Perlukah Sikap Terlalu Melindungi terhadap Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan?


TEMPO/ Mazmur A. Sembiring

TEMPO Interaktif, Vancouver - Orang dewasa yang mengidap penyakit jantung bawaan lebih menderita akibat kecemasan hati bila sewaktu kanak-kanak dan remaja mendapat pengasuhan dari orangtua yang terlalu melindungi (overprotective).

Begitulah menurut studi oleh Dr Lephuong Ong dari Pusat Pelayanan Kesehatan Orion di Vancouver, dan rekannya dari Universitas York di Toronto, Kanada. Peneliti menyarankan bahwa perawatan kesehatan profesional dapat mendorong kemandirian yang lebih besar pada remaja dan orang dewasa dengan penyakit jantung bawaan untuk meningkatkan penyesuaian psikososial mereka.

Temuan Dr Ong ini dipublikasikan secara online di jurnal Behavioral Medicine.

Sekitar satu persen dari bayi dilahirkan dengan cacat jantung bawaan dan lebih dari 90 persen anak-anak ini bertahan hidup sampai dewasa, berkat kemajuan medis. Mengenai kondisi kesehatannya, mereka menghadapi masalah kesehatan mental termasuk kecemasan. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat perlindungan orangtua cenderung lebih tinggi pada anak dengan penyakit jantung bawaan dibandingkan dengan anak-anak yang sehat.

Ong dan timnya menyelidiki hubungan antara perlakuan orangtua yang overprotective terhadap anak dengan penyakit jantung bawaan dan kecemasan hati yang dialami si anak setelah dewasa. Overprotective didefinisikan sebagai kontak berlebihan, dan pencegahan perilaku mandiri.

Analisis mereka menunjukkan bahwa tingkat kecemasan hati mereka meningkat seiring dengan meningkatnya kadar sikap overprotective orangtua. Keparahan penyakit juga berhubungan dengan tingkat kecemasan yang lebih tinggi.

Penulis penelitian ini menyarankan agar dibuat pedoman kegiatan bagi para orang tua untuk mendorong kemandirian di kalangan remaja dan anak muda dengan cacat jantung bawaan.

ScienceDaily/NF

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/

Baca selengkapnya - Perlukah Sikap Terlalu Melindungi terhadap Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan?

9 Bulan yang Menentukan


Apa yang membuat kita seperti sekarang ini? Mengapa ada orang yang gampang cemas, ada yang kegemukan dan ada yang menderita asma? Bagaimana seseorang lebih beresiko terkena serangan jantung dibanding yang lain?

Anda bisa menjawabnya secara "standar", seperti kita begini karena gen yang dibawa sejak lahir. Kepribadian kita dipengaruhi oleh faktor pola asuh dan lingkungan. Kesehatan kita dipengaruhi oleh gaya hidup. Tapi percayakah Anda bahwa masih ada pengaruh lain yang lebih besar dari semua itu, yakni masa kehidupan kita sebagai janin.

Para ilmuwan meyakini nutrisi yang kita terima saat berada dalam rahim, polusi, obat-obatan serta infeksi, kesehatan ibu serta kondisi psikologisnya ketika mengandung, berkontribusi dan ikut membentuk kesehatan kita saat bayi dan terus berpengaruh hingga sekarang.

Teori tersebut juga percaya bahwa 9 bulan masa kehamilan berdampak seumur hidup dan secara permanen memengaruhi sistem koneksi sel-sel otak serta fungsi organ tubuh, seperti jantung, liver dan pankreas. Teori ini berangkat dari hasil penelitian-penelitian dalam 10 tahun terakhir.

Para ahli kini juga tengah meneliti kemungkinan kehidupan janin berpengaruh pada kecerdasan, temperamen, bahkan kebiasaan. Sebelumnya para ahli telah menemukan kaitan antara kondisi fisik seseorang, seperti diabetes, asma, obesitas, dan penyakit jantung, dengan kondisinya ketika masih berupa janin dalam kandungan.

Hingga saat ini para ilmuwan memang masih menahan diri untuk tidak mewanti-wanti para calon ibu mengenai hal tersebut. Namun mereka berharap penemuan ini akan membuka jalan bagi revolusi di bidang kesehatan masyarakat. Kelak, para janin dalam kandungan akan menjadi target pencegahan penyakit, bahkan sebelum manusia itu dilahirkan.

