Beras Hitam Sumber Pangan Bergizi Super

Anna Frodesiak
Beras hitam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sesendok beras hitam varietas eksotis dari Asia ternyata mengandung gizi melebih apa yang sering didengung-dengungkan sebagai makanan super. Lupakan buah blueberry atau blackberry, beras hitam adalah makanan super baru, demikian klaim para ilmuwan seperti yang disiarkan situs The Telegraph, Kamis (26/8/2010).

Beras hitam, yang bisa dihancurkan menjadi bubuk, juga dikenal dengan nama 'Beras Terlarang' karena para bangsawan pada masa China kuno melarang masyarakat jelata mengkonsumsi jenis panganan itu.

"Hanya sesendok penuh bubuk beras hitam bisa mengandung lebih banyak antioksidan antosianin dari yang ditemukan di sesendok penuh blueberry, dengan kandungan gula yang lebih rendah, lebih berserat, dan mengandung vitamin E," kata Dr. Zhimin Xu, dari Luisiana State University.

"Jika blueberry dan blackberry biasa digunakan untuk meningkatkan kesehatan mengapa beras hitam dan bubuknya tidak? Terutama tepung beras hitam yang akan menjadi bahan yang unik dan bernilai ekonomis untuk meningkatkan konsumsi antioksidan," papar Xu lebih lanjut.

Layaknya buah-buahan, beras hitam mengandung antioksidan antosianin, zat yang bisa menangulangi serangan jantung, kanker, dan penyakit lainnya. Pabrikan makanan bisa menggunakan tepung beras hitam atau ekstraknya untuk membuat sereal sarapan yang sehat, minuman, kue, dan makanan lainnya.

Dr. Xu yang melaporkan penemuannya itu ke konfrensi American Chemical Society di Boston, Amerika Serikat itu, mengatakan bahwa para petani tertarik untuk membudidayakan beras hitam sehingga membuat biayanya lebih efektif.

Sumber: http://health.kompas.com/index.php/read/2010/08/27/14174642/Beras.Hitam.Sumber.Pangan.Bergizi.Super-5
Baca selengkapnya - Beras Hitam Sumber Pangan Bergizi Super

Beras Hitam Sumber Antioksidan Alternatif

sxc.hu

TEMPO Interaktif, Louisiana - Para ilmuwan menemukan sumber antioksidan yang tinggi dari bahan murah. Sumber antioksidan berasal dari dedak atau beras hitam. Menurut Zhimin Xu profesor dari Departemen Ilmu Makanan di Louisiana State Agricultural University Center kandungan antioksidan dalam sesendok beras hitam melebihi kandungan antooksidan dalam buah blueberry dan blackberry. Sebelumnya, dua jenis beri ini diktehui memiliki tingkat antioksidan yang tinggi.

”Antioksidan yang banyak adalah dari vitamin E, selain itu beras hitam juga kaya akan serat,” kata dia. Oksidasi adalah proses yang menyebabkan berkurangnya kemampuan tubuh atau penuaan. Contoh dari oksidasi adalah metabolisme tubuh, polusi kendaraan, ponsel atau komputer.

Xu menyarankan beras hitam dan dedak beras hitam bisa digunakan untuk meningkatkan kesehatan laiknya buah buahan jenis beri. "Bekatul dari beras hitam akan menjadi materi yang unik dan ekonomis untuk meningkatkan konsumsi antioksidan ," kata dia.

Xu mencatat guna kepentinan kesehatan, dedak beras hitam dapat diolah untuk sereal sarapan, kue, biskuit dan makanan lainnya. Beras hitam juga dapat ditambahkan ke minuman, dan dapat berfungsi sebagai pewarna makanan, yang bisa menghindari pewarna buatan. Para ilmuwan menjelaskan bahwa pigmen dalam dedak beras hitam variasi warnanya berkisar dari merah muda ke hitam. Dalam studi tersebut, para peneliti menguji dedak beras hitam tumbuh di Amerika Selatan dan Amerika.

