan kimia ini akan memengaruhi level hormon tiroid Anda.

Seperti diberitakan di fyiliving, studi yang melibatkan 1346 orang dewasa dan juga 329 remaja ini menemukan ada hubungan yang signifikan antara meningkatnya kadar kimia kemasan yang ikut masuk ke dalam tubuh manusia dengan level hormon tiroid seseorang. Kadar kimia ini dilihat dari tes urine yang dilakukan pada subyek penelitian. Keterkaitan ini paling tinggi ada pada bahan kimia bernama DEHP, sebuah phthalate yang umumnya ikut masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. DEHP dan juga jenis phthalates lainnya ditemukan juga di berbagai perangkat plastik dan barang-barang yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Subyek penelitian dengan level DEHP tertinggi memiliki penurunan level hormon tiroid hingga 10 persen.

Perlu diketahui, kelenjar tiroid sangat penting untuk kelangsungan berbagai proses metabolis dalam tubuh. Hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid sangat memengaruhi level energi dan juga memengaruhi fungsi reproduktif, kardiovaskuler, sistem paru-paru serta tingkat kecemasan seseorang. Oleh karena itu segala hal yang berkaitan dengan kelenjar tiroid selalu menjadi fokus penting para praktisi kesehatan. (wo/miw)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Baca selengkapnya - Minum Dari Botol Plastik Ternyata Berbahaya

Saat Sahabat Sedang Dimabuk Cinta

KapanLagi.com: Woman
KapanLagi.com: Woman
Saat Sahabat Sedang Dimabuk Cinta
Dec 4th 2011, 00:00

Dari yang ke mana-mana berdua, sekarang malah bertiga. Sialnya lagi, Anda yang selalu tersisihkan karena mereka dimabuk cinta.

KapanLagi.com - Ketika masih sama-sama single, suka-duka hidup selalu dibagi bersama di antara dua sahabat. Saat membayangkan nantinya Anda dan sahabat akan memiliki pasangan sendiri-sendiri, masing-masing berjanji dalam hatinya tidak akan mengacuhkan yang lain dan persahabatan mereka nomor satu dibanding kekasih masing-masing.

Banyak yang berhasil mewujudkan hal ini, persahabatan tidak terganggu walaupun kedua sahabat sudah sama-sama membina rumah tangga. Namun banyak juga yang harus makan ati ketika sahabatnya dimabuk cinta dan dia harus menerima kenyataan sebagai single yang ditinggalkan sahabatnya. Jika Anda mulai merasa demikian, berikut taktik dari ahli perilaku, Dr Pam Spurr, seperti dikutip dari Daily Mail.

Jika Anda di posisinya

Sebelum dongkol, coba bayangkan bagaimana jika Anda yang berada di posisinya. Mungkin Anda juga akan sangat senang hingga ingin menghabiskan waktu bersama kekasih ketimbang bersama sahabat. Coba lihat lagi bagaimana perilaku kekasih sahabat Anda, mungkin dia memang begitu menyita perhatian entah karena pesona atau karena sifatnya yang mendominasi.

Pahami perasaan Anda

Hei.. sebenarnya apa yang membuat Anda merasa sedih atau jengkel dengan sahabat? Cobalah menggali perasaan Anda sendiri. Apakah benar-benar karena sikap sahabat Anda yang menyebalkan? Atau jangan-jangan karena dalam lubuk hati terdalam Anda merasa 'mengapa itu tidak terjadi padaku'.

Apa Anda terlalu bergantung?

Punya sahabat yang menyenangkan kadang-kadang membuat kita tanpa sadar bergantung padanya. Kebahagiaan kita menjadi digantungkan pada sahabat. Anda mengandalkan dia menjadi tempat berbagi masalah, mengandalkan dia saat Anda tidak mau terlihat sendirian di depan umum, mengandalkan dia ketika orang-orang menanyakan 'kapan menikah'. Jika ini masalahnya, maka Anda harus lebih mandiri saat ini juga.

Menyibukkan diri dengan hal baru

Kesedihan karena tidak diacuhkan sahabat sering membuat Anda tidak bisa melihat sisi positifnya. Saat inilah Anda bisa melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak bisa dilakukan berdua dengan sahabat Anda. Salah satunya adalah dengan menjadi magnet pertemanan di setiap acara yang Anda hadiri! Anda bintangnya, dan inilah saatnya memancarkan pesona Anda tanpa takut sahabat Anda merasa didominasi.