Baca selengkapnya - 9 Bulan yang Menentukan

Dahsyat, Dana Pelesiran Kemenkes Rp 145 miliar

Anggaran pelesiran Kemenkes mencapai 145 miliar. FITRA menilai pos anggaran pelesiran Kemenkes yang paling boros ada di struktur Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yakni sebesar Rp119 miliar. Anggaran petugas TKHI per orangnya mencapai Rp60 juta atau dua kali lipat Ongkos Naik Haji (ONH).
Anggaran pelesiran Presiden, kementerian dan lembaga negara dalam struktur APBN 2010 mencapai Rp19,5 triliun. Jumlah ini dinilai berbagai kalangan berlebihan.
Besaran ongkos pelesiran ini, menurut Koordinator Advokasi Sekretariat Nasional (Seknas) Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi, sanggup untuk meng-cover empat tahun anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang jumlahnya hanya Rp4,5 triliun per tahun.
Dipaparkan Uchok, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menempatkan porsi anggaran pelesiran terbesar dibanding kementerian atau lembaga negara lainnya yakni sebesar Rp145.302 miliar.
Uchok menilai, anggaran pelesiran yang dialokasikan Kemenkes tak patut. “Di tengah belum terpenuhinya lima persen anggaran kesehatan, tidak tercapai MDGs (Millenium Development Goals), dan tingginya angka kematian ibu dan bayi akibat gizi buruk dan penyakit menular. Ini adalah bukti kalau Kemenkes tidak pro-rakyat,” kata Uchok, kepada Rakyat Merdeka.
Uchok merinci, salah satu pos anggaran dalam struktur keuangan Kemenkes yakni anggaran Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Menurut dia alokasi dana sebesar Rp119 miliar dalam pos TKHI terlalu boros.
Dipaparkan, Uchok, jika dihitung anggaran Rp119 miliar yang dialokasikan untuk memberangkatkan 1944 orang tenaga kesehatan ke Arab Saudi pada musim haji, maka anggaran per petugas kesehatan sebesar Rp61.690.764.
Padahal Ongkos Naik Haji (ONH) yang ditetapkan pada 2010 saja cuma sebesar Rp3505 dolar AS atau sekitar Rp32.246.000 (sampel diambil dari embarkasi yang paling jauh dan paling mahal yaitu Makassar).
“Jika biaya tenaga kesehatannya mencapai Rp61 juta per orang kan berarti dua kali lipat dari ONH ini kan jadi betul-betul kemahalan. Anggaran ini diduga berbau mark-up,” papar Uchok.
Dengan adanya kondisi ini, Uchok berharap presiden dan DPR segera merevisi anggaran plesiran tersebut. Jika kedua institusi itu mendiamkan, maka bukan tidak mungkin keduanya telah mengingkari amanat konstitusi UUD 1945 Pasal 23 ayat 1.
“Mereka (Presiden dan DPR) harus dimintai pertanggungjawabannya,” pungkasnya.
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Hendri, berharap masyarakat dan KPK mengawasi ketat anggaran plesiran Kemenkes.
Karena, dijelaskan Febri, beberapa kasus anggaran perjalanan dinas yang pernah ditangani ICW kerap digunakan hanya sebagai modus untuk menambah anggaran kementerian.
“Caranya bagaimana? Ya macam-macam, ada yang melakukan perjalanan fiktif, memanipulasi laporan, hingga mendesain program kegiatan ganda,” paparnya.
DPR sebagai lembaga pengawas wajib bersikap. DPR harus mempelajari seksama digunakan untuk apa saja anggaran tersebut.
“Tapi kayaknya saya kurang yakin DPR bisa bersikap tegas terkait hal ini. Untuk itu publik terus mendesak DPR meminta kementerian transparan.
Mereka wajib melaporkan setiap hasil kegiatannya terutama yang berkaitan dengan kegiatan dinas ke luar negeri,” tandasnya. (RM/u)

Sumber: http://hariansib.com/?p=142359
Baca selengkapnya - Dahsyat, Dana Pelesiran Kemenkes Rp 145 miliar

Wapres: Kemiskinan Indonesia Kompleks dan Multidimensional

Ulfan Rahmad

Wapres Boediono


24/09/2010 09:05
Liputan6.com, New York: Persoalan penanggulangan kemiskinan di Indonesia sangat kompleks dan multidimensional. Soalnya, komposisi penduduk Indonesia sangat beragam, baik secara status sosial, ekonomi, maupun grafis. "Ini merupakan tantangan yang cukup berat," kata Wakil Presiden Boediono di New York, Amerika Serkat, Kamis atau Jumat (24/9) waktu Indonesia.