Studi itu menemukan beras hitam lebih banyak kandungan antioksidannya dibanding beras merah. Beras merah adalah varietas padi paling umum diproduksi di seluruh dunia.
Di Asia, beras hitam adalah paling sering digunakan untuk hiasan makanan, seperti mie atau sushi. Salah satu varietas padi hitam dikenal sebagai "Forbidden Rice". Dalam tradisi Cina kuno, beras hitam untuk dimakan oleh para bangsawan. Hasil studi itu akan dirilis dalam pertemuan nasional American Chemical Society di Boston.
Nur Rochmi | Healthday

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2010/08/27/brk,20100827-274512,id.html
Baca selengkapnya - Beras Hitam Sumber Antioksidan Alternatif

Wah, Beras Hitam Ternyata Makanan Super

Ellyzar Zachra PB

(dailymail.co.uk)

INILAH.COM, Jakarta- Lupakan buah blueberry atau blackbery yang dianggap berkasiat tinggi. Ilmuwan menemukan beras hitam sebagai makan super baru.

Satu sendok beras hitam dapat memberikan begitu banyak manfaat kesehatan sehingga dinamakan makanan super. Beras asal Asia yang dihancurkan menjadi pecahan halus ini seringkali dikenal sebagai ‘beras berbahaya’ karena bangsawan China kuno melarang masyarakat biasa memakan beras tersebut. Siapapun yang melanggar akan dihukum.

“Satu sendok beras hitam halus mengandung lebih banyak antioksidan antosianin yang berguna bagi kesehatan dibandingkan Anda mengkonsumsi satu sendok blueberry. Tidak hanya itu, beras ini mengandung sedikit gula, lebih banyak serat dan antioksidan vitamin E,” kata Dr Zhimin Xu di Louisiana State University.

“Serbuk beras hitam akan menjadi materi yang unik dan ekonomis dalam meningkatkan konsumsi antioksidan demi menjaga kesehatan,” ujar Xu lagi.

Seperti buah, beras hitam memiliki substansi yang sama menjanjikannya dengan produk yang berguna untuk memerangi penyakit jantung, kanker dan lainnya.

Pabrik makanan berpotensi menggunakan beras hitam atau bahan ekstraksi lain untuk mengembangkan produk kesehatan di makanan cepat saji pagi hari, kue, cookies dan cemilan lainnya.

Penelitian Dr Xu ini dipublikasikan pada konferensi American Chemical Society di Boston.[ito]



Sumber: http://www.inilah.com/news/read/teknologi/2010/08/27/776141/wah-beras-hitam-ternyata-makanan-super/
Baca selengkapnya - Wah, Beras Hitam Ternyata Makanan Super

Beras Hitam Baik untuk Kesehatan

Ulfan Rahmad

Liputan6.com, Boston: Sesendok beras hitam, sebuah varietas eksotis dari Asia, ternyata mengandung gizi melebih apa yang sering didengung-dengungkan sebagai makanan super. Beras hitam adalah makanan super baru. Demikian klaim Dr. Zhimin Xu dari Luisiana State University di Boston, Amerika Serikat, baru-baru ini.

Beras hitam, yang bisa dihancurkan menjadi bubuk, juga dikenal dengan nama beras terlarang. Sebab, para bangsawan pada masa Cina kuno melarang masyarakat jelata mengkonsumsi jenis panganan itu.

"Hanya sesendok penuh bubuk beras hitam bisa mengandung lebih banyak antioksidan dari yang ditemukan di sesendok penuh blueberry. Kandungan gula yang lebih rendah, lebih berserat, dan mengandung vitamin E," kata Zhimin Xu.

Layaknya buah-buahan, lanjut Zhimin Xu, beras hitam mengandung antioksidan antosianin, zat yang bisa menangulangi serangan jantung, kanker, dan penyakit lain. Tak hanya itu, pabrik makanan juga bisa menggunakan tepung beras hitam untuk membuat sereal sarapan yang sehat, minuman, kue, atau makanan lain.