Lugas dan tegas berbicara

Well, terkadang seorang sahabat yang dimabuk cinta memang menyebalkan, menempatkan Anda di bawah kekasihnya. Jika hal ini benar-benar terjadi, seperti contohnya dia membatalkan rencana hang out dengan Anda di menit-menit terakhir karena kekasihnya ingin bersamanya, Anda bisa mengatakan dengan lugas dan tegas bahwa hal itu tidak menyenangkan.

Double date

Jika pergi bersama sahabat Anda menjadi tidak menyenangkan lagi karena dia selalu mengajak kekasihnya, rancang saja sebuah double date. Minta kekasih sahabat Anda untuk membawa teman pria juga untuk Anda. Fair enough, isn't it?

Menerima kenyataan

Ketika sahabat tidak lagi peduli dengan Anda, dan setiap perjumpaan hanya berujung pada hal tidak menyenangkan, maka itulah saat Anda harus merelakan sahabat Anda pergi. Ada banyak petualangan dengan orang-orang baru menanti Anda di depan, jadi jangan takut untuk berjalan sendirian. (wo/miw)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Baca selengkapnya - Saat Sahabat Sedang Dimabuk Cinta

Jahe Jeruk Nipis Panas Dingin

KapanLagi.com: Woman
KapanLagi.com: Woman
Jahe Jeruk Nipis Panas Dingin
Dec 4th 2011, 00:00

Minuman menyegarkan ini bisa dihidangkan panas maupun dengan es batu.

KapanLagi.com - Jahe dan jeruk nipis, perpaduan keduanya biasanya akan menghasilkan minuman hangat yang cocok untuk menemani waktu santai di malam hari atau saat hujan. Padahal, minuman ini juga nikmat disajikan dingin saat matahari sedang terik. Coba saja!

Bahan:

250 ml air 100 gram jahe, cuci, memarkan 1 lembar daun pandan 1 sdm gula pasir 1/4 bagian jeruk nipis, ambil airnya

Cara Membuat:

1. Rebus air, jahe dan daun pandan hingga mendidih dan mengeluarkan aroma harum.

2. Saring air dan masukkan dalam gelas.

3. Tambahkan air jeruk nipis, aduk rata. Sajikan hangat.

4. Jika Anda ingin menyajikannya sebagai hidangan segar, tunggu hingga dingin dan masukkan beberapa buah es batu. (wo/wsw)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Baca selengkapnya - Jahe Jeruk Nipis Panas Dingin

Kanvas Berjalan Agnes Budhisurya

Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
Kanvas Berjalan Agnes Budhisurya
Dec 4th 2011, 00:24

Minggu, 04 Desember 2011 | 06:26 WIB

TEMPO.CO, - Agnes Budhisurya bukan satu-dua tahun menjadi perancang busana. Desainer yang tergabung dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia kelahiran Jember pada 1945 ini sudah merancang busana sejak kuliah, pada 1970-an.

Saat itu karya Agnes malah sudah dipasarkan di luar negeri, lewat pameran internasional. Aksen dalam desain pertamanya banyak menggunakan bordir. Dalam perjalanan waktu, ia banyak menonjolkan lukisan di busana rancangannya. Sampai kini, lukisanlah yang menjadi ciri khas karyanya.

Di Jakarta Fashion Week 2012, Agnes menampilkan 48 koleksi busana bertema "Art in Fashion". Pemilihan bahan polos warna natural (hijau, cokelat, biru, terakota) berjenis sutra sifon atau taffeta yang ringan dan lembut, diberi coretan lukisan motif-motif bunga yang warnanya dihasilkan dari teknik cat tekstil media air.

Untuk teknik pewarnaan, waktu pembuatannya seminggu sampai dua bulan. "Tergantung tingkat kesulitan dan suasana hati. Kalau bagus, seminggu saja bisa selesai," kata Agnes.

Melukis di atas bahan lebih sulit dibanding melukis di atas kanvas. Menurut Agnes, selain perbedaan media dan pewarna (cat air dan cat minyak), ada perbedaan perlakuan pada bahan.