Menurut Wapres, penanggulangan kemiskinan di Indonsia berfokus pada perbaikan kualitas sumber daya manusia. Caranya dengan melalui perbaikan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Indonesia, kata Boediono, telah menyediakan anggaran dana 20 persen dari anggaran pendidikan untuk perbaikan kualitas pendidikan. Di samping menyediakan layanan dasar kesehatan untuk orang miskin secara cuma-cuma melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat.

Dikatakan Wapres, masalah kemiskinan bukan hanya dialami Indonesia, tapi juga merupakan masalah global. Total masih ada 1,37 miliar penduduk dunia tergolong miskin, 30 juta orang di antaranya berada di Indonesia, 465 juta orang di India, 208 juta orang di Cina. Secara keseluruhan di Asia ada 957 juta orang. "Di Indonesia juga masih banyak penduduk yang masih rawan untuk jatuh kembali ke bawah garis kemiskinan," kata Boediono.(ULF/Ant)

Sumber: http://berita.liputan6.com/
Baca selengkapnya - Wapres: Kemiskinan Indonesia Kompleks dan Multidimensional

PBB Janjikan Dana Kesehatan Ibu & Anak US$40 M

Ediya Moralia

(IST)

INILAH.COM, Jakarta - Perserikatan Bangsa-bangsa menjanjikan untuk menyediakan dana US$40 miliar atau sekitar Rp360 triliun guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak di seluruh dunia.

Janji itu dilontarkan Majelis Umum PBB di New York, AS, dalam pertemuan tingkat tinggi selama tiga hari yang dimulai pada Rabu (22/9). Pertemuan tingkat tinggi pemimpin negara di dunia itu secara khusus membahas Sasaran Pembangunan Milenium atau lebih sering disebut dengan MDG’s.

Sejauh ini, komitmen PBB menyediakan bagi negara-negara anggota PBB yang membutuhkan mencapai US$ 40 miliar. Dana itu nantinya akan diperuntukkan bagi peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak selama lima tahun ke depan.

Lebih dari 140 pemimpin negara di dunia hadir dalam pertemuan puncak PBB di New York. Para pemimpin dunia ini akan hadir membahas kemajuan 5 sasaran pembangunan anti-kemiskinan yang ditetapkan pada pertemuan serupa pada 2000.

Sasaran pembangunan antikemiskinan yang dimaksud di antaranya: mengurangi separuh jumlah penduduk yang hidup pada garis kemiskinan ekstrem pada 2015, mengurangi 2/3 tingkat kematian anak yang berusia di bawah lima tahun, serta mengurangi 3/4 kematian ibu.

Ada banyak tantangan untuk melaksanakan semua sasaran itu. Krisis ekonomi global, kenaikan harga pangan dan energi membuat banyak negara mengalami tekanan finansial sehingga menciptakan hambatan tersendiri untuk bisa mencapai target. Ketiadaan jaminan dasar juga membuat sejumlah negara makin kesulitan mencapai target MDG’s.

Sementara pelaksanaannya di Indonesia, target MDGs untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak di 2015 masih sulit dicapai. Ada banyak faktor ditenggarai berkontribusi menghambat upaya penuruan angka kematian ibu (AKI), di antaranya adalah faktor akses dan pemanfaatan pelayanan kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi, yang belum merata oleh perempuan.

Bappenas yang mewakili pemerintah Indonesia, mengisyaratkan bahwa Indonesia akan sulit mencapai target MDG untuk menurunkan AKI sampai ke angka 102 pada 2015. Bappenas memperkirakan bahwa pada 2015, AKI di Indonesia masih akan berkisar di angka 163. Indonesia masih tertinggal jauh dari Malaysia dan Thailand yang angka AKI-nya masing-masing 30 dan 24.

Meski mengaku sulit mencapai target, data nasional yang dikeluarkan Bappenas 2009 menunjukkan bahwa AKI di Indonesia justru mengalami penurunan dari 307/100.000 pada 2002-2003, dan menjadi 228/100.000 pada 2009.

Begitu juga dengan angka kematian bayi (AKB). Sejak 2003, hanya sedikit perbaikan pada AKB, dari 35 menjadi 34 bayi per 1.000 kelahiran hidup. Kendati mengalami penurutan, angka itu tidak terlalu menggembirakan.