Saat ini, kata Zhimin Xu, petani tertarik untuk membudidayakan beras hitam. Selain bermanfaat, biayanya juga lebih murah dibanding beras biasa.(ULF/Ant/The Telegraph)

Sumber: http://kesehatan.liputan6.com/berita/201008/293434/Beras.Hitam.Baik.untuk.Kesehatan
Baca selengkapnya - Beras Hitam Baik untuk Kesehatan

Kemkes Gelar Posko Kesehatan

JAKARTA (Pos Kota) – Menghadapi persiapan arus mudik Lebaran 2010, Kementerian Kesehatan (Kemkes) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah menggelar Posko Kesehatan atau Unit Pelayanan Kesehatan 24 jam pada jalur mudik di seluruh Indonesia.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengungkapkan, untuk jalur Jawa-Lampung telah disiapkan 3.719 Puskesmas, 500 Pos Kesehatan terdiri dari 418 Dinas Kesehatan dan 82 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), 1.229 ambulans Puskesmas serta 98 rumah sakit pemerintah plus ambulans.

“Kesiapan Posko Kesehatan punya nilai strategis,” ucap Endang usai apel siaga Kesiapan Pelayanan Kesehatan Mudik Lebaran, Jumat (27/8) di Jakarta.

Menurut Menkes, tradisi mudik bersinggungan dengan penanganan resiko sakit dan meninggal yang besar. Lantaran itu penting mempersiapkan dan memobilisasi sumber daya, khususnya kesiapan tenaga kesehatan, peralatan dan obat serta ambulans dan system.

”Kesiapan ini merupakan respons medis yang sering kali menjadi sorotan dramatis bila terjadi kecelakan lalu lintas,” imbuh dia.

Menkes mengatakan, lewat pembentukan posko dan unit layanan kesehatan 24 jam diharapkan dapat menurunkan tingkat kesakitan, kecacatan, dan kematian.

Di samping menyediakan persiapan bila terjadi kecelakaan, juga disiapkan pusat layanan kesehatan untuk menaggulangi kejadian penyakit menular yang berpotensial menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) terutama diare dan keracunan makanan.

”Karena yang mudik ribuan, maka secara epidemiologis kejadian wabah penyakit menular mungkin terjadi. Bila ini diabaikan, maka bisa-bisa korbanya lebih banyak daripada jumlah kecelakaan lalu lintas,” ujar Menkes.

Selain menyiapkan pos kesehatan di jalan, kementerian juga menyediakan Pusat Tanggap dan Respons Cepat (PTRC) sebagai posko informasi dengan nomor telepon (021) 500587.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama mengatakan, pembentukan layanan kesehatan mudik lebaran tingkat nasional ini baru pertama kali dilaksanakan. Pelaksanaan kegiatan ini menurut dia sesuai dengan amanat Inpres No 3/2004.

(aby/sir)

Sumber: http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/08/27/kemkes-gelar-posko-kesehatan
Baca selengkapnya - Kemkes Gelar Posko Kesehatan

