Makanan Tambahan Anak Sekolah
Sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=262310
asuhan keperawatan askep pengertian penyebab etiologi patofisiologi pathway tanda gejala pemeriksaan penunjang tinjauan teoritis pengkajian chf hipertensi flu babi gastritis hiv aids impetigo kehamilan normal nutrisi nyeri osteoartritis osteomielitis hipertensi pankreatitis parkinson penyakit jantung koroner perioperati peritonitis pneumonia ppok ppom rematik retinoblastoma sinusitis skizofrenia sle talasemia tbc tetanus thalasemia tonsilitis tuberculosis tuberkulosis urtikaria urtikaria vertigo
Irna Gustia - detikHealth "Cara mencegah pikun", "mengatasi pikun", "penyebab pikun", "pikun", "pikun di usia muda", "pikun pada lansia", "pikun adalah"
Jakarta, Kompas.com - Indikator kesejahteraan suatu bangsa dipengaruhi oleh tingkat kematian ibu dan kematian bayi. Saat ini target Tujuan Pembangunan Milenium (MDG's) untuk penurunan angka kematian ibu ditargetkan 102 per 100.000 kelahiran hidup. Namun angka kematian ibu di Indonesia masih 228 per 100.000 kelahiran hidup. Karena itu Indonesia disejajarkan dengan negara miskin lainnya seperti Pakistan dan Bangladesh.
Hal itu diungkapkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia, dr.Prijo Sidipratomo dan ketua Koalisi untuk Indonesia Sehat, Prof.dr.Firman Lubis dalam acara peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia di Jakarta, Kamis (23/9). "Kemajuan suatu bangsa kini tidak bergantung pada sumber daya alam tapi sumber daya manusia yang berkualitas. Hal tersebut hanya bisa dicapai oleh perencanaan keluarga," kata Prijo.
Salah satu upaya untuk mencapai tujuan MDG's nomor 5 yakni menurunkan tiga perempat kematian ibu adalah dengan meningkatkan kepedulian dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kontrasepsi untuk kualitas hidup para wanita dan keluarganya. Saat ini angka pasangan usia subur yang tidak memakai kontrasepsi di Indonesia cukup tinggi yaitu sekitar 10 persen dari jumlah total pasangan usia subur yang mencapai 56 juta.
Penggunaan kontrasepsi bukan hanya akan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, namun juga mengurangi jumlah aborsi, serta membantu mengatur pendapatan keluarga dengan menjarangkan kehamilan dan membuka jalan bagi kaum wanita untuk bekerja.
"Dengan alat kontrasepsi terbukti angka kematian ibu dan bayi lebih rendah dengan menjaga jarak kelahiran dan menentukan jumlah anak yang akan dilahirkan. Saat ini jumlah kematian ibu di Indonesia masih tertinggi se-ASEAN," kata Prof.Biran Affandi, Sp.OG dari Asia Pacific Council on Contraception dalam kesempatan yang sama.
JANGAN pernah menyepelekan kadar zinc dalam tubuh. Kekurangan mineral itu dapat mengakibatkan labilnya kadar gula darah, melambatnya metabolisme tubuh, dan melemahnya kemampuan indera pencium (hidung) serta perasa (lidah).
Kandungan dalam zinc bisa mencegah timbulnya jerawat, alzheimer, epilepsi, dan psosiasis (penyakit kulit kronis). Zinc juga berperan mendorong sistem imun. Para ahli kesehatan percaya obat yang mengandung zinc mampu mencegah virus demam kian bereplikasi. Studi lain juga mengatakan zinc dapat menyembuhkan luka, mencegah diare, dan memperlambat penurunan fungsi penglihatan.
Kekurangan zinc jarang terjadi. Namun, Anda dapat mengetahui gejalanya yakni kehilangan nafsu makan, sistem imun melemah, rambut rontok, diare, impotensi, luka pada mata dan kulit, berat bada turun, luka sulit sembuh, dan pertumbuhan abnormal pada bayi atau anak.
Meski demikian, Anda juga tak perlu mengonsumsi mineral ini secara berlebihan. Jika demikian, zinc berlebih akan meracuni tubuh. Biasanya terjadi saat tubuh mengonsumci obat batuk atau obat demam secara berlebihan. Jika tubuh menerima asupan zinc yang overdosis, maka mulut akan terasa pahit atau timbul gangguan perut, seperti mual, muntah, diare, hingga kram perut.