Berdasarkan data Kemenkes, AKB di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan negara-negara Anggota ASEAN, Singapura (3 per 1.000), Brunei Darussalam (8 per 1.000), Malaysia (10 per 1.000), Vietnam (18 per 1.000) dan Thailand (20 per 1.000). Lebih dari setengah kematian bayi (56%) merupakan kematian neonatal (bayi yang baru lahir) yang umumnya berusia 0-6 hari.

Pemerintah menetapkan, 2014 sebagai tahun penentuan tercapainya delapan tujuan pembangunan millenium (MDG’s) di mana persoalan mengurangi angka kematian ibu dan kematian bayi di bawah lima tahun termasuk di dalamnya.

Terlepas dari hambatan yang ada dari beberapa negara termasuk Indonesia, dalam pertemuan itu sejumlah pembicara di hari pertama secara optimis menyatakan pentingnya MDG’s serta komitmen mereka untuk mencapainya.

“Musuh terhadap perdamaian dan stabilitas di Afganistan saat ini masih aktif, mereka melancarkan serangan terencana ke sekolah, klinik, guru, dokter, pegawai pemerintah, dan bahkan anak-anak khususnya gadis sekolah,” tegas Menlu Afganistan Zalmai Rassoul di hadapan para pemimpin dunia seperti diberitakan oleh kantor berita Associated Press.

“Kami juga sangat menyayangkan adanya serangan serupa terhadap organisasi pemberi bantuan kemanusiaan dan personel mereka,” ujar Rassoul.

Deputi Perdana Menteri Inggris Nick Clegg bahwa sasaran pembangunan milenium bukanlah sekadar pemberian cuma-cuma, namun juga bukan pemberian yang murni mengutamakan kepentingan orang lain.

“Para penerima bantuan juga menjadi kunci untuk memperpanjang jaminan dan kesejahteraan rakyat Inggris di masa depan,” tegasnya seperti dikutip dari kantor berita AP.

Lebih jauh Clegg menjelaskan bahwa situasi buruk di tempat yang rawan seperti Afganistan bisa mengarahkan pada kebencian terencana yang mendukung serangan teroris, adanya para kriminal yang membawa narkoba ke wilayah Inggris, serta adanya para pengungsi melarikan diri.

Untuk itulah Clegg meminta kepada negara lain untuk tetap menjaga komitmennya dalam memberi bantuan walaupun ekonomi anjlok seperti yang terjadi di Inggris.

Sementara itu, Menlu Prancis Bernard Kouchner mengatakan, dunia harus menangkap pesan bahwa bukan hanya uang yang dibutuhkan saat ini namun juga menghilangkan kemiskinan. “Kita butuh kemauan politik yang kuat,” tegasnya. [mor]

Sumber: inilah.com

Baca selengkapnya - PBB Janjikan Dana Kesehatan Ibu & Anak US$40 M

Waspada! Game Online Seperti Heroin

Ellyzar Zachra PB

(IST)

INILAH.COM, Jakarta - Hati-hatilah jika gemar bermain game di Facebook. Game akan memiliki reaksi seperti heroin sehingga pecandunya akan melakukan tindakan yang sangat menyedihkan.

Klinik kesehatan biasanya digunakan untuk mencegah kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang. Namun, kini muncul fenomena baru di mana banyak remaja berisiko terbawa arus dunia maya, sehingga tidak mampu mengendalikan diri dan sering ‘absen’ di kehidupan nyata.

Hal ini menjadikan makin maraknya lembaga kesehatan yang membantu anak-anak yang kecanduan game. Bukti terbaru soal tingginya perkembangan bisnis ini ialah saat peluncuran video game Halo: Reach pada 14 September lalu.

Menurut perintis Layanan Ketergantungan Teknologi pada Remaja di Capio Nightingale Hospital London, Dr. Richard Graham, pola ketergantungan ini memiliki perilakuyang khas. “Dunia remaja seringkali menciptakan tekanan sehingga keberadaan game menawarkan tempat perlindungan,” kata Graham.

Tidak hanya itu, game online menawarkan pada pemainnya sebuah bentuk komunikasi antarpribadi, sehingga menciptakan kehidupan kedua yang lengkap dalam lingkungan game.

“Di permainan online, Anda seringkali menemukan semacam kelompok atau perserikatan. Remaja memang sangat berkelompok dan suka memilih geng,” ujar Graham lagi.

Berbahayanya, beberapa kelompok ini sangat menuntut waktu yang harus dicurahkan kepada mereka. Dengan bermain game, maka tampak memiliki kesempatan memperpanjang waktu, jelas Graham.