Taufik Kurniawan Upayakan Jamkesmas untuk Rakyat

JAKARTA (Suara Karya): DPR memutuskan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) untuk seluruh rakyat. Ini diperlukan guna memudahkan rakyat untuk berobat ketika terkena penyakit. Namun, untuk mewujudkan itu semua saat diperlukan kemauan politik (political will) dari pemerintah.
Demikian dikemukakan Wakil Ketua DPR bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Taufik Kurniawan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (27/8).
"Persoalan Jamkesmas saat ini adalah persoalan political will bukan persoalan UU. Orang sakit tidak berpikir itu. Yang penting masuk Rumah Sakit ditangani, tidak perlu ditanya-tanya tentang DP atau segala macam prosedur, tapi cukup menyerahkan KTP," katanya.
Dalam kesempatan itu, Taufik juga mengungkapkan keprihatinannya atas penanganan pasien berkategori miskin. Dalam kunjungannya di berbagai daerah selama ini, pasien sering sekali ditelantarkan oleh pihak rumah sakit dengan alasan prosedural. Padahal, yang terpenting bagi pasien miskin adalah tertolong jiwanya.
Oleh karena itu, ia mengharapkan agar Kemenkes bekerja keras untuk mengoptimalkan pekerjaan dalam memudahkan pelayanan jamkesmas. Sebaliknya, Kemenkes jangan terlalu sibuk untuk membuat Undang Undang (UU).
"Mau berapa banyak UU kalau memble percuma. Ke depan, Jamkesmas jangan dikaitkan dengan kepentingan politik. Karena rakyat sakit tidak ditanya dari partai apa. Ke depan perlu kebijakan yang substansi agar standarisasi pelayanan di permudah. Bupati sudah bicara kesehatan gratis, kenapa Kemenkes tidak bisa," katanya.
Ia menegaskan, Jamkesmas merupakan satu-satunya alternatif dari negara untuk melayani rakyatnya. Dengan Jamkesmas tak akan ada lagi pengkotak-kotakan masyarakat. Dengan demikian, Jamkesmas tidak selayaknya dikelola oleh perusahaan asuransi. (Feber Sianturi)


Sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=260731
Baca selengkapnya - Taufik Kurniawan Upayakan Jamkesmas untuk Rakyat

Kustantinah: Makanan Impor Membludak, Inspeksi Mendadak Ditingkatkan

RMOL. Menjelang lebaran, makanan impor membludak. Dikhawatirkan banyak yang kedaluarsa dan mengandung zat yang merusak kesehatan. Makanya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meningkatkan inspeksi mendadak.


Lembaga yang dikomandoi Kustantinah itu, bukan hanya menginspeksi makanan impor, tapi juga makanan produk dalam negeri, terutama yang sudah di­kemas dalam bentuk parsel.

“Inspeksi memang sudah rutin kami lakukan, tapi menjelang le­baran ini tentu permintaan maka­nan juga meningkat, sehingga wajar kalau inspeksi mendadak juga ditingkatkan,’’ ujar Kepala BPOM, Kustantinah, kepada Rakyat Merdeka, di ruang kerja­nya, Jakarta, Kamis (26/8).

Berikut kutipan selengkapnya:

Menjelang lebaran, apa saja yang telah dilakukan BPOM untuk mengantisipasi maka­nan kedaluarsa dan makanan ber­for­malin ?
Sebetulnya itu kan suatu tugas dan tanggung jawab BPOM me­lakukan jaminan bahwa produk yang beredar itu aman. Nah, kalau kaitannya menjelang hari raya, biasanya permintaan pa­ngan itu pasti akan meningkat, sehingga pemeriksaan (inspeksi) harus lebih intensif lagi.

Siapa saja melakukan ins­peksi ?
Biasanya inspeksi itu dilaku­kan oleh balai besar POM yang ada di 31 provinsi. Itu adalah pe­laksana teknis kita. Jadi, beberapa data yang ada di kita merupakan hasil temuan balai-balai itu. Mi­salnya saja makanan yang keda­luarsa.

Makanan kedaluasa itu di­apain ?
Ditarik dari peredaran, supaya jangan dibeli. Sebab, makanan kedaluasa itu berbahaya kalau dikonsumsi.

O ya, banyak makanan pro­duk luar negeri membanjiri swa­layan di sini, bagaimana tuh ?
Pada prinsipnya bahwa semua makanan, apakah import atau produksi dalam negeri, sebelum diedarkan harus mendapatkan izin edar dari BPOM. Untuk kita lakukan evaluasi terhadap data keamanan, manfaat, mutu, dan labelnya.

Kapan biasanya dilakukan evaluasi ?
Biasanya kita melakukannya akhir Minggu atau setiap hari. Jadi Minggu ini atau Minggu depan kita kasih tahu datanya.

