7 Hal Menambah Risiko Terkena PMS


Tidak semua orang memiliki risiko tinggi tertular Penyakit Menular Seksual (PMS) karena tidak semua gaya hidup dapat memicu risiko terjadinya penularan PMS.

Akan tetapi, ada sejumlah perilaku tertentu yang dapat meningkatkan risiko tertular PMS. Apa saja perilaku yang memperbesar risiko terkena PMS?

1. Seks tanpa kondom
Meskipun pemakaian kondom tidak berarti menjamin Anda tidak terkena PMS, akan tetapi penggunaan kondom adalah salah satu cara terbaik menghindari penularan PMS saat Anda melakukan hubungan seks. Pemakaian kondom selama berhubungan mempunyai efek mengurangi risiko transmisi. Jadikanlah kondom sebuah kebiasaan baik yang rutin dilakukan untuk kebaikan Anda dan pasangan.

2. Berganti-ganti pasangan
Yah, hal ini sudah sangat jelas. Semakin banyak pasangan yang Anda miliki tentu saja risiko penularan PMS makin tinggi. Ketahuilah, para pelaku yang berganti-ganti pasangan mempunyai kecenderungan yang mungkin tak disadari oleh mereka bahwa pasangan yang biasa mereka pilih adalah yang juga suka berganti-ganti.

3. Mengenal seks sejak dini tanpa edukasi yang baik
Tahukah Anda, para remaja maupun dewasa muda lebih rentan terkena PMS dibandingkan yang sudah cukup umur ? Hal ini karena secara biologis para perempuan muda cenderung mempunyai badan yang cenderung lebih kecil sehingga mudah terjadi robekan sewaktu melakukan intercourse. Serviks mereka pun belum berkembang dengan sempurna sehingga lebih rentan terkena chlamydia, gonorea dan PMS lainnya. Perlu diingat, para usia muda jarang menggunakan kondom dan lebih cenderung mengambil risiko dalam hal seksual, apalagi kalau mereka dalam pengaruh alkohol.

4. Pemakaian alkohol berlebihan
Penggunaan alkohol yang cukup sering dan jumlah berlebihan bisa menyebabkan pikiran Anda tidak jernih untuk mengambil keputusan, termasuk perilaku seks tidak aman. Apalagi kalau Anda sampai kehilangan kesadaran, bisa-bisa Anda terbangun di pagi hari dengan perasaan bingung entah di mana dan bersama pasangan yang tak dikenal.

5. Penggunaan obat-obat terlarang
Siapapun tahu penggunaan obat terlarang menyebabkan Anda tidak stabil dalam mengambil keputusan termasuk mengenai hubungan seksual. Perlu diingat pula, penggunaan jarum suntik yang berganti-gantian meningkatkan risiko untuk terkena HIV dan Hepatitis! Anda tentu tidak mau kan kalau suatu hari Anda menyesal karena kesalahan ceroboh yang seharusnya bisa dihindari?

6. Ngeseks karena butuh uang untuk gaya hidup
Tuntutan gaya hidup yang serba canggih dan mahal tentunya membutuhkan uang banyak. Sayang sekali, banyak remaja dan dewasa muda melakukan segala cara untuk memenuhi kebutuhan mereka termasuk melakukan seks demi gaya hidup yang sebenarnya jauh di atas kemampuannya Risiko untuk penularan PMS sangatlah tinggi karena biasanya yang iseng melakukan seks dengan para remaja dan dewasa muda ini adalah orang yang suka sekali berganti-ganti pasangan.

7. Minum pil KB untuk Cegah PMS
Kkhawatiran terbesar para pelaku seksual adalah kehamilan. Oleh sebab itu, mereka sering meminum pil KB sebagai upaya pencegahan. Banyak yang mengira pil KB juga melindungi dari PMS, padahal pendapat itu salah sekali dan patut diluruskan. Memang benar pil KB bisa melindungi Anda dari risiko kehamilan, akan tetapi tidak dapat melindungi Anda dari PMS.

Sumber : kompas.com
Baca selengkapnya - 7 Hal Menambah Risiko Terkena PMS

8 Statistik Seputar Seks


Semakin terbukanya segala sesuatu tentang seksualitas membuat seks semakin tak dianggap sebagai sesuatu yang menimbulkan malu dan tabu. Fakta-fakta berikut ini contohnya ;

Punya anak terbanyak
Aktivitas seksual dan reproduksi memang tak bisa dipisahkan. Namun seberapa banyak seseorang bisa menghasilkan keturunan? Seorang wanita Rusia dari abad 18 memegang rekor untuk wanita dengan jumlah anak terbanyak: 69. Wanita ini hamil 27 kali dan melahirkan 16 pasang anak kembar, tujuh pasang kembar tiga dan empat pasang kembar empat.