Vegetarian biasanya berisiko kekurangan zinc. Pasalnya, kandungan mineral itu ditemukan pada makanan daging. Selain itu, sebagian orang akan kesulitan menyerap dan mempertahankan zinc jika menderita sariawan, ginjal kronis, dan gangguan usus besar. Wanita hamil dan menyusui pun sangat membutuhkan asupan zinc lebih banyak.
Zinc dapat ditemukan sejumlah makanan di antaranya tiram, kepiting, daging, kuaci, udang, jamur, dan bayam. Anda pun harus mengurangi konsumsi alkohol dan kopi karena keduanya memicu tubuh untuk sering buang air kecil. Pasalnya, zinc akan keluar bersamaan dengan air kecil.
Anda juga dianjurkan untuk tak terlalu matang memasak sayuran, seperti buncis. Kurangi pula konsumsi makanan kemasan, sebab lebih dari 75% mineral hilang saat makanan diproses. Konsumsi daging tak berlemak. Jika Anda bukan vegetarian, maka menu terbaik untuk asupan gizi adalah daging. Ikan juga merupakan sumber mineral yang baik. Sedangkan buncis merupakan pilihan terbaik bagi Anda yang tidak makan daging.(kpl/***)
Sumber: http://www.metrotvnews.com/
Meski ayat yang sempat menghilang dalam Pasal 113 RUU Kesehatan telah kembali ke posisi semula tepat sebelum ditandatangani presiden untuk disahkan, bukan berarti pelaku penghilangan ayat tersebut bebas dari proses hukum begitu saja, apalagi pelakunya adalah anggota legislatif.
ICW dalam konferensi pers nya menyatakan kasus penghilangan ayat tembakau ini merupakan modus baru di kalangan anggota legislatif yang kongkret dan sangat vulgar, karena dilakukan setelah sidang paripurna selesai diketok palu. Kasus hilangnya ayat terkait tembakau ini juga diduga merupakan indikasi adanya intervensi dari kalangan pelaku bisnis rokok dan berbau suap.
Oleh sebab itu ICW, YLBHI dan Kakar mendesak mabes polri agar segera melanjutkan proses hukum kasus-kasus penghilangan ayat tembakau tersebut sampai tuntas, konsisten menetapkan Ribka dan cs nya sebagai tersangka, serta memperluas penanganan kasus pada birokrasi dan kelompok bisnis yang terlibat dalam kasus ini.
ICW juga mendesak DPR agar memperbaiki mekanisme pengesahan, pengecekan dan pengiriman RUU yang telah ditetapkan rapat paripurna DPR RI serta mendesak Badan Kehormatan DPR RI agar segera menindaklanjuti penetapan Ribka Tjiptaning sebagai tersangka. (Windu Tiastuti dan Surnata/Sup)
Sumber: indosiar.com
LAMONGAN, KOMPAS.com - Tahun ini, Dinas Kesehatan Lamongan menyiapkan 1.560 vaksi meningitis untuk jemaah calon haji. Sebanyak tiga orang dari 1.547 jemaah calon haji asal Kabupaten Lamongan yang sedang hamil, dilarang menerima suntikan vaksin meningitis. Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Abdur Rivai menyatakan vaksin meningitis yang berguna untuk mencegah radang selaput otak.
"Namun, bagi ibu hamil vaksin itu justru akan mengganggu tumbuh kembang janin. Kami berhati-hati dengan kondisi kesehatan calon jamaah haji sebelum memberikan vaksin meningitis," ujar Rivai, saat pemberian vaksin mengitis bagi jemaah calon haji di RSUD Dr Soegiri Lamongan, Rabu (22/9/2010).
Menurut Rivai, pemberian vaksin meningitis itu sangat penting karena radang selaput otak banyak menyebabkan kematian bagi jemaah calon haji yang sedang beribadah di tanah suci. Majelis Ulama Indonesia sudah menerbitkan sertifikat halal vaksin meningitis produksi Novartis Vaccines and Diagnostics Srl (NV and D) dari Italia termasuk yang digunakan di Lamongan.
Vaksin meningitis produksi NV & D yang mendapat sertifikat halal itu bermerek Menveo Meningococcal Group A, C, W-135, dan Y Cnnyugate Vaccine. Pemberian vaksin meningitis menjadi klausul yang harus ada di paspor jemaah calon haji seperti yang diwajibkan oleh Pemerintah Arab Saudi.