Sejak kapan BPOM melaku­kan evaluasi ?
13 Agustus lalu kita sudah mela­kukan psikotest, di situ kita lakukan pembuktian data dari Januari sampai Juli 2010 untuk semester pertama. Setelah 13 Agustus kita akan evaluasi akhir Minggu ini. Jadi setiap periodik kita lakukan evaluasi hasil temu­an BPOM seluruh Indonesia.

Bagaimana dengan makanan impor yang masih mengguna­kan bahasa asing ?
Sebenarnya pemberian izin edar dilakukan evaluasi terlebih dahulu. Termasuk di dalam ke­masannya. Memang dari temuan-temuan kita di lapangan, ada pro­duk yang kemasannya tidak se­suai dengan apa yang telah di­setujui pada saat pemberian izin edarnya itu.

Tindakan apa yang dilaku­kan ?
Ya kita suruh tarik makanan­nya. Untuk segera menyesuaikan dengan apa yang kita setujui.

Kenapa BPOM bisa keco­lo­ngan ya ?
Saya tidak tahu kecolongan atau tidak. Sebetulnya itu bukan hanya tugas dari BPOM. Pe­laku usaha juga punya tang­gung jawab. Sebab pe­laku usa­ha yang punya label tanggung jawab uta­ma pada produk yang diedarkan. Maka harus memenuhi aturan. Nggak mungkin kita mela­kukan pengawasan ter­hadap semua ma­ka­nan yang beredar.

Ada nggak sih penga­wa­san dari BPOM ?
Ada dong, kita sudah mem­­­­buat suatu sistem penga­wa­san dengan tiga lapis. Perta­ma, yang dilaku­kan peme­rintah. Kedua, yang dilakukan pelaku usaha. Ketiga, pengawasan dari masyarakat atau konsumen. Kalau lihat produk ti­dak ada izin edarnya dari BPOM, dan sudah rusak jangan dibeli. Segera laporkan ke dinas kese­hatan atau balai POM. Maka kita akan menindaklanjuti dengan meminta tanggung jawab yang punya. Lagipula kalau pro­duk itu tidak ada yang beli maka tidak akan beredar.

Jenis-jenis makanan apa yang diperiksa BPOM ?
Biasanya yang kita utamakan adalah makanan hantaran. Seperti biscuit, sirup, produk susu, per­men dan minuman ringan. Sebab, makanan itu yang paling laku menjelang hari raya.

Adakah reaksi dari para pe­laku ketika melakukan pem­bong­karan parsel ?
Tidak, sepanjang kita menun­jukkan surat perintah dari BPOM untuk melakukan pengujian atau pengecekan makanan. Sebab, pe­tugas BPOM harus punya iden­titas.

Bagaimana dengan penola­kan dari pelaku usaha ?
Itu sudah biasa ditolak. Tapi kita bisa perkarakan kalau me­reka menolak. Sebab, kita dilin­dungi Undang-undang dan diatur kewenangan dari tugas BPOM.

Apa yang harus diwaspai ke­tika membeli makanan menje­lang lebaran ?
Konsumen harus memiliki kesadaran tinggi dalam membeli makanan dan memilih makanan yang didapatkan.

O ya, bagaimana dengan ma­kanan berformalin ?
Semuanya harus ada bukti dulu. Kalau orang menduga boleh saja, tapi harus dibuktikan apa­kah makanan itu berformalin. Kita harus berbicara secara il­miah. Artinya harus ada bukti.

Sebab, formalin itu tidak ter­lihat dengan kasat mata, maka harus diujikan oleh laboratorium. Setelah terbukti mengandung bahan yang tidak diperbolehkan, kita lakukan langkah-langkah penindakan.

Apa yang harus diwaspadai ?
Makanan yang berwarna merah.