Individu menjadi sangat tergantung sehingga sulit membebaskan diri. Orang tua yang berusaha memaksa anak mereka berhenti bermain game seringkali melakukan tindakan agresif, karena mereka telah begitu putus asa untuk menarik anak mereka dari komputer.

Salah satu pasien Graham bahkan mengancam akan melukai diri sendiri saat konsol game miliknya rusak. “Dia sangat cemas karena tidak dapat mengakses permainan ini,” kata Graham.

Fenomena tersebut merupakan reaksi yang sama seperti pecandu yang tidak mendapat mengkonsumsi heroin. Saat putus asa, menurut Graham, pecandu akan melakukan tindakan yang sangat menyedihkan. Meskipun remaja pria tampak lebih berisiko kecanduan game, perempuan juga terkena dampak yang sama dari dunia virtual.

Kate Flanegan, 24 tahun, asal North Shields misalnya. Ia menghabiskan 70 jam dalam satu minggu untuk mengakses game online dari situs jejaring sosial, Facebook. Perempuan ini mengaku kecanduan, sama seperti merokok.

“Saya tahu bahwa merokok tidak baik buat tubuh, sama seperti bermain game. Tapi saya tidak pernah lelah untuk melakukannya karena saya sangat menikmati.” Flanegan mengakui bahwa saat ia berhenti bermain game, ia merasa sangat cemas.

Berdasarkan penelitian, sekitar 5-10% dari 46,5 juta pengguna internet di Inggris mengalami kecanduan komputer. Namun pembuat game menilai game online sama sederhananya dengan materi hiburan lain seperti buku dan televisi. Perilaku terobsesi bermain game terus-menerus dianggap karena masalah yang lebih rumit.

Direktur perusahaan video game dan hiburan interaktif UKIE, Michael Rawlinson mengatakan bahwa bermain game merupakan hobi yang sama seperti membaca atau berolahraga.

“Game berasal dari bagian gaya hidup yang sehat dan aktif. Ini membantu para pemain untuk mengembangkan kemampuan sosial. Bermain game olahraga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan keuntungan kesehatan umum lainnya,” kata Rawlinson. [ito/mdr]

Sumber: http://www.inilah.com/

Baca selengkapnya - Waspada! Game Online Seperti Heroin

7 Jenis Binatang yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


img
Foto: thinkstock
Jakarta, Berbagai jenis binatang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia kesehatan. Mulai dari ikan hiu yang menyeramkan hingga bekicot yang sering dijauhi karena lendirnya agak menjijikkan.

Dikutip dari Dailymail, Minggu (26/9/2010), beberapa jenis binatang yang bermanfaat adalah sebagai berikut.

1. Kerang hijau (Perna canaliculus)
Satwa ini mengandung senyawa eicosatetraenoic acid yang telah terbukti secara ilmiah dapat mengatasi nyeri sendi. Sementara di Selandia Baru yang merupakan habitat aslinya, kerang ini telah digunakan untuk mengobati sendi sejak 100 tahun lalu.

2. Hiu
Senyawa kondroitin yang ditemukan di dalam tubuh predator laut ini bisa merangsang pembentukan tulang rawan sekaligus mengatasi nyeri dan radang sendi. Dalam bentuk suplemen, senyawa ini bisa dikonsumsi secara rutin untuk mencegah osteoarthritis.

3. Sapi
Bukan hanya daging dan susu yang bisa dimanfaatkan dari sapi, kolagen atau jaringan penghubung antara kulit dan dagingnya juga berguna. Banyak dipasarkan dalam bentuk suplemen, gunanya untuk meredakan nyeri sendi.

4. Rusa jantan
Bagian terluar tanduk rusa juga baik untuk memelihara sendi dan mengurangi nyeri di bagian tersebut. Kandungan kalsiumnya yang tinggi dapat mengurangi radang dan membuat jaringan tulang rawan lebih elastis sehingga sendi.

5. Bekicot
Manfaat lendir bekicot untuk perawatan kulit dan patah tulang ditemukan pertama kali oleh para peternak bekicot di Cili. Lendir tersebut kaya akan allantonin, kolagen dan elastin yang juga berperan saat bekicot memperbaiki cangkangnya sendiri.