Sumber: KOMPAS.com
Apa yang membuat kita seperti sekarang ini? Mengapa ada orang yang gampang cemas, ada yang kegemukan dan ada yang menderita asma? Bagaimana seseorang lebih beresiko terkena serangan jantung dibanding yang lain?
Anda bisa menjawabnya secara "standar", seperti kita begini karena gen yang dibawa sejak lahir. Kepribadian kita dipengaruhi oleh faktor pola asuh dan lingkungan. Kesehatan kita dipengaruhi oleh gaya hidup. Tapi percayakah Anda bahwa masih ada pengaruh lain yang lebih besar dari semua itu, yakni masa kehidupan kita sebagai janin.
Para ilmuwan meyakini nutrisi yang kita terima saat berada dalam rahim, polusi, obat-obatan serta infeksi, kesehatan ibu serta kondisi psikologisnya ketika mengandung, berkontribusi dan ikut membentuk kesehatan kita saat bayi dan terus berpengaruh hingga sekarang.
Teori tersebut juga percaya bahwa 9 bulan masa kehamilan berdampak seumur hidup dan secara permanen memengaruhi sistem koneksi sel-sel otak serta fungsi organ tubuh, seperti jantung, liver dan pankreas. Teori ini berangkat dari hasil penelitian-penelitian dalam 10 tahun terakhir.
Para ahli kini juga tengah meneliti kemungkinan kehidupan janin berpengaruh pada kecerdasan, temperamen, bahkan kebiasaan. Sebelumnya para ahli telah menemukan kaitan antara kondisi fisik seseorang, seperti diabetes, asma, obesitas, dan penyakit jantung, dengan kondisinya ketika masih berupa janin dalam kandungan.
Hingga saat ini para ilmuwan memang masih menahan diri untuk tidak mewanti-wanti para calon ibu mengenai hal tersebut. Namun mereka berharap penemuan ini akan membuka jalan bagi revolusi di bidang kesehatan masyarakat. Kelak, para janin dalam kandungan akan menjadi target pencegahan penyakit, bahkan sebelum manusia itu dilahirkan.
INILAH.COM, Jakarta - Perserikatan Bangsa-bangsa menjanjikan untuk menyediakan dana US$40 miliar atau sekitar Rp360 triliun guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak di seluruh dunia.
Janji itu dilontarkan Majelis Umum PBB di New York, AS, dalam pertemuan tingkat tinggi selama tiga hari yang dimulai pada Rabu (22/9). Pertemuan tingkat tinggi pemimpin negara di dunia itu secara khusus membahas Sasaran Pembangunan Milenium atau lebih sering disebut dengan MDG’s.
Sejauh ini, komitmen PBB menyediakan bagi negara-negara anggota PBB yang membutuhkan mencapai US$ 40 miliar. Dana itu nantinya akan diperuntukkan bagi peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak selama lima tahun ke depan.
Lebih dari 140 pemimpin negara di dunia hadir dalam pertemuan puncak PBB di New York. Para pemimpin dunia ini akan hadir membahas kemajuan 5 sasaran pembangunan anti-kemiskinan yang ditetapkan pada pertemuan serupa pada 2000.
Sasaran pembangunan antikemiskinan yang dimaksud di antaranya: mengurangi separuh jumlah penduduk yang hidup pada garis kemiskinan ekstrem pada 2015, mengurangi 2/3 tingkat kematian anak yang berusia di bawah lima tahun, serta mengurangi 3/4 kematian ibu.
Ada banyak tantangan untuk melaksanakan semua sasaran itu. Krisis ekonomi global, kenaikan harga pangan dan energi membuat banyak negara mengalami tekanan finansial sehingga menciptakan hambatan tersendiri untuk bisa mencapai target. Ketiadaan jaminan dasar juga membuat sejumlah negara makin kesulitan mencapai target MDG’s.
Sementara pelaksanaannya di Indonesia, target MDGs untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak di 2015 masih sulit dicapai. Ada banyak faktor ditenggarai berkontribusi menghambat upaya penuruan angka kematian ibu (AKI), di antaranya adalah faktor akses dan pemanfaatan pelayanan kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi, yang belum merata oleh perempuan.
Bappenas yang mewakili pemerintah Indonesia, mengisyaratkan bahwa Indonesia akan sulit mencapai target MDG untuk menurunkan AKI sampai ke angka 102 pada 2015. Bappenas memperkirakan bahwa pada 2015, AKI di Indonesia masih akan berkisar di angka 163. Indonesia masih tertinggal jauh dari Malaysia dan Thailand yang angka AKI-nya masing-masing 30 dan 24.