Bila melukis di atas bahan (Agnes mewarnai dengan kuas), cat yang tumpah harus segera dikeringkan karena bisa melebar ke bagian lain. Tapi tidak jarang "kecelakaan" pada proses pewarnaan itu menghasilkan motif tak terduga dan indah. Setelah diwarnai, baru bahan diberi motif.

Agnes menggunakan kain dan batik yang diberi cat ulang. Ia juga terinspirasi oleh ragam flora Nusantara sehingga membuat motif tumbuh-tumbuhan dan fauna, seperti daun monstera, bunga bougenville, heliokonia, simbar menjangan, dan kadak Papua.

Teknik memotong dan aplikasi menjadi pilihan alternatif bagi Agnes untuk menghasilkan motif lebih indah. Menurut Agnes, motif asli dari perajin batik yang masih naif dan natural dia sempurnakan. "Tanpa harus merusak keindahan aslinya."

Di sinilah pengaruh ketenangan dan kematangan dalam membuat desain. Jam terbang sebagai desainer dan keinginan menampilkan karya terbaik turut menentukan hasil akhir sebuah desain.

Beberapa koleksi yang diberi nama Aku dan Anugerah-Nya memperlihatkan kelembutan kain yang memberi siluet indah pada lekuk tubuh pemakainya. Keindahan pemberian Sang Pencipta itu dituangkan dalam lukisan di kain panjang berbentuk mantel lebar, menjuntai dan melayang di punggung. Modelnya sederhana, tangan dimasukkan di lubang pada sisi bahan.

Busana malam yang elegan berupa gaun warna hitam berpotongan dada rendah, jaket bahan menerawang, serta detail motif bunga teknik tempel di bagian punggung, dada, dan kedua bahu juga ia pamerkan.

Busana Agnes memadukan keindahan dan femininitas dalam potongan desain yang tak rumit. Blazer warna hijau lumut diberi hiasan aplikasi motif bunga pada dada. Tak ada kancing. Padanannya: rok panjang lebar, yang diberi aksen ikat pinggang lebar.

Sekalipun usianya telah 60 tahunan, Agnes menawarkan pilihan kepada pemakai busana usia muda. Ada dua gaya busana etnik, yakni tank top yang memperlihatkan perut, yang dipadankan dengan celana ketat dan balutan selendang bermotif bunga. Selain itu, gaun pendek asimetris dengan rok mini bahan tenun.

Pada event fashion tersebut, Agnes berkolaborasi dengan desainer aksesori, Ariani Pradjasaputra. Salah satunya, desain kemben, celana warna gradasi, dan jaket tenun. Kalung bulat dan besar dari bahan perak sebagai pusat daya tarik penampilan.

Beberapa koleksi memakai hiasan kepala berbentuk bunga dan dedaunan. Sudah delapan tahun ini Agnes dan Ariani bekerja sama untuk merek aksesori Aarti-Pieces of Art, koleksi premium dan terbatas bergaya etnik kontemporer.

EVIETA FADJAR

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Baca selengkapnya - Kanvas Berjalan Agnes Budhisurya

Perut Buncit Jadi Biang Penyakit

Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
Perut Buncit Jadi Biang Penyakit
Dec 4th 2011, 00:24

Minggu, 04 Desember 2011 | 06:15 WIB

TEMPO.CO,  - Kenikmatan menyantap jeroan sapi atau kikil berkuah santan tinggal kenangan bagi Hadiono. Sejak 2007, dokter memvonis bapak 10 anak itu mengidap diabetes melitus tipe 2, sehingga makanan yang kaya akan lemak harus dipantang.  Kini, sayur dan buah yang harus diperbanyak agar kadar gula darah pria 79 tahun itu tak melonjak.

Tingginya kadar gula darah membuat pria bertubuh gemuk itu limbung sehingga harus mendapat perawatan medis.  Tubuh gemuk plus gemar menyantap makanan tinggi lemak adalah risiko tinggi untuk terjadinya diabetes, yang kerap disebut dengan penyakit gula. Apalagi usia sudah di atas 45 tahun.

"Lemak yang menumpuk di dalam perut atau lemak visceral adalah dasar untuk terjadinya diabetes," kata Dante Saksono Harbuwono, dokter spesialis endokrinologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Hasil penelitian yang melibatkan lebih dari 700 orang dewasa dan diungkap dalam jurnal Annals of Neurology, Mei 2010, menyatakan, semakin berat volume lemak visceral, risiko untuk terkena diabetes tipe 2 akan terdongkrak. Karena itu, Dante mengingatkan, "Orang dengan perut buncit harus ekstra-waspada karena lebih rentan terkena diabetes."