6. Ulat sutra
Sebuah penelitian di German State Hospital mengungkap, enzim serrapeptase yang dihasilkan ulat sutra efektif meredakan nyeri dan pembengkakan hingga 50 persen dalam 3 hari setelah operasi. Enzim tersebut bekerja dengan mengurai jaringan radang serta jaringan mati pada manusia.

7. Babi
Katup jantung pada babi memiliki ukuran hampir sasma seperti pada manusia sehingga bisa dicangkokkan untuk mengatasi kerusakan katup jantung pada manusia. Di antara hewan lain, katub jatung babi paling trombogenik atau tidak mudah menyebabkan penggumpalan darah.

Kemiripan lain antara babi dengan manusia bsia ditemukan pada insulin. Oleh karenanya revolusi pengobatan diabetes juga diarahkan pada pemanfaatan insulin babi.

(up/ir)

Sumber: http://health.detik.com/
Baca selengkapnya - 7 Jenis Binatang yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

Roti Isi Porsi Jumbo di Aston Braga

SANDWICH satu ini bukan sembarang sandwich.Ukurannya besar dan tebal dibanding sandwichyang biasa kita temui. Namanya saja giant sandwiches.

Ini memang salah satu menu andalan Aston Braga Hotel and Residence (ABHR) untuk lunch atau menemani suasana santai di sore hari. Executive Chef ABHR Suharjo mengatakan, sandwich ini begitu kaya protein dan karbohidrat karena di dalamnya ada smoke beef, chicken breast, cheddar cheese, lettuce leaves, tomato, dan mayonnaise. Roti yang digunakan pun spesial yaitu focassia breaddengan saus istimewa.

“Yang suka pedas bisa menambahkan spicy mayonnaise sauce,” ujar Suharjo yang akrab disapa Chef Jojo. Karena porsinya besar,giant sandwichlebih cocok disantap dua orang atau lebih bersama- sama. “Kalau sendirian pasti kekenyangan,”kata Chef Jojo. Giant Sandwichesdisajikan bersama french fries.Selama masa promosi, harga seporsinya Rp40.000 plus dua soft drink Coca Cola.Sebagai alternatif minuman, kita bisa pula memesan fresh healthy juice dari sayur-sayuran.Food and Beverage Sales Coordinator ABHR Eko Anom mengatakan, pengunjung bisa memilih empat jenis jus,yaitu fat reduction, body protector, eyes keeper,dan blood cleaner.

Cita rasa dan kesegaran jus dari aneka sayur-sayuran ini tak kalah dengan jus buah. Blood cleaner misalnya. Kesegaran jus berwarna hijau ini membuatnya menjadi salah satu minuman favorit di ABHR. Apalagi berkhasiat menurunkan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung. Selama masa promosi, segelas fresh healthy juice dibanderol Rp25.000. (CR-7)

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/
Baca selengkapnya - Roti Isi Porsi Jumbo di Aston Braga

Mengetuk Nurani Mendengar Tangis Penderita TB Paru

Oleh: Sarifuddin Siregar

Tak seorang pun umat manusia bermimpi bakal terjangkit penyakit. Semua berusaha mengelak. Ragam upaya dipasang agar terhindar dari bibit perusak organ tubuh. Namun, realita memperlihatkan, selagi hidup serangan itu tak pernah berhenti.

Cobaan silih-berganti hingga mengganggu aktivitas. Itu dapat dimaklumi mengingat sejak janin di rahim ibu, kita sudah terkontaminasi oleh pestisida serta lingkungan yang tak pernah bersih dari sumber berbahaya tadi.

Sengaja atau tidak, campuran bahan kimia sudah terlebih dulu mengotori darah. Bahkan mungkin, sesama kuman juga berlaga menjadi jagoan di dalam jaringan. Inmunitas pun melemah. Alhasil, dokter hingga professor sekalipun rupanya tetap saja menderita suatu penyakit. Jadi, wajar saja, jika hasrat hidup sehat menjadi obsesi peringkat pertama setelah keinginan masuk surga. Faktanya, bahwa uang segudang belum tentu sanggup membeli kesehatan.

Hanya saja, masing-masing punya level resiko. Penyakit keturunan tidak dapat dipungkiri amat dan teramat susah dikendalikan. Sementara itu, penyakit HIV AIDS hingga kini adalah kategori mematikan. Itu makanya, penderita terbeban mental, berusaha menjauh dan dijauhi masyarakat sebab ajal pasti lebih dekat setelah merontokkan sel-sel darah. Di sisi lain, TB Paru atau beberapa tahun silam dinamai TBC (tuberculosis) hingga kini dianggap susah sembuh dan sangat berbahaya. Tidak mengherankan, satu per satu teman bicara bergeser hingga termenung sendiri sebab yang lain khawatir terinfeksi.