Meski mengaku sulit mencapai target, data nasional yang dikeluarkan Bappenas 2009 menunjukkan bahwa AKI di Indonesia justru mengalami penurunan dari 307/100.000 pada 2002-2003, dan menjadi 228/100.000 pada 2009.
Begitu juga dengan angka kematian bayi (AKB). Sejak 2003, hanya sedikit perbaikan pada AKB, dari 35 menjadi 34 bayi per 1.000 kelahiran hidup. Kendati mengalami penurutan, angka itu tidak terlalu menggembirakan.
Berdasarkan data Kemenkes, AKB di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan negara-negara Anggota ASEAN, Singapura (3 per 1.000), Brunei Darussalam (8 per 1.000), Malaysia (10 per 1.000), Vietnam (18 per 1.000) dan Thailand (20 per 1.000). Lebih dari setengah kematian bayi (56%) merupakan kematian neonatal (bayi yang baru lahir) yang umumnya berusia 0-6 hari.
Pemerintah menetapkan, 2014 sebagai tahun penentuan tercapainya delapan tujuan pembangunan millenium (MDG’s) di mana persoalan mengurangi angka kematian ibu dan kematian bayi di bawah lima tahun termasuk di dalamnya.
Terlepas dari hambatan yang ada dari beberapa negara termasuk Indonesia, dalam pertemuan itu sejumlah pembicara di hari pertama secara optimis menyatakan pentingnya MDG’s serta komitmen mereka untuk mencapainya.
“Musuh terhadap perdamaian dan stabilitas di Afganistan saat ini masih aktif, mereka melancarkan serangan terencana ke sekolah, klinik, guru, dokter, pegawai pemerintah, dan bahkan anak-anak khususnya gadis sekolah,” tegas Menlu Afganistan Zalmai Rassoul di hadapan para pemimpin dunia seperti diberitakan oleh kantor berita Associated Press.
“Kami juga sangat menyayangkan adanya serangan serupa terhadap organisasi pemberi bantuan kemanusiaan dan personel mereka,” ujar Rassoul.
Deputi Perdana Menteri Inggris Nick Clegg bahwa sasaran pembangunan milenium bukanlah sekadar pemberian cuma-cuma, namun juga bukan pemberian yang murni mengutamakan kepentingan orang lain.
“Para penerima bantuan juga menjadi kunci untuk memperpanjang jaminan dan kesejahteraan rakyat Inggris di masa depan,” tegasnya seperti dikutip dari kantor berita AP.
Lebih jauh Clegg menjelaskan bahwa situasi buruk di tempat yang rawan seperti Afganistan bisa mengarahkan pada kebencian terencana yang mendukung serangan teroris, adanya para kriminal yang membawa narkoba ke wilayah Inggris, serta adanya para pengungsi melarikan diri.
Untuk itulah Clegg meminta kepada negara lain untuk tetap menjaga komitmennya dalam memberi bantuan walaupun ekonomi anjlok seperti yang terjadi di Inggris.
Sementara itu, Menlu Prancis Bernard Kouchner mengatakan, dunia harus menangkap pesan bahwa bukan hanya uang yang dibutuhkan saat ini namun juga menghilangkan kemiskinan. “Kita butuh kemauan politik yang kuat,” tegasnya. [mor]
Sumber: inilah.com
INILAH.COM, Jakarta - Hati-hatilah jika gemar bermain game di Facebook. Game akan memiliki reaksi seperti heroin sehingga pecandunya akan melakukan tindakan yang sangat menyedihkan.
Klinik kesehatan biasanya digunakan untuk mencegah kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang. Namun, kini muncul fenomena baru di mana banyak remaja berisiko terbawa arus dunia maya, sehingga tidak mampu mengendalikan diri dan sering ‘absen’ di kehidupan nyata.
Hal ini menjadikan makin maraknya lembaga kesehatan yang membantu anak-anak yang kecanduan game. Bukti terbaru soal tingginya perkembangan bisnis ini ialah saat peluncuran video game Halo: Reach pada 14 September lalu.
Menurut perintis Layanan Ketergantungan Teknologi pada Remaja di Capio Nightingale Hospital London, Dr. Richard Graham, pola ketergantungan ini memiliki perilakuyang khas. “Dunia remaja seringkali menciptakan tekanan sehingga keberadaan game menawarkan tempat perlindungan,” kata Graham.