Kok begitu ?
Menurut pengalaman saat dila­kukan pengujian laborato­rium yang digunakan untuk zat warna­nya, bukan zat warna pangan. Tetapi tidak semua merah itu ber­bahaya. Makanya saya tadi bi­lang, harus dilakukan dulu pe­ng­u­jian di laboratorium. [RM]


sumber: http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=2407
Baca selengkapnya - Kustantinah: Makanan Impor Membludak, Inspeksi Mendadak Ditingkatkan

Pemanfaatan Obat Tradisional dalam Praktik Kesehatan Akan Ditingkatkan

Pohon Temu Lawak. TEMPO/ Suyatmin

TEMPO Interaktif, Karanganyar – Obat-obatan tradisional sudah sejak lama digunakan sebagai penyembuh untuk berbagai penyakit. Hanya, penggunaannya secara luas berada di bawah bayang-bayang obat-obatan modern. Karena itu, hingga kini belum banyak digunakan dalam praktik pelayanan kesehatan. Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengakui jika obat tradisional belum menjadi salah satu pilihan di bidang penyembuhan kesehatan.

Hal itu disebabkan minimnya penelitian tentang khasiat tanaman obat untuk dijadikan obat tradisional. “Sehingga saya berharap kehadiran Balai Besar ini dapat mendorong pemanfaatan obat tradisional di masyarakat,” katanya kepada wartawan, seusai peresmian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional di Tawangmangu, Karanganyar, Rabu (25/8).

Balai besar bertujuan untuk meneliti tanaman obat, untuk dikembangkan ke arah produksi. “Sifatnya memang masih penelitian dan pengembangan. Belum produksi. Kalau sudah menemukan formulanya, baru dibuat dalam skala kecil dan ditawarkan ke pabrik,” ujarnya.

Tidak hanya itu, nantinya di tiap pusat kesehatan masyarakat disediakan pojok jamu dan terserah pasien untuk memilih pengobatan yang cocok. Pengembangan obat tradisional juga didukung dengan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengobat Tradisional yang mengatur penggunaannya dalam praktik pelayanan kesehatan. “Saat ini konsepnya sudah ada. Kami melibatkan tenaga ahli dari UI (Universitas Indonesia), ITB (Institut Teknologi Bandung), UGM (Universitas Gadjah Mada), dan UNS (Universitas Sebelas Maret),” jelasnya.

Bupati Karanganyar Rina Iriani mengaku sudah mengembangkan klaster biofarmaka di 6 kecamatan, yaitu Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, Kerjo, Mojogedang, dan Ngargoyoso. “Tanaman obat yang ditanam seperti kunyit, kencur, dan jahe,” ujarnya, yang turut menghadiri peresmian. Hasilnya kemudian ditawarkan ke perusahaan jamu skala besar seperti Sido Muncul untuk kunyit.

Dia juga sudah meminta tiap keluarga untuk menanam tanaman obat di pekarangan rumahnya. Tiap poliklinik desa atau puskesmas juga diminta menjual obat tradisional. “Sekarang ini kami memiliki 9.200 kader kesehatan di 177 desa/kelurahan. Salah satu tugasnya sosialisasi tentang penggunaan obat tradisional,” terangnya.

Menteri Endang mengatakan targetnya dalam setahun mampu meneliti minimal dua tanaman obat dan menghasilkan 5 formula obat tradisional. Di Balai Besar sendiri terdapat 1.100 jenis tanaman obat yang potensial untuk dikembangkan menjadi obat tradisional.

UKKY PRIMARTANTYO

Baca selengkapnya - Pemanfaatan Obat Tradisional dalam Praktik Kesehatan Akan Ditingkatkan

Belajar dari Klinik Gizi Buruk Losari

PERCEPATAN pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs) dirasa sangat mendesak, terutama untuk sektor kesehatan. Dari hasil Pertemuan Regional Penyusunan Rencana Aksi Daerah dalam Percepatan Pencapaian Target MDGs di Surabaya Juli 2010, dilaporkan beberapa keberhasilan sektor kesehatan.