Meski begitu menurut Guinness Book of World Record pemegang rekor anak terbanyak adalah raja Moroko yang memiliki anak biologis 342 anak perempuan dan 525 anak laki-laki. Pada tahun 1721 ia tercatat sudah memiliki keturunan 700 anak laki-laki.

Pentingkah ukuran?
Tenang, jangan percaya pada mitos kejantanan dan film-film yang menampilkan ekspresi wanita yang terbelalak melihat penis pasangannya. Rata-rata ukuran penis yang normal saat ereksi adalah 11-14 cm dengan diameter 3,2 cm.

Banyak yang butuh bantuan
Diperkirakan 5 persen dari pria berusia 40-an dan 15-25 persen pria usia 56 tahun mengalami disfungsi ereksi. Akibatnya, 57 persen pria dan 64 persen wanita merasa tidak puas dengan kehidupan seksual mereka.

Kapan pertama kali?
Rata-rata pria di dunia kehilangan keperjakaannya di usia 16,9 tahun, sedangkan wanita berhubungan intim di usia rata-rata 17,4 tahun. Studi terbaru menunjukkan faktor genetik mungkin memengaruhi kapan seseorang melakukan seks pertama kali. Orang dengan kepribadian yang impulsif cenderung lebih cepat melakukan hubungan seks dibanding rekannya.

Tidur sendiri
Menurut data National Sleep Foundation, satu dari 10 pasangan suami istri, atau sekitar 12 persen, memiliki kebiasaan tidur di kamar terpisah dari pasangannya.

Selalu mencapai orgasme?
Bila 75 persen pria selalu mencapai orgasme setiap kali bercinta, hanya 29 persen perempuan yang merasakan pengalaman yang sama. Selain itu, kebanyakan perempuan butuh stimulasi klitoris untuk mencapai orgasme.

Hubungan tanpa status
Memiliki komitmen yang jelas dengan seseorang tampaknya sudah tak begitu menarik lagi. Paling tidak itu dibuktikan lewat penelitian Wayne State University dan Michigan State University yang menyebutkan dua pertiga mahasiswa lebih memilih hubungan tanpa status alias punya "teman tapi mesra" ketimbang menjalin komitmen istimewa.

Berapa pasangan seks?
Menurut survei yang dilakukan oleh National Center for Health Statistic terhadap orang dewasa berusia 20-59 tahun, selama hidupnya seorang wanita rata-rata memiliki empat partner seks, sedangkan pria memiliki tujuh partner.

Sumber : Kompas.com
Baca selengkapnya - 8 Statistik Seputar Seks

Makanan-makanan Penambah Gairah Bercinta


Vitamin dan mineral tertentu bisa membantu mendorong tingkat hormon seseorang, menambah sensitivitas, dan membuat momen bercinta makin panas dengan cara yang tak kentara. Jika suatu waktu Anda mendapati diri Anda lebih bergairah dari malam-malam sebelumnya, maka coba cek menu Anda, mungkin makanan-makanan ini bisa menjadi pencetusnya.

Stroberi
Selain bentuknya yang sudah menggoda, kandungan di dalamnya pun juga memiliki khasiat yang "menggoda". Stroberi mengandung antioksidan dan mampu membantu sirkulasi pada tubuh. Itulah yang dibutuhkan untuk membantu memompa darah saat berkegiatan fisik nanti malam.

Telur
Entah itu direbus, diorak-arik, dibuat dengan bentuk dadar, tetap saja telur mengandung vitamin B6. Vitamin tersebut membantu tubuh mencapai keseimbangan hormon dan membantu Anda menghadapi stres. Vitamin B6 tak hanya berasal dari telur, tapi bisa juga dari bayam, wortel, kacang polong, biji bunga matahari, atau ikan.

Steak
Daging sapi dan daging merah lainnya bisa membantu tubuh memproduksi hormon prolaktin, yang dalam level tinggi bisa meningkatkan gairah bercinta. Namun tak hanya ada di daging-dagingan, Anda juga bisa mendapatkannya dari nasi merah, roti whole-grain, sayuran berdaun hijau, dan keju Cheshire atau Lancashire.