Tidak hanya itu, game online menawarkan pada pemainnya sebuah bentuk komunikasi antarpribadi, sehingga menciptakan kehidupan kedua yang lengkap dalam lingkungan game.
“Di permainan online, Anda seringkali menemukan semacam kelompok atau perserikatan. Remaja memang sangat berkelompok dan suka memilih geng,” ujar Graham lagi.
Berbahayanya, beberapa kelompok ini sangat menuntut waktu yang harus dicurahkan kepada mereka. Dengan bermain game, maka tampak memiliki kesempatan memperpanjang waktu, jelas Graham.
Individu menjadi sangat tergantung sehingga sulit membebaskan diri. Orang tua yang berusaha memaksa anak mereka berhenti bermain game seringkali melakukan tindakan agresif, karena mereka telah begitu putus asa untuk menarik anak mereka dari komputer.
Salah satu pasien Graham bahkan mengancam akan melukai diri sendiri saat konsol game miliknya rusak. “Dia sangat cemas karena tidak dapat mengakses permainan ini,” kata Graham.
Fenomena tersebut merupakan reaksi yang sama seperti pecandu yang tidak mendapat mengkonsumsi heroin. Saat putus asa, menurut Graham, pecandu akan melakukan tindakan yang sangat menyedihkan. Meskipun remaja pria tampak lebih berisiko kecanduan game, perempuan juga terkena dampak yang sama dari dunia virtual.
Kate Flanegan, 24 tahun, asal North Shields misalnya. Ia menghabiskan 70 jam dalam satu minggu untuk mengakses game online dari situs jejaring sosial, Facebook. Perempuan ini mengaku kecanduan, sama seperti merokok.
“Saya tahu bahwa merokok tidak baik buat tubuh, sama seperti bermain game. Tapi saya tidak pernah lelah untuk melakukannya karena saya sangat menikmati.” Flanegan mengakui bahwa saat ia berhenti bermain game, ia merasa sangat cemas.
Berdasarkan penelitian, sekitar 5-10% dari 46,5 juta pengguna internet di Inggris mengalami kecanduan komputer. Namun pembuat game menilai game online sama sederhananya dengan materi hiburan lain seperti buku dan televisi. Perilaku terobsesi bermain game terus-menerus dianggap karena masalah yang lebih rumit.
Direktur perusahaan video game dan hiburan interaktif UKIE, Michael Rawlinson mengatakan bahwa bermain game merupakan hobi yang sama seperti membaca atau berolahraga.
“Game berasal dari bagian gaya hidup yang sehat dan aktif. Ini membantu para pemain untuk mengembangkan kemampuan sosial. Bermain game olahraga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan keuntungan kesehatan umum lainnya,” kata Rawlinson. [ito/mdr]
Sumber: http://www.inilah.com/
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Tak seorang pun umat manusia bermimpi bakal terjangkit penyakit. Semua berusaha mengelak. Ragam upaya dipasang agar terhindar dari bibit perusak organ tubuh. Namun, realita memperlihatkan, selagi hidup serangan itu tak pernah berhenti.
Cobaan silih-berganti hingga mengganggu aktivitas. Itu dapat dimaklumi mengingat sejak janin di rahim ibu, kita sudah terkontaminasi oleh pestisida serta lingkungan yang tak pernah bersih dari sumber berbahaya tadi.
Sengaja atau tidak, campuran bahan kimia sudah terlebih dulu mengotori darah. Bahkan mungkin, sesama kuman juga berlaga menjadi jagoan di dalam jaringan. Inmunitas pun melemah. Alhasil, dokter hingga professor sekalipun rupanya tetap saja menderita suatu penyakit. Jadi, wajar saja, jika hasrat hidup sehat menjadi obsesi peringkat pertama setelah keinginan masuk surga. Faktanya, bahwa uang segudang belum tentu sanggup membeli kesehatan.
Hanya saja, masing-masing punya level resiko. Penyakit keturunan tidak dapat dipungkiri amat dan teramat susah dikendalikan. Sementara itu, penyakit HIV AIDS hingga kini adalah kategori mematikan. Itu makanya, penderita terbeban mental, berusaha menjauh dan dijauhi masyarakat sebab ajal pasti lebih dekat setelah merontokkan sel-sel darah. Di sisi lain, TB Paru atau beberapa tahun silam dinamai TBC (tuberculosis) hingga kini dianggap susah sembuh dan sangat berbahaya. Tidak mengherankan, satu per satu teman bicara bergeser hingga termenung sendiri sebab yang lain khawatir terinfeksi.