Dan, itulah tantangan bagi tenaga medis yang sebelumnya secara lantang pengucap sumpah akan memberi pelayanan terbaik tanpa memandang kasta. Mereka dituntut mendengar sekaligus menjawab isak tangis warga dimaksud. Korban umumnya berasal dari warga kelas ekonomi miskin senantiasa menanti, kapan disentuh?

Lalu, benarkah mereka berseragam putih bersih tadi peduli kaum marginal? Adakah senyum resep kesembuhan ditawarkan kala menengok pasien? Adakah rasa kasihan dan iba? Atau, justru diabaikan? Jangan-jangan, sumpah tinggal sumpah, uang masuk dinomorsatukan….

Tanpa bermaksud memberi apresiasi berlebih, barangkali, dr Nitawaty Sitohang Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi adalah pelopor gerakan perubahan dimaksud. Kabupaten Dairi di tengah usia daerah otonom beranjak dewasa, belakangan terkesan minim figur berempati.

Sebaliknya, ini adalah momen pertama dimana seorang dokter berani tampil beda mengumandangkan para medis turun ke desa mencari tahu tentang siapa sesungguhnya warga yang berpotensi terjangkit. Ketika yang lain merasa jijik hingga muntah atas joroknya lendir dahak, Nitawaty justru mengepalkan tangan berkumandang "dahakmu adalah rezekimu, dahakmu adalah rezekiku"

Sebuah slogan atau statemen bernada kontradiktif. Bila disikapi, sesungguhnya kalimat itu penuh makna dimana keterlambatan pemeriksaan dahak, apalagi sudah memasuki stadium akut, tentunya peluang tularan amat tinggi. Bukan hanya menyebar kepada satu orang saja tetapi bisa mencapai ratusan hingga ribuan dalam tempo tertentu sebagai ekses interaksi. Keterlambatan penanganan secara perlahan berdampak pada pemiskinan dan pembodohan. Selanjutnya, bila segera didiagnosa dini, maka ratusan orang terlindungi.

Melalui penggalangan dana sesama medis serta organisasi atau swadaya, pengecekan ke pelosok dusun membuahkan hasil. Terdata, ada 278 penderita dari suspect 4495 orang tahun 2009. Angka itu naik dibanding tahun sebelumnya akibat kesulitan penanggulangan dan penjaringan. Tahun 2010 triwulan I dan II tercatat 162 orang terkena dari 4448 suspect nasional. Sebagai awam, andai dijejerkan warga pengidap tersebut, masih sanggupkah anda makan bersama? Masih sudilah bersanding di acara pesta atau agenda lainnya? Tetapi, bagi Nita, panggilan akrab dokter, ia dan rekan lainnya menjadikan time itu buat mencoba berbuat terbaik melalui "Pencanangan Aksi Sayang Dahak" di Desa Sulumboyah Kecamatan Siempat nempu hulu, Senin (6/9). Ia konsisten meneruskan perjuangan.

Sarang Gizi Buruk

Bupati Dairi, KRA Johnny Sitohang Adinegoro didampingi Wakil Bupati, Irwansyah Pasi pun tak sungkan mengungkap bahwa wilayah binaannya adalah sarang gizi buruk. Warga di pedesaan jamak didera busung lapar dan TB paru. Ini realitas yang tak dapat dipungkiri. Mungkin, dulu petugas enggan melaporkan kondisi sesungguhnya sebab kalau saja terdeteksi, bakal terkena sanksi sebab dianggap kurang produktif. Sebenarnya, kepahitan itu mesti ditransparansikan. Buka saja dan terangkan apa adanya.

Buat apa berkata bohong jika akhirnya mencederai masyarakat. Sekarang, carilah penderita sebanyak-banyaknya sebab pencapaian itu adalah bagian dari wujud kerja nyata. Pencacahan juga bukti pembangunan. Ketika terdata, tentu solusi penyembuhan mudah diterapkan. Jadi, anda-anda jangan lagi lebih banyak di belakang meja menghitung ini-itu. Tiada waktu berleha sebab pengentasan kemiskinan sudah mendesak.