Diabetes tipe 2 alias non-insulin dependent diabetes mellitus adalah diabetes yang tidak tergantung insulin. Meski tak serepot pada tipe 1, yakni diabetes tergantung insulin, diabetes tipe 2 tak boleh diremehkan.

Maklum, risiko komplikasinya tetap besar, seperti terjadinya gangguan pada mata, kaki, dan kulit; terdongkraknya kemungkinan darah tinggi (hipertensi); serta meningkatnya kemungkinan serangan jantung dan stroke.

Angka kejadian diabetes tipe 2 di Ibu Kota cenderung naik. Bahkan diperkirakan satu dari delapan warga Jakarta mengidap penyakit ini. Hal itu berdasarkan riset populasi oleh Divisi Endokrin dan Metabolik RSCM pada 2006, yang menyebutkan 25,4 persen responden mengalami prediabetes dan 12,8 persen sudah mengalami diabetes. "Angkanya sekarang mungkin lebih dari itu," kata Dante.

Untuk membuang lemak di tubuh, termasuk di perut, diet rendah lemak adalah kuncinya. Diet ini gampang-gampang susah dilakukan. Maklum, dalam keseharian, menu dengan unsur lemak, seperti penggunaan minyak kelapa, selalu hadir di depan mata. Bahkan, dalam gado-gado dengan beragam sayur pun, minyak tetap terlibat lewat tahu goreng atau bumbu kacangnya.

Dante juga menyoroti salah kaprah dalam kebiasaan makan orang Indonesia, yakni mengkonsumsi buah dan sayur, seperti salad, sebagai makanan penutup. Sudah saatnya kebiasaan itu diubah: sayur dan buah di depan, baru mengkonsumsi makanan pokok, seperti nasi yang mengandung karbohidrat tinggi. "Makan buah dan sayur di depan bisa memenuhi lambung agar keinginan makan nasi menjadi berkurang," ujarnya.

Pertimbangan lain yang tak kalah penting, buah dan sayur yang masuk lebih dulu akan merangsang keluarnya hormon inkretin, sejenis hormon yang dikeluarkan saluran usus. Selanjutnya, inkretin akan menuju ke pankreas, sehingga organ ini mengeluarkan insulin.

Nah, saat kadar insulin sudah cukup, dan makanan tahap kedua yang mengandung karbohidrat masuk, insulin akan menyetel agar sumber makanan ini tidak menjadi penyebab tingginya kadar gula darah di tubuh. "Tentu, agar kadar gula darah tak melonjak, asupan makanan yang manis-manis juga harus dikurangi," kata Dante.

l DWI WIYANA

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Baca selengkapnya - Perut Buncit Jadi Biang Penyakit

Kuliner 'Jadul' di Pinggiran Kuta

VIVAnews - KOSMO
VIVAnews - KOSMO
Kuliner 'Jadul' di Pinggiran Kuta
Dec 3rd 2011, 23:12

Minggu, 4 Desember 2011, 06:12 WIB

Mutia Nugraheni

VIVAnews - Tak sadar, lidah kita ternyata mempunyai memori tersendiri dalam merekam cita rasa. Apalagi, jika dinikmati dalam suasana tempo dulu, pasti akan terasa sangat lengkap. Seperti, 'Warung Jadul' yang ada di jalan Sunset Road, Kuta, Bali.

Barang antik seperti rantang, kursi dari plat besi, ceret berbahan seng, kaleng kerupuk dan meja kayu, semuanya tertata apik di dalam tempat makan ini. Menu yang ditawarkan cukup klasik, seperti rendang jengkol, tahu tek, karedok, dan jus rujak. Meski terletak di Kuta, namun sasaran pelanggannya adalah orang Indonesia asli atau turis domestik.

"Saat ini yang saya amati turis domestik yang asli Indonesia lebih suka mencicipi makanan khas nusantara. Mereka sangat bangga dan percaya diri dengan aneka rasa bumbu yang diolah oleh para koki dari negeri sendiri," ujar Project Manager Warung Jadul, Gunawan Akhmad, Sabtu 3 Desember 2011.