Dan, itulah tantangan bagi tenaga medis yang sebelumnya secara lantang pengucap sumpah akan memberi pelayanan terbaik tanpa memandang kasta. Mereka dituntut mendengar sekaligus menjawab isak tangis warga dimaksud. Korban umumnya berasal dari warga kelas ekonomi miskin senantiasa menanti, kapan disentuh?
Lalu, benarkah mereka berseragam putih bersih tadi peduli kaum marginal? Adakah senyum resep kesembuhan ditawarkan kala menengok pasien? Adakah rasa kasihan dan iba? Atau, justru diabaikan? Jangan-jangan, sumpah tinggal sumpah, uang masuk dinomorsatukan….
Tanpa bermaksud memberi apresiasi berlebih, barangkali, dr Nitawaty Sitohang Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi adalah pelopor gerakan perubahan dimaksud. Kabupaten Dairi di tengah usia daerah otonom beranjak dewasa, belakangan terkesan minim figur berempati.
Sebaliknya, ini adalah momen pertama dimana seorang dokter berani tampil beda mengumandangkan para medis turun ke desa mencari tahu tentang siapa sesungguhnya warga yang berpotensi terjangkit. Ketika yang lain merasa jijik hingga muntah atas joroknya lendir dahak, Nitawaty justru mengepalkan tangan berkumandang "dahakmu adalah rezekimu, dahakmu adalah rezekiku"
Sebuah slogan atau statemen bernada kontradiktif. Bila disikapi, sesungguhnya kalimat itu penuh makna dimana keterlambatan pemeriksaan dahak, apalagi sudah memasuki stadium akut, tentunya peluang tularan amat tinggi. Bukan hanya menyebar kepada satu orang saja tetapi bisa mencapai ratusan hingga ribuan dalam tempo tertentu sebagai ekses interaksi. Keterlambatan penanganan secara perlahan berdampak pada pemiskinan dan pembodohan. Selanjutnya, bila segera didiagnosa dini, maka ratusan orang terlindungi.
Melalui penggalangan dana sesama medis serta organisasi atau swadaya, pengecekan ke pelosok dusun membuahkan hasil. Terdata, ada 278 penderita dari suspect 4495 orang tahun 2009. Angka itu naik dibanding tahun sebelumnya akibat kesulitan penanggulangan dan penjaringan. Tahun 2010 triwulan I dan II tercatat 162 orang terkena dari 4448 suspect nasional. Sebagai awam, andai dijejerkan warga pengidap tersebut, masih sanggupkah anda makan bersama? Masih sudilah bersanding di acara pesta atau agenda lainnya? Tetapi, bagi Nita, panggilan akrab dokter, ia dan rekan lainnya menjadikan time itu buat mencoba berbuat terbaik melalui "Pencanangan Aksi Sayang Dahak" di Desa Sulumboyah Kecamatan Siempat nempu hulu, Senin (6/9). Ia konsisten meneruskan perjuangan.
Sarang Gizi Buruk
Bupati Dairi, KRA Johnny Sitohang Adinegoro didampingi Wakil Bupati, Irwansyah Pasi pun tak sungkan mengungkap bahwa wilayah binaannya adalah sarang gizi buruk. Warga di pedesaan jamak didera busung lapar dan TB paru. Ini realitas yang tak dapat dipungkiri. Mungkin, dulu petugas enggan melaporkan kondisi sesungguhnya sebab kalau saja terdeteksi, bakal terkena sanksi sebab dianggap kurang produktif. Sebenarnya, kepahitan itu mesti ditransparansikan. Buka saja dan terangkan apa adanya.
Buat apa berkata bohong jika akhirnya mencederai masyarakat. Sekarang, carilah penderita sebanyak-banyaknya sebab pencapaian itu adalah bagian dari wujud kerja nyata. Pencacahan juga bukti pembangunan. Ketika terdata, tentu solusi penyembuhan mudah diterapkan. Jadi, anda-anda jangan lagi lebih banyak di belakang meja menghitung ini-itu. Tiada waktu berleha sebab pengentasan kemiskinan sudah mendesak.
Johny pun memberi applaus atas langkah pro aktif Dinas Kesehatan di tangan dr Abner Silalahi. Ia berharap, terobosan sedemikian diikuti unit kerja lain. Akhir tahun 2011, daerah ini diproyeksikan bebas TBC. Berkreasilah, motivasi diri bahwa kita bekerja untuk rakyat. Kepala daerah ini pun memberi sinyal, bakal memberi promosi kepada mereka yang bijak.