Johny pun memberi applaus atas langkah pro aktif Dinas Kesehatan di tangan dr Abner Silalahi. Ia berharap, terobosan sedemikian diikuti unit kerja lain. Akhir tahun 2011, daerah ini diproyeksikan bebas TBC. Berkreasilah, motivasi diri bahwa kita bekerja untuk rakyat. Kepala daerah ini pun memberi sinyal, bakal memberi promosi kepada mereka yang bijak.

Kepada warga ditegaskan, jangan takut memeriksakan diri. Jangan terpengaruh issu bahwa TB paru adalah penyakit akibat guna-guna. Itu murni gangguan kesehatan yang dapat disembuhkan. Apalagi, tiada beban berat dimana pengobatan tanpa pengenaan biaya. Kalau patuh, enam bulan pasti pulih.

Guna memberi spirit kepada penderita seratusan lebih, Ketua Tim penggerak PKK Nyonya Sitohang Dumasi Sianturi menyumbangkan sejumlah susu bubuk guna dinikmati keluarga.

St TB Sitorus mantan pengidap penyakit tersebut asal Desa Lae Ambat Kecamatan Silima Pungga-pungga memaparkan metode penyembuhan kala ia mengikuti petunjuk perawatan di Puskesmas Bakal Gajah. Ketakutannya akibat muntah darah membuatnya cemas pada kelangsungan hidup. Setelah menuruti nasehat bidan desa Boru Butar, kini ia leluasa beraktivitas sebagai petani ulet. Menjaga kesehatan, disebut sebagai syarat utama. Seterusnya harus teratur minum obat dan cukup istirahat.

Jam delapan wajib masuk kamar, ketusnya disambut gelak tawa hadirin. Sekarang, ia beralih menggantikan beban istri yang selama tiga tahun terpaksa banting stir buat memenuhi biaya hidup.

Sumber: http://www.analisadaily.com/

Baca selengkapnya - Mengetuk Nurani Mendengar Tangis Penderita TB Paru

Pelayanan Air Bersih Masih Rendah

SUKABUMI,(GM)-
Guna meningkatkan cakupan pelayanan serta penambahan pelanggan air bersih, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kab. Sukabumi secara bertahap menambah jaringan air bersih. Upaya tersebut dimaksudkan agar secara bertahap derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat.

"Cakupan pelayanan air bersih sampai saat ini relatif masih rendah, yakni baru berkisar 17,15%. Hal ini menunjukkan tingkat konsumsi air bersih di pelosok Kab. Sukabumi masih rendah, " ungkap Direktur Utama (Dirut) PDAM Kab. Sukabumi, Ir. Ade Pamangku ketika ditemui "GM", baru-baru ini.

Penambahan jaringan air bersih tersebut sebagai upaya mempercepat pemerataan air bersih di pelosok daerah Kab. Sukabumi. Jaringan air bersih baru yang kini telah dibangun, di antaranya pembagunan jaringan air bersih di Kec. Parakansalak serta beberapa daerah lainnya.

"Jaringan air bersih di sana kini sudah bisa dinikmati warga sekitar," katanya. Dengan penambahan sumber jaringan air bersih tersebut, secara bertahap dapat meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Pasalnya, sampai saat ini, suplai air bersih belum bisa seluruhnya dinikmati masyarakat di pelosok daerah Kab. Sukabumi.

"Berdasarkan data wilayah yang tersebar di 47 kecamatan, kini baru sekitar 20 kecamatan yang sudah memiliki jaringan air bersih. Jika melihat cakupan layanan air bersih tersebut, berarti masih banyak daerah di pelosok daerah Kab. Sukabumi yang belum tersentuh jaringan air bersih," ungkapnya.

Untuk mempercepat peningkatan cakupan pelayanan serta jumlah pelanggan sesuai target MDGs (Millenium Development Goals), menurutnya, secara berangsur telah dilakukan terobosan. Di antaranya, setiap pelanggan yang akan memasang instalasi air bersih diberikan cicilan tanpa uang muka melalui bank yang telah ditunjuk, serta cabang-cabang PDAM di pelosok daerah Kab. Sukabumi.

Ia menambahkan, kemudahan lain yang akan diberikan kepada calon pelanggan air bersih, setiap pelanggan yang memasang instalasi air bersih secara tunai akan diberi diskon sebesar 25%.

"Semua upaya tersebut diharapkan secara bertahap dapat merangsang masyarakat agar memanfaatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya. (B.118)**

Sumber: http://www.klik-galamedia.com/
Baca selengkapnya - Pelayanan Air Bersih Masih Rendah

KOTAK PENCARIAN:

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:

=====
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...