Pencapaian itu antara lain prevalensi anak balita dengan berat badan di bawah normal berkurang hampir setengahnya dari 31% pada tahun 1989 menjadi 18,4% pada tahun 2007.

Walaupun sebenarnya harus lebih bekerja keras lagi karena target tahun 2010 ini sebesar 15,5%. Penanganan terhadap gizi buruk pada bayi dan balita menjadi sangat penting, mengingat kontribusi status gizi buruk memungkinkan terjadinya kematian pada bayi dan balita.

Penurunan angka kematian bayi dan balita juga merupakan target MDGs sasaran keempat. Target angka kematian anak di bawah umur lima tahun yang harus dicapai pada tahun 2015 sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup. Sebuah perjuangan yang cukup berat mengingat pencapaian angka kematian anak tersebut baru 44 per 1.000 kelahiran hidup pada 2007.

Mendongkrak target MDGs bukanlah hal gampang, dibutuhkan pemimpin yang mengedepankan kerja kreasi bukan birokrasi. Tidak mudah memang menumbuhkan jenis kepemimpinan seperti ini, yang mampu menerobos kebuntuan birokrasi. Di sisi lain harus pandai memilih program apa saja yang mampu mendongkrak target tersebut.

Sekadar contoh, belajarlah dari Puskesmas Losari Kabupaten Brebes yang berhasil mengembangkan klinik gizi buruk. Pahitnya berita mengenai nasi aking yang dikonsumsi warga binaannya dan ditemukannya anak dengan gizi buruk, membuat dokter Liliana sebagai pimpinan puskesmas, mesti berpikir keras untuk menuntaskan permasalahan ini.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, maka pimpinan beserta staf puskesmas memutuskan untuk menggagas dibentuknya klinik gizi buruk. Tidak ada dana operasional sepeser pun ketika program dimulai, April 2008. Dana dihimpun melalui oegawai puskesmas dengan menyisihkan sedikit pendapatan mereka ketika menerima berbagai macam insentif, seperti gaji ke-13, tunjangan penghasilan, ataupun dari pengunjung puskesmas.

Disediakan kotak untuk menampung dana tersebut. Dalam perjalanannya, sempat kotak berisi uang tersebut ’’digondol maling’’, sebuah romantika perjuangan pun mewarnai perjalanan keberhasilan program ini.
Dibantu Karyawan Klinik gizi buruk dibuka tiap Jumat dan Sabtu. Bayi dan balita diperiksa secara rutin seminggu sekali, kemudian diberi makanan tambahan berupa susu, bubur susu, ataupun biskuit. Ibu hamil yang kekurangan energi kronis (KEK), yang akan berpengaruh terhadap status gizi bayinya, tiap bulan diperiksa kadar haemoglobin (hb) dan tiap minggu diberi susu.

Penemuan kasus gizi buruk dilakukan oleh bidan yang tersebar di desa yang berada di wilayah kerja puskesmas. Tidak jarang tokoh masyarakat ataupun warga setempat melaporkan. Terkadang bagi warga yang berhasil menemukan kasus gizi buruk, diberikan insentif sekadarnya. Tidak semua kasus gizi buruk dapat tertangani dengan baik. Pada April 2009 kasus gizi buruk yang meninggal tercatat dua balita, sedangkan Februari 2010 meninggal satu balita.

Sampai saat ini, klinik gizi buruk di Puskesmas Losari Kabupaten Brebes masih mengandalkan uluran tangan karyawan untuk menyisihkan sebagian pendapatannya ataupun pengunjung puskesmas.

Padahal, klinik ini mempunyai prospek yang menjanjikan, paling tidak sudah beberapa daerah dari luar Brebes yang berkunjung untuk mengadopsi bagaimana caranya menangani kasus gizi buruk di luar mainstream yang telah digariskan dari atas. Diperlukan komitmen yang jelas dari berbagai pihak untuk memajukan klinik ini sehingga mampu mendorong tumbuhnya terobosan baru sebagai bentuk rencana aksi daerah dalam mempercepat target MDGs.