Kepada warga ditegaskan, jangan takut memeriksakan diri. Jangan terpengaruh issu bahwa TB paru adalah penyakit akibat guna-guna. Itu murni gangguan kesehatan yang dapat disembuhkan. Apalagi, tiada beban berat dimana pengobatan tanpa pengenaan biaya. Kalau patuh, enam bulan pasti pulih.
Guna memberi spirit kepada penderita seratusan lebih, Ketua Tim penggerak PKK Nyonya Sitohang Dumasi Sianturi menyumbangkan sejumlah susu bubuk guna dinikmati keluarga.
St TB Sitorus mantan pengidap penyakit tersebut asal Desa Lae Ambat Kecamatan Silima Pungga-pungga memaparkan metode penyembuhan kala ia mengikuti petunjuk perawatan di Puskesmas Bakal Gajah. Ketakutannya akibat muntah darah membuatnya cemas pada kelangsungan hidup. Setelah menuruti nasehat bidan desa Boru Butar, kini ia leluasa beraktivitas sebagai petani ulet. Menjaga kesehatan, disebut sebagai syarat utama. Seterusnya harus teratur minum obat dan cukup istirahat.
Jam delapan wajib masuk kamar, ketusnya disambut gelak tawa hadirin. Sekarang, ia beralih menggantikan beban istri yang selama tiga tahun terpaksa banting stir buat memenuhi biaya hidup.
Sumber: http://www.analisadaily.com/
Memilih metode, cara atau alat kontrasepsi juga menjadi hak perempuan untuk merencanakan kehamilan dan keluarga. Memiliki keluarga berencana lebih banyak faedahnya, baik bagi ibu, keluarga, ekonomi keluarga, anak, maupun negara.
"Keluarga harus direncanakan. Jangan hamil sebelum usia 20 tahun atau di atas usia 35 tahun. Jarak anak sebaiknya 2-4 tahun. Karena menurut penelitian, dengan menjaga jarak kelahiran akan menurunkan angka kematian atau kesakitan ibu dan anak," papar Prof DR Biran Affandi, SpOG (K), Ketua Asia Pasific Council on Contraception (APCOC) saat konferensi pers peringatan World Contraception Day (WCD) 2010 yang diadakan Bayer Schering Pharma Indonesia, di Citywalk, Kamis (23/9/2010) lalu.
Merencanakan kehamilan dan keluarga, salah satu caranya adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi.
Prof Biran menjelaskan, penggunaan kontrasepsi yang tepat berdampak pada memberi jarak kelahiran, menghindari kehamilan tak terencana atau kebobolan, membatasi jumlah anggota keluarga dan mengurangi pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi, serta untuk memberdayakan perempuan dengan memberi kesempatan berkarier.
KB menyejahterakan
"Penggunaan kontrasepsi juga terkait dengan kebutuhan ekonomi. Dengan menunda atau memberi jarak kelahiran, orangtua bisa meningkatkan standar kehidupan lebih baik kepada anggota keluarga," lanjutnya.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Prijo Sidipratomo, SpRad(K), menambahkan, perencanaan kehamilan bukan hanya masalah pembatasan keluarga. Ditegaskannya, merencanakan kehamilan sama artinya dengan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan bangsa. "Perencanaan kehamilan sama dengan perencanaan bangsa," katanya.
Keterkaitan KB dengan kesejahteraan semakin dikukuhkan dengan pernyataan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), DR Harni Koesno, MKM.
"Kontrasepsi menyejahterakan keluarga dan perempuan," katanya lugas.
Sementara itu, Setia Edi, SE, MKes, Direktur Jaminan dan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional mengatakan, pilihan kontrasepsi kembali kepada keputusan pasutri, dan tidak boleh dipaksakan.
Pertimbangan memilih kontrasepsi adalah didasarkan pada rasionalitas, efektivitas, dan efisiensi, dengan melihat kebutuhannya.
"Untuk menunda kehamilan bisa dengan pil, kalau ingin memberi jarak kelahiran bisa dengan implan, ini bicara efektif. Kalau bicara efisiensi, pil perlu dipenuhi setiap bulan, sedangkan suntikan bisa 1-3 bulan sekali. Jika ingin jangka panjang karena menghemat ongkos kunjungan bisa dengan implan atau IUD," jelas Edi mencontohkan ragam pilihan kontrasepsi sesuai kebutuhan.
