Kekurangan Volume Cairan (Hipovolemia)

Kekurangan volume cairan (FVD) terjadi jika air dan elektrolit pada proporsi yang sama ketika mereka berada dalamcairan tubuh normal, sehingga rasio elektrolit serum terhadap air tetap sama. Penyebab FVD termasuk kehilangan cairan yang tidak normal, seperti yang terjadi akibat muntah – muntah, diare, suksion gastro intestinal, dan berkeringat, dan penurunan masukan seperti pada adanya mual atau ketidakmampuan untuk memperoleh cairan.

Faktor resiko tambahan termasuk diabetes insipidus, insufisiensi adrenal, diuresis osmotik, perdarahan, dan koma. Perpindahan cairan rongga ketiga, atau perpindahan cairan dari sistem vaskuler ke ruang tubuh yang lain (y.i.., dengan pembentukan edema pada luka bakar atau asites pada disfungsi hepar) juga mengakibatkan FVD.

Manifestasi Klinis
Kekurangan volume cairan dapat terjadi dengan cepat dan dapat ringan, sedang atau berat, tergantung pada tingkat kehilangan cairan. Karakteristik penting dari FVD termasuk kehilangan cairan akut, penurunan turgor kulit, oliguria, urin yang pekat, hipotensi postural, frekuensi jantung yang lemah, cepat, vena leher yang rata, kenaikan suhu tubuh, penurunan TVS, kulit yang dingin, basah karena vasokonstriksi parifer, haus, anoreksia, mual, lesu, kelemahan otot dan kram.

Evaluasi Diagnostik
Pasien yang mengalami kehilangan cairan akan mempunyai BUN yang proporsinya melebihi tingkat kreatinin serum (> 10:1).
  • Hipokalemia dapat terjadi karena kehilangan di gastrointestinal dari renal
  • Hipokalemia dapat terjadai karena insufisiensi adrenal
  • Hipokalemia akan tampak pada peningkatan kehilangan tidak kasat mata dan diabetes insipidus
  • Hipokalemia dapat timbul akibat rasa haus yang meningkatkan dan pelepasan ADH
Berat jenis urin meningkat berhubungan dengan usaha ginjal untuk menyimpan air dan menurun pada diabetes insipidus.

Penatalaksanaan
Jika kekurangan tidak berat, cara oral dipilih, asalkan pasien mampu minum. Meskipun demikian jika kehilangan cairan akut atau berat, maka pemberian melalui intravena dibutuhkan. Larutan elektrolit isotonis (seperti Ringer laktat atau natrium klorida 0,9%) seringkali digunakan untuk mengatasi pasien hipotensi dengan FVD, karena cairan semacam ini mengembangkan volume plasma. Segera setelah pasien menjadi normotensif, larutan elektrolit maupun air bebas untuk ekskresi sampah metabolik dari ginjal.
Syok dapat terjadi jika volume cairan yang hilang melebihi 25% dari volume intravaskuler atau jika kehilangan cairan terjadi dengan cepat.

Pengkajian Keperawatan
Tanda – tanda vital dipantau denganketat. Perawat harus waspada terhadap nadi yang lemah, cepatdan hipotensi postural (y.i…, penurunan tekanan sistolik lebih besar dari 15 mmHg ketika pasien bergerak dari posisi berbaring ke posisi duduk). Penurunan suhu tubuh seringkali menyertai kekurangan volume cairan, kecuali jika ada infeksi yang menyertai.
Turgor kulit dan lidah dipantau secara berkala. Pada orang yang sehat, kulit yang dicubit akan kembali dengan segera ke posisi normalnya ketika dilepaskan. Kemampuan elastis ini disebut sebagai turgor, sebagian tergantung pada volume cairan interstisiel. Turgor jaringan paling baik diukur dengan mencubit kulit di atas sternum, bagian dalam paha, atau dahi. Tes turgor kulit tidak valid pada orang usia lanjut seperti pada orang yang lebih muda karena elastisitas kulit menurun sesuai usia.
Mengevaluasi turgor lidah, yang tidak dipengaruhi oleh usia, mungkin lebih valid daripada mengevaluasi turgor kulit. Pada orang normal, lidah mempunyai satu alur longitudinal. Pada orang dengan FVD, ada tambahan alur longitudinal dan lidah menjadi lebih kecil, karena kehilangan cairan.
Konsentrasi urin dipantau dengan mengukur berat jenis urin. Pada pasien yang kehilangan cairan, berat jenis urin harus di atas 1.020, menunjukkan penyimpanan cairan ginjal yang sehat.
Fungsi mental yang terakhir dipengaruhi akibat kehilangan cairan yang hebat sebagai akibat penurunan perfusi serebral. Penurunan perfusi perifer dapat mengakibatkan ekstremitas dingin.

Intervensi Keperawatan
Mencegah FVD untuk mencegah FVD, perawat harus menyadari bahwa pasien mempunyai resiko dan melakukan tindakan untuk meminimalkan kehilangan cairan.
Memperbaiki FVD. Jika memungkinkan, cairan oral diberikan untuk membantu memperbaiki FVD, dengan memberikan perhatian pada kesukaan dan ketidaksukaan pasien. Jenis cairan yang hilang dari pasien juga dipertimbangkan dan usaha – usaha dilakukan untuk memilih cairan yang paling mungkin menggantikan elektrolit yang hilang.

No comments :

KOTAK PENCARIAN:

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:

=====
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...