Salah satu karakter yang ditonjolkan pada citra restoran ini adalah nama yang khas untuk tempat makan yang bertajuk "warung". Yaitu dengan mencoba membangun citra untuk menghilangkan anggapan bahwa tempat makan yang terkesan mahal, ternyata memiliki harga makanan dan minuman lumayan murah.

Warung yang berkapasitas untuk 150 orang ini berawal dari hobi sang pemilik yang saat ini tinggal di Kota Bandung. Ia sangat menyukai barang-barang antik, dan tak sadar koleksinya semakin menumpuk. Lalu, timbul ide untuk memamerkan koleksinya yang dikolaborasikan dengan kreatifitas membingkai tempat makan khas Indonesia.

Bisa dibilang, hampir semua makanan utama dari pelbagai daerah disajikan di tempat ini. Begitu juga minuman dan makanan penutup. Harga makanan dan minuman yang ditawarkan juga cukup terjangkau, antara Rp10 ribu hingga Rp80 ribu.

"Ornamen kuno, antik dan bangunan lumbung padi, akan selalu dikenang tiap insan pengunjung warung. Ditambah dengan cita rasa masakan khas nusantara yang selalu melekat di lidah orang Indonesia," kata Novianty, staf marketing Warung Jadul.

Laporan : Bobby Andalan | Bali

• VIVAnews

Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Kirim Komentar

Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
' ); $.ajax({ type: "POST", url: "/comment/load/", data: "valIndex=" + a + "&articleId=" + b + "&defaultValue=" + c, success: function(msg){ $("#loadkomen").html(msg); //$(".balasan").hide(); } }) }

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Baca selengkapnya - Kuliner 'Jadul' di Pinggiran Kuta

Standar Air Bersih Belum Ada di Banyak Negara Berkembang

VOA News: Sains dan Kesehatan
VOA News: Sains dan Kesehatan
Standar Air Bersih Belum Ada di Banyak Negara Berkembang
Dec 3rd 2011, 22:28

 Sabtu, 03 Desember 2011

Menurut laporan baru Organisasi WaterAid yang dikeluarkan tanggal 19 November banyak negara di Afrika, Pasifik, dan yang paling rendah tingkat pembangunannya masih belum berada pada jalur yang tepat untuk mencapai standar sanitasi dan air bersih seperti yang ditetapkan dalam Millennium Development Goals (MDG), atau Sasaran Pembangunan Milenium, yang ditargetkan tercapai tahun 2015.

Foto: VOA, Zafar Bamyani

Menurut WaterAid, sekitar 900 juta orang di seluruh dunia masih belum mendapatkan akses ke air bersih, umumnya di negara berkembang.

WaterAid, sebuah organisasi Inggris yang menyediakan air bersih dan sanitasi di lebih dari 25 negara di Afrika, pada tanggal 19 November mengeluarkan laporan berjudul "Keluar Jalur, Meleset dari Sasaran."

John Garrett, analis kebijakan senior WaterAid untuk pembiayaan pembangunan, mengatakan bahwa 900 juta orang di seluruh dunia masih belum mendapatkan akses ke air bersih dan lebih dari dua setengah milyar manusia di dunia masih belum memperoleh sanitasi yang layak

"Dalam kaitannya dengan Millennium Development Goals (MDG), atau Sasaran Pembangunan Milenium, kami dapat melihat bahwa target air bersih masih belum pada jalurnya di daerah-daerah di Afrika, Pasifik dan di negara-negara yang paling rendah tingkat pembangunannya. Secara global, perkembangan ke arah pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium amat jauh dari sasaran sehingga diperkirakan tahun 2015, yang merupakan tenggat waktu pencapaian target, satu milyar orang masih belum memiliki akses ke air bersih dan sanitasi," paparnya.

Garrett mengatakan bahwa hal ini akan mengakibatkan konsekuensi amat buruk bagi anak-anak di Afrika. Diare saat ini adalah penyakit mematikan nomor satu bagi anak-anak di benua itu dan menyebabkan kematian lebih dari dua juta jiwa di seluruh dunia.

Analis kebijakan itu mengatakan bahwa laporan ini seharusnya menggugah negara-negara berkembang untuk bertindak dan melakukan sesuatu untuk mereka yang tidak mempunyai akses ke air bersih dan sanitasi. Ia mengatakan bahwa pembiayaan untuk kedua hal ini haruslah menjadi prioritas.