Dukungan terhadap perempuan untuk ber-KB semestinya menjadi keharusan. Salah satunya dengan memberikan kesempatan kepada perempuan memilih alat kontrasepsi yang paling nyaman dan tepat untuknya sesuai kebutuhan. Karena setiap metode kontrasepsi memiliki kelemahan dan kekurangan tersendiri. Membuka akses informasi seluas-luasnya kepada perempuan tentang kontrasepsi adalah juga pemenuhan hak perempuan untuk menjalani perannya sebagai ibu.
Inilah pesan yang ingin ditegaskan Bayer Schering Pharma, APCOC, IDI, IBI, BKKBN memeringati WCD 2010. Sekaligus juga menanamkan pesan, penghargaan atas hak perempuan yang perlu dikedepankan.
Ketua TP PKK Tapteng, Dina Riana Samosir menyatakan, generasi muda dituntut harus siap dan mampu bersaing dalam era globalisasi saat ini. Terlebih, menghadapi kecanggihan teknologi yang tidak hanya memberikan efek positif bagi etika dan moral anak bangsa ini. Selain Iptek,
generasi muda harus selalu menjaga kesehatan. Terlebin, bagi Akademi Keperawatan (Akper) Pemkab Tapteng yang diharapkan dapat memberikan peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat daerah setempat.
Hal itu disampaikan Dina Riana Samosir dalam kuliah umum dihadapan ratusan Mahasiswa/i Akper Pemkab Tapteng di Kampus Akper Kelurahan Sibuluan, Pandan, Tapteng, Kamis (23/9) petang.
Dina menegaskan, kendati Akper Pemkab Tapteng masih dalam tahap merintis baik sarana prasarana pendukungnya, namun tidak dapat menjadi alasan untuk mengendorkan semangat dalam proses belajar mengajar.
Pembangunan di Kabupaten Tapteng, kata Dina, pada hakekatnya belum bisa terhenti sampai disini saja. Banyak pembangunan yang harus diselesaikan dan ditingkatkan demi mencapai tujuan mensejahterakan masyarakat Tapteng ini. Demikian dengan peningkatan sarana prasarana baik asrama maupun kampus Akper Tapteng ini.
"Anggaran Pemkab Tapteng sangat minim untuk menampung peningkatan pembangunan yang sudah kita rintis sejak 10 tahun silam, jadi perlu adanya terobosan agar mampu menghasilkan income yang lebih besar bagi PAD Tapteng, sehingga ABPD Tapteng ke depan dapat menampung pembangunan ke segala sektor vital, termasuk dunia pendidikan seperti Akper Tapteng ini," ungkap Dina.
Hal itu dilakukan agar profesional dan kemahiran para lulusan Akper Tapteng tidak diragukan lagi saat bekerja melayani kesehatan masyarakat. "Generasi muda di Tapteng ini lah nantinya yang menikmati hasil dari pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan di daerah ini. Maka itu, belajar dan beribadah lah yang tekun serta doakan agar Kabupaten Tapteng akan lebih maju dari saat ini ke depan," pesan Dina Riana diakhir paparannya.
Bupati Tuani Lumbantobing yang berhadir juga berpesan agar Mahasiswa/i Akper Tapteng benar-benar memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun sejak 2008 silam itu. "Tidak ada waktu untuk kita bersantai, kita harus mengejar ketertinggalan dibanding dengan daerah lain. Yakin lah, pemerintah Tapteng akan terus mensuport kemajuan dan peningkatan fasilitas di sekolah ini demi pelayanan prima kesehatan masyarakat daerah ini," ujar Bupati.
Sebelumnya, Direktur Akper Tapteng, dr. Dimpos Hasugian mengutarakan, peserta didik di lembaga pendidikan kesehatan itu sebanyak 58 orang dan menampung puluhan Mahasiswa/i di asrama dengan kondisi kamar mandi yang masih minim. Selain itu, dibutuhkan air bersih yang cukup untuk menampung kebutuhan mandi, masak ataupun aktifitas lainnya para Mahasiswa/i.
Dijelaskan, tenaga pengajar di Akper Pemkab Tapteng ini sebanyak 18 orang, termasuk dengan pendidik jenjang pendidikan strata 2 (S2) sebanyak 3 orang dan seorang dokter spesialis. "Diharapkan ke depan, peningkatan staf pengajar dan sarana pendukung baik proses belajar mengajar ataupun kebutuhan keseharian Mahasiswa/i di asrama dapat ditingkatkan," harapnya. (yan)
Sumber: http://www.analisadaily.com/