Bawang putih
Meski aromanya tidak akan membantu Anda untuk bercinta, khasiat bawang putih yang membantu membuka saluran darah merah, dan meningkatkan sirkulasi peredaran darah, akan membantu meningkatkan gairah Anda.

Jeruk
Makanan yang kaya akan vitamin C tak hanya baik untuk melawan flu, tapi juga bisa membantu meningkatkan gairah bercinta. Pasalnya, vitamin C meningkatkan level oksitosin seseorang, yakni hormon yang meningkatkan perasaan ingin merasa dekat dengan orang lain, lewat cara tergamblang manusia, yakni berpelukan.

Oatmeal
Mungkin bentuknya tidak menarik, namun menurut studi, oatmeal meningkatkan level testosteron dalam aliran darah seseorang.

Jahe
Jahe bisa membantu menghangatkan tubuh karena ia bisa meningkatkan metabolisme tubuh seseorang, yang bisa membuat tubuh memanas dan penuh energi, termasuk untuk bercinta.

Madu
Biasa menambahkan gula pada teh Anda? Coba ganti dengan pemanis alami ini. Madu mengandung boron, mineral yang bisa meningkatkan level libido seseorang, yang bisa mendorong hormon testosteron seseorang.

Cokelat
Nah, yang satu ini sudah sangat terkenal akan kemampuannya menambah gairah bercinta. Pasalnya, ada zat di dalamnya yang bernama methylxanthine, yang mencetus pelepasan dopamin dalam tubuh. Hal inilah yang membuat Anda mudah merasa dimabuk kepayang dan membuat Anda mudah luluh di pelukannya.

Sumber : Kompas.com
Baca selengkapnya - Makanan-makanan Penambah Gairah Bercinta

Karakteristik ibu menyusui yang tidak memberikan asi eksklusif di desa XXXX

Rendahnya pemberian ASI Eksklusif di keluarga menjadi salah satu pemicu rendahnya status gizi bayi dan balita. Prevalensi gizi kurang pada balita juga mengalami penurunan dari 37,5% pada tahun 1989 menjadi 24,6% pada tahun 2000 dan meningkat kembali menjadi 31% pada tahun 2001. saat ini kasus gizi buruk (busung lapar) sedikit merebah, karena lemahnya sistem kewaspadaan pangan dan gizi, serta menurunnya perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat. (Depkes RI, 2005).

Berdasarkan hasil prasurvey yang dilakukan di desa siraman pada ibu-ibu yang memiliki bayi 0-2 tahun dan masih menyusui didapat data sebagai berikut, yaitu pada posyandu 1 terdapat 8 orang, posyandu 2 terdapat 8 orang, posyandu 3 terdapat 6 orang, posyandu 4 terdapat 5 orang Ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif dari 126 Ibu menyusui yang memberikan ASI eksklusif.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam tentang karakteristik ibu menyusui yang tidak memberikan ASI eksklusif di Desa Siraman Kec. Pekalongan pada tahun 2009.

Penelitian ini bersifat deskriptif, subjek penelitian yaitu karakteristik Ibu Menyusui Yang Tidak Memberikan ASI Eksklusif. Sedangkan objek penelitiannya adalah Ibu Menyusui di Desa Siraman. Total populasi pada penelitian ini yaitu seluruh ibu yang tidak memberikan ASI Eklusif di Desa Siraman Kecamatan Pekalongan yang berjumlah 27 orang. Sedangkan sampel yang diambil adalah seluruh jumlah populasi yang ada yaitu 27 orang. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu format pengumpulan data.

Hasil penelitian serta kesimpulan dari penelitian ini yaitu karakteristik ibu menyusui yang tidak memberikan ASI eksklusif pada umur paling banyak ditemukan pada usia 20-35 yaitu 59,25%, paritas 2-4 yaitu 48,14%, pendidikan SMP yaitu 51,85%, berdasarkan pekerjaan ditemukan paling banyak pada ibu rumah tangga (33,33%).

Kata Kunci : Karakteristik, Ibu, ASI Eksklusif.
Baca selengkapnya - Karakteristik ibu menyusui yang tidak memberikan asi eksklusif di desa XXXX

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PRAKTEK PIJAT BAYI 0-6 BULAN OLEH IBU DI DESA XXXXX

Pijat telah dipraktekkan hampir diseluruh dunia sejakdulu kala, termasuk di Indonesia. (Utami Roesli, 2001). Menurut Dr. Tiffany Fiel Pendiri They Touch Research Institute, Floride. USA, pijatan yang diberikan pada si kecil setiap hari selama 20 menit selama sebulan ternyata tidak hanya membuatnya lebih relaks, tetapi juga dapat membantu menstimulasi saraf otaknya.

Pemijatan pada bayi dapat meningkatkan kesehatan fisik dan kesehatan mentalnya. Aktifitas sepanjang hari dapat menyebabkan keletihan pada bayi. Keletihan tubuh ini dapat dipulihkan dengan pijatan.

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapat Gambaran pengetahuan dan praktek pijat bayi 0-6 bulan oleh ibu di Desa Tirta Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2009.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan sampel semua populasi ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan di Desa Tirta Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang sejumlah 48 orang. Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan metode angket dan alat ukur berupa kuisioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan lembar ceklist untuk mengukur praktek pijak bayi.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapat hasil bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi di Desa Tirta Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang sebagian besar dengan kategori cukup sebanyak 30 orang (62,50%) dan untuk kategori Praktek pijat bayi dalam kategori kurang baik sebanyak 28 orang (58,33%).

Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi di Desa Tirta Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang dalam kategori cukup baik dan untuk praktek Pijat bayi secara umum adalah kurang baik.

Kata Kunci : Pengetahuan dan Prakek Pijat Bayi 0-6 bulan
Baca selengkapnya - GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PRAKTEK PIJAT BAYI 0-6 BULAN OLEH IBU DI DESA XXXXX

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS DENGAN KUNJUNGAN MASA NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXXX

Masa nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhirnya ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu. Asuhan masa nifas diperlukan dalam periode ini karena merupakan masa kritis baik ibu maupun bayinya diperkirakan bahwa 60% kematian akibat kehamilan terjadi setelah persalinan, dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama (Prawirohardjo, 2005).

Kontak ibu nifas dengan tenaga kesehatan minimal 3 kali untuk mendapatkan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan ibu nifas. Baik di dalam maupun di luar gedung puskesmas (bidan di desa / Polindes dna kunjungan rumah) (Depkes, 2007).

Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah ibu-ibu nifas dan yang menjadi objeknya adalah pengetahuan ibu dan kunjungan masa nifas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu nifas dengan kunjungan ibu nifas di wilayah kerja Kota Metro Tahun.

Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dimana yang menjadi sampel adalah ibu nifas yang berada di wilayah Kota Metro dengan penentuan sampel menggunakan quota sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 86 ibu nifas. Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan metode angket dan alat ukur berupa kuisioner yang langsung diberikan pada responden.

Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa karakteritik ibu nifas terbanyak adalah berumur 20-35 tahun sebanyak 57 orang (66,27%), paritas yang terbanyak yaitu multi sebanyak 64 orang (74,42%), tingkat pendidikan sedang (SMA) sebanyak 47 orang (54,65%), dan pekerjaan yaitu Ibu rumah tangga sebanyak 46 orang (54,49%). Untuk pelayanan yang didapatkan pemberian vitamin A 2 kapsul tidak sesuai standar sebanyak 44 orang (51,16%), dan tablet Fe 40 tablet diperoleh tidak sesuai standar sebanyak 47 orang (54,65%), untuk tingkat kunjungan terbesar adalah tidak lengkap sebanyak 61 orang (70,93%), dan tingkat pengetahuan baik sebanyak 50 orang (58,14%). Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil bahwa nilai x2 hitung = 1,19 < x2 tabel, yaitu 96,58 maka Ho ditolak dan Ha diterima, ini berarti tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu nifas dengan kunjungan nifas.

Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah ternyata tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu nifas yang baik dengan tingkat kunjungan masa nifas oleh ibu di wilayah kerja Kota Metro pada tahun 2009.

Kata Kunci : Hubungan, Pengetahuan Ibu, Kunjungan Masa Nifas
Baca selengkapnya - HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS DENGAN KUNJUNGAN MASA NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXXX

KARAKTERISTIK IBU PRIMIPARA YANG MEMILIKI BAYI 0-1 TAHUN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG RUAM POPOK DI PUSKESMAS XXX

Ruam popok adalah ruam pada bokong bayi yang tertutup popok. Salah satu penyebabnya adalah popok yang telah terkotori oleh air kemih atau tinja bayi. Selain itu ruam popok dapat pula diakibatkan oleh jamur. Tanda-tanda ruam dapat dilihat dengan munculnya daerah memerah di bagian kulit yang tertutup popok. Daerah merah ini bisa dibarengi dengan bintil-bintil merah, bisa juga tidak (Anonim, 2008).

Setelah diajukan pertanyaan presurvey secara lisan kepada 15 orang ibu-ibu primipara diperoleh hasil bahwa dari 15 orang ibu primipara tersebut, 10 orang ibu (67%) mengatakan anaknya pernah mengalami gangguan seperti ruam popok, dimana hasil ini dapat menunjukkan bahwa ibu yang bayinya pernah mengalami ruam popok lebih banyak dari yang belum pernah mengalaminya.

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteritik ibu primipara yang memiliki bayi 0-1 tahun dan pengetahuan ibu tentang ruam popok pada di Puskesmas Tirta Kencana Tulang Bawang tahuan 2009.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif diambil keseluruhan ibu primipara yang mempunyai bayi 0-1 tahun yang melakukan imunisasi di Puskesmas Tirta Kencana Tulang Bawang berjumlah 66 orang. Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan metode angket dan alat ukur berupa kuisioner yang langsung diberikan pada responden.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Puskesmas Pembantu Tirta Kencana, maka didapat hasil yang menunjukan karakteristik Ibu Primipara yang memiliki bayi tentang Ruam popok dilihat berdasarkan umur yaitu sebagian besar berumur 20-35 tahun 84,84%, ibu dengan pengetahuan yang cukup (62,12%), lulus pendidikan menengah (63,64%), dan sosial ekonomi sedang (87,88%).

Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini bahwa karakteristik Ibu Primipara yang memiliki bayi tentang Ruam popok di Pembantu Tirta Kencana adalah sebagian besar berumur 20-35 tahun, dengan pengetahuan yang cukup, dengan tingkat pendidikan menengah dan tingkat sosial ekonomi sedang.

Kata Kunci : Karakteristik, Ibu, Primipara, Pengetahuan, RuamPopok
Baca selengkapnya - KARAKTERISTIK IBU PRIMIPARA YANG MEMILIKI BAYI 0-1 TAHUN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG RUAM POPOK DI PUSKESMAS XXX

PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III TENTANG TANDA-TANDA PERSALINAN DI BPS XXXX

Persalinan merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang dapat hidup ke dunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. Proses persalinan bisa jadi momok menakutkan bagi ibu hamil, sehingga jangan sampai proses tersebut diperburuk oleh kurangnya pemahaman mengenai tanda awal persalinan. Setiap trisemester pada masa kehamilan, memiliki proses tersendiri.

Mengetahui tanda-tanda persalinan merupakan hal yang penting yang perlu dimiliki oleh setiap ibu hamil. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi adanya komplikasi yang akan terjadi pada saat persalinan nantinya, misalnya KPD, pre eklampsi, persalinan macet dan lain-lain, sehingga akan tercipta persalinan yang normal, aman bagi ibu dan bayinya.

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapat pengetahuan ibu primigravida trimester III tentang tanda-tanda persalinan di BPS CH. Sudilah di Ganjar Agung tahun 2009. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu primigravida trimester III. Sedangkan objek penelitian adalah pengetahuan mengenai tanda-tanda persalinan.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan sampel keseluruhan ibu primigravida trimester III di BPS CH Sudilah Ganjar Agung Kota Metro pada Juni 2009 berjumlah 21 orang. Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan metode angket dan alat ukur berupa kuisioner yang langsung diberikan pada responden.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapat hasil bahwa pengetahuan ibu primigravida trimester III tentang tanda-tanda persalinan di BPS CH. Sudilah Ganjar Agung tahun 2009 adalah dari 21 orang ibu primigravida TM III, 2 orang ibu memiliki pengetahuan yang baik (9,52%), 5 orang ibu dengan pengetahuan yang cukup (28,82%), da 14 orang dengan pengetahuan kurang (66,67%).

Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu primigravida trimester III tentang tanda-tanda persalinan di BPS CH. Sudilah di Ganjar Agung tahun 2009 secara umum adalah kurang.