Garrett mengatakan bahwa laporan ini diluncurkan dalam kaitannya dengan Hari Toilet Sedunia, tanggal 19 November.

"Hari Toilet Sedunia adalah hari pada saat mana negara-negara di seluruh dunia memberikan perhatian pada kebutuhan orang akan toilet yang layak dan menyadari bahwa ada lebih dari dua setengah miliar orang di seluruh dunia yang tidak memiliki akses ke toilet, yang di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris dan Eropa, dianggap lumrah dan sewajarnya ada." katanya.

Analis Bantuan Air Bersih ini mengatakan bahwa hanya tinggal tiga tahun lebih sedikit sebelum sasaran MDG ini dicapai, masih ada kesempatan bagi para pembuat keputusan penting untuk mengubah keadaan menyedihkan ini menjadi kesempatan dan menyadari bahwa mereka mampu membuat perubahan berarti.

WaterAid mengatakan bahwa krisis dunia akan air bersih, sanitasi dan kebersihan harus dianggap sebagai salah satu tantangan pembangunan internasional terbesar pada abad ke-21 ini.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Baca selengkapnya - Standar Air Bersih Belum Ada di Banyak Negara Berkembang

Kisah Para Pengajar Muda di Pelosok Negeri

Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
Kisah Para Pengajar Muda di Pelosok Negeri
Dec 3rd 2011, 21:23

Minggu, 04 Desember 2011 | 03:01 WIB

TEMPO.CO,:- Lima puluh satu anak muda rela meninggalkan kenyamanan kota. Mereka menyebar ke berbagai pelosok negeri dengan satu niat: menjadi guru. Ternyata mereka tak hanya mengajar membaca, menulis, dan berhitung, tapi juga beragam hal. Sebaliknya, anak-anak muda itu juga belajar banyak hal dari para murid dan masyarakat sekitar.

Buku ini berkisah tentang pengalaman para guru muda di sana. Tentang murid-murid mereka, tentang masyarakat, juga tentang mereka sendiri. Banyak kisah lucu yang mengundang senyum. Beberapa kisah mengundang tetes air mata karena haru. Banyak pula yang mengundang decak kagum.

Misalnya kisah beberapa murid yang memanggil-manggil sang guru muda dengan malu-malu untuk memberikan "surat cinta"-nya kepada pak guru. Atau seorang bocah pintar pemalu yang malu unjuk kehebatan. Juga kisah bocah yang tak menyangka bisa bertatap muka dan bersentuhan dengan Wakil Presiden. Sebuah buku yang sangat menginspirasi.

Diluncurkan saat Indonesia Book Fair (IBF) 2011 di Jakarta, buku tersebut diperkenalkan kepada masyarakat luas bersamaan dengan diskusi yang menghadirkan para Pengajar Muda dan pendiri GIM Anies Baswedan, PhD.

Diramu oleh penerbit terkemuka Bentang Pustaka, buku setebal 322 halaman tersebut memuat karya dan refleksi terpilih para Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) yang bertugas dari November 2010 hingga November 2011 di berbagai pelosok negeri.

Berdiri pada tahun 2010, Gerakan Indonesia Mengajar yang lahir dari gagasan Anies Baswedan yang langsung didukung perusahaan energi nasional Indika Energy Group telah berhasil menjangkau lebih dari 18.000 siswa, tersebar di 117 desa di 14 kabupaten, 14 provinsi. Gagasan itu awalnya muncul melalui pengamatan mendalam terhadap kurang meratanya penyebaran guru berkualitas di tanah air

l PURWANI DIYAH PRABANDARI

Judul: Indonesia Mengajar Pengarang: Para Pengajar Muda Penerbit: Bentang Cetakan: November 2011 Tebal: xviii + 322 halaman

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Baca selengkapnya - Kisah Para Pengajar Muda di Pelosok Negeri

Dengan Pensil dan Kertas Merancang Bandung

Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
Dengan Pensil dan Kertas Merancang Bandung
Dec 3rd 2011, 21:23

Minggu, 04 Desember 2011 | 03:26 WIB

TEMPO.CO,:- Sekitar seratus gambar berbagai ukuran di atas kertas tergantung di teralis pagar hijau. Ada komik strip, gambar monster, pocong, gadis cantik, juga suasana Kota Bandung. Sebagian gambar lainnya ditata di atas trotoar yang teduh bernaung pohon.