Permasalahan yang lain, kita tidak terbiasa mengapresiasi dan menghargai terhadap kerja kreatif seperti ini. Kita terpola lebih asyik mengerjakan hal-hal yang bersifat rutin. Harus sesuai birokrasi, tidak berani berbeda menangani masalah. Terbukti, pekerjaan rutin yang kita lakukan selama ini, tidak menghasilkan apa-apa.

’’Lesson learn’’ klinik gizi buruk di Puskesmas Losari itu mampu membuktikan bahwa biaya yang murah melalui program yang sangat sederhana pun mampu mengatasi masalah tanpa harus menunggu bantuan konsultan yang mahal itu dan kucuran dana dari negara asing sekali pun. Saat ini, berkreasi menjadi sangat penting mengingat, boleh jadi rutinitas akan membunuh ide-ide cemerlang kita. (10)

— Awaluddin Abdussalam, peserta Lokakarya Program Percepatan Pencapaian MDG4-Reach di Bandung, Kasi Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Brebes.
Baca selengkapnya - Belajar dari Klinik Gizi Buruk Losari

Biaya Kesehatan Mahal, Pemerintah Perlu Menggalakkan Asuransi

Metrotvnews.com, Bogor: Biaya berobat di Indonesia semakin mahal, sehingga kian sulit dijangkau oleh masyarakat golongan ekonomi lemah. Untuk mengatasi mahalnya biaya berobat, pemerintah dinilai perlu mengembangkan program asuransi kesehatan bagi semua masyarakat.

"Biaya kesehatan semakin mahal. Kasihan masyarakat golongan ekonomi lemah, karena semakin sulit menjangkau biaya berobat," ujar peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan, Kementerian Kesehatan RI, Dr Bona Simanungkalit di Bogor, Jawa Barat, Ahad (22/8).

Bona Simanungkalit melanjutkan, "Pemerintah perlu melakukan terobosan, agar masalah biaya kesehatan yang semakin tinggi dapat diatasi."

Terobosan program yang dapat dilakukan pemerintah yaitu dengan pengembangkan program asurani kesehatan bagi semua masyarakat.

"Masalah kesehatan sama dengan pendidikan merupakan tanggung jawab negara. Negara perlu memberikan porsi perhatian yang besar, karena menyangkut kesejahteraan rakyat," ujar Bon Simanungkalit.

Bona Simanungkalit menyarankan agar ke depan pemerintah menggalakkan program asuransi kesehatan yang dapat mencakup semua warga bangsa. Adanya program asuransi tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan.

Pengembangan asuransi yang mencakup semua yang dimaksud Bona yaitu diharuskannya semua warga negara menjadi nasabah asuransi kesehatan. "Perlu dikembangkan asuransi kesehatan yang dikelola secara langsung olegh negara. Semua nasabah harus memberikan iuran bulanan atau tahunan," ujarnya.

Pemungutan iuran asuransi tersebut, disesuaikan dengan kemampuan ekonomi dari masing-masing nasabah. "Kartu asuransi dibawa saat berobat. Siapapun yang berobat harus dilengkapi kartu asuransi. Dengan begitu biaya kesehatan akan jauh lebih terjangkau," paparnya.

Selain itu, iklim dunia kesehatan nasional juga akan semakin membaik dan berpihak kepada masyarakat, karena dokter dan semua yang bekerja di sektor kesehatan akan berorioentasi pada pelayanan masyarakat.

"Kalau pengembangana asuransi terpadu dapat dilakukan dengan baik, biaya berobat akan lebih terjangkau. Dokter dan semua pihak yang terlibat di bidang kesehatan dapat mengambil keuntungan dari asuransi, sehingga akan lebih fokus dalam melayani kesehatan masyarakat," begitu kata Bona.(Ant/BEY)
Baca selengkapnya - Biaya Kesehatan Mahal, Pemerintah Perlu Menggalakkan Asuransi

KOTAK PENCARIAN:

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:

=====
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...