Kata Kunci : Pengetahuan, ibu, primigravida, TM III, tanda-tanda persalinan
Baca selengkapnya - PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III TENTANG TANDA-TANDA PERSALINAN DI BPS XXXX

Risiko Menunda Kehamilan


Helsinki, Beberapa pasangan suami istri terkadang suka menunda kehamilan demi mengejar karir atau alasan lainnya. Tapi peneliti dari Finlandia mengungkapkan perempuan yang menunda kehamilan hingga bertahun-tahun memiliki risiko melahirkan bayi yang tidak sehat.

"Perempuan yang menunda kehamilan atau membutuhkan waktu lama untuk hamil berisiko mengalami masalah selama kehamilan dan proses persalinannya, seperti mengalami diabetes saat hamil atau adanya infeksi pada selaput yang mengelilingi janin," ujar Dr Kaisa Raatikainen dari Kuopio University Hospital, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (31/12/2009).

Kemampuan seorang perempuan untuk hamil sangat dipengaruhi oleh usianya. Sebagai contoh, sekitar 85 persen perempuan yang berusia subur atau kurang dari 35 tahun bisa hamil dalam waktu kurang lebih satu tahun. Tapi untuk perempuan yang berusia di atas 35 tahun hanya setengahnya yang memiliki kemungkinan untuk bisa hamil.

Dalam jurnal Fertility and Sterility, peneliti dari Finlandia mengungkapkan perempuan yang memiliki kesulitan untuk memiliki anak adalah perempuan yang gemuk, suka minum alkohol atau merokok. Peneliti melakukan studi terhadap 17.114 kehamilan yang terjadi antara tahun 1989 hingga 2007 di Kuopio University Hospital. Para perempuan ini tidak ada yang menggunakan teknik bantuan untuk hamil.

Didapatkan perempuan yang hamil dalam waktu 6 bulan sebesar 75 persen, perempuan yang hamil dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun sebesar 12 persen, perempuan yang hamil dalam waktu 13 bulan hingga 2 tahun sebesar 6 persen dan yang membutuhkan waktu lebih dari 2 tahun sebesar 4 persen.

Peneliti menemukan semakin lama waktu yang dibutuhkan oleh perempuan tersebut untuk hamil, maka semakin besar pula kemungkinan untuk mengalami setidaknya satu kali keguguran sebelumnya.

Setelah menyesuaikan dengan faktor-faktor lain seperti usia dan apakah pernah mengalami keguguran sebelumnya atau tidak, didapatkan perempuan yang membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk hamil memiliki kemungkinan mengalami persalinan prematur atau bayi yang tidak sehat sebesar 64 persen.

Sumber : Detik.com

Temuan ini menunjukkan bahwa perempuan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil, kemungkinan memiliki masalah dalam proses kehamilan atau persalinannya. Sebaiknya pasangan suami istri tak perlu menunda kehamilan terlalu lama.
Baca selengkapnya - Risiko Menunda Kehamilan

Nikmatnya Melahirkan Seperti Orgasme


Proses melahirkan bisa jadi suatu hal yang mengerikan bagi ibu yang baru pertama kali hamil. Tapi kini proses melahirkan bisa lebih menyenangkan dan berkurang rasa sakitnya dengan menggunakan gerakan Orgasmic Birth. Melahirkan rasanya seperti orgasme.

Orgasme dan melahirkan tentu bukan dua kata yang memiliki arti hampir sama, tapi dengan gerakan Orgasmic Birth kedua kata ini seperti saling berhubungan. Ibu hamil yang telah mencoba cara ini mengungkapkan proses melahirkan jauh dari rasa sakit yang menyiksa serta lebih menyenangkan sama seperti saat proses pembuahan dilakukan.

Salah satu ibu hamil yang telah menggunakan gerakan ini saat melahirkan anaknya adalah Isobel Patterson (31 tahun) seorang pengacara dari Brighton. Isobel melahirkan putri pertamanya bernama Amelia dengan menggunakan gerakan Orgasmic Birth yang disaksikan langsung oleh suaminya, James. Isobel selalu mengingat hari itu sebagai hari yang paling menyenangkan dalam hidupnya.

"Saya menyadari banyak teman-teman yang menjalani proses melahirkan dengan perasaan tersiksa selama 10-20 jam. Tapi saya hanya membutuhkan waktu 7 jam yang menyenangkan dan disertai dengan orgasme," ujar Isobel seperti dikutip dari Timesonline, Rabu (30/12/2009).

Seperti kebanyakan ibu hamil lainnya, Isobel sebelumnya pun merasa takut ketika menghadapi proses melahirkan. Saat kontraksi terjadi