Empat pemuda yang duduk di sekitarnya tengah asyik menggambar di tengah lalu lalang orang yang singgah. Seorang pemuda lainnya melayani seorang bocah yang membuka-buka buku koleksi gambarnya.

Pegiat dan anggota Komunitas Pensil dan Kertas itu rutin berkumpul tiap Ahad di trotoar dekat Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung. Kegiatan ngeriung itu mulai berjalan sejak Jalan Dago ditutup sementara dari pukul 06.00-10.00 WIB sebagai kawasan bebas kendaraan bermotor pada Mei 2010.

Kalau mereka absen, berarti sedang menghadiri acara di tempat lain, seperti di Lapangan Gasibu. Selain menggelar karya, mereka selalu mengajak pengunjung untuk menggambar bersama. "Temanya bebas, tapi seringnya kita ajak warga untuk merancang Kota Bandung masa depan," kata ketua komunitas, Taufik, 28 tahun.

Rancangan itu sekaligus kritik warga dan anggota komunitas terhadap kondisi Ibukota Jawa Barat. Tema yang diangkat seperti masalah sampah, kemacetan, dan lingkungan. Mereka mengajak warga berimajinasi tentang kota ideal yang diharapkan lewat gambar. "Kami ingin warga dan pemerintah mewujudkan kota yang layak huni," kata.

Komunitas itu dibentuk alumni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 14 Seni Rupa Bandung pada 13 Februari 2009. Para pendiri yang berjumlah 6 orang, kata Taufik, awalnya memerlukan wadah buat menyalurkan kegemaran mereka menggambar setelah lulus sekolah, kuliah, atau bekerja.

Setiap Sabtu sore mulai pukul 15.00 WIB, anggota komunitas biasanya juga berkumpul di markas Gang H. Kurdi Nomor 111, Kiaracondong. Di lantai dua rumah toko sewaan, mereka berbagi hasil karya, mulai dari gambar, fotografi, desain grafis, hingga film animasi. "Paling banyak memang yang menggambar ilustrasi," kata Taufik.

Tak hanya menggambar untuk kesenangan dan belajar, para anggota juga menerima pesanan untuk iklan, tampilan website, dan membuat proyek film animasi tentang kritik sosial di Bandung. Mereka juga membuka kursus menggambar dan kertas lipat bagi para pelajar sekolah. Biayanya dipatok Rp 500 ribu per bulan untuk dua kali pertemuan tiap pekan.

Penghasilan itu digabung dengan iuran bulanan sekitar 50 anggota masing-masing Rp 10 ribu, ditambah sumbangan anggota komunitas dari tiap karya yang terjual atau dibeli sebesar 30 persen. Dana itu dipakai untuk operasionalisasi kegiatan komunitas, seperti untuk membayar sewa ruko, listrik, air, dan transportasi acara.

Sebulan sekali, anggota yang kebanyakan mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung seperti ITB, UPI, Unikom, dan Itenas, punya agenda berkunjung ke galeri seni. Tujuannya, kata Taufik yang lulusan diploma jurusan Teknik Informatika LPKIA 2007 itu, untuk menambah wawasan, apresiasi, dan perbandingan dengan karya seniman lain.

Rahman Prawa Dika sengaja bergabung dengan komunitas itu karena senang mendapat banyak teman. Di komunitas itu pula ia mengenal beberapa teknik menggambar. "Jadi membantu tugas kuliah juga," kata mahasiswa seni rupa UPI semester 5 tersebut.

Tahun depan, menurut Taufik, komunitas Pensil dan Kertas akan beraksi mewujudkan Bandung sebagai Kota Desain. Mereka kini tengah menyiapkan diri untuk menggarap tong-tong sampah untuk digambar dan dirancang seunik mungkin. Tempat sampah itu akan diletakkan di penjuru kota. "Karena masalah terbesar di Bandung itu sampah. Gagasan ini akan kami ajukan ke Walikota," katanya.

ANWAR SISWADI

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Baca selengkapnya - Dengan Pensil dan Kertas Merancang Bandung

KOTAK PENCARIAN:

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:

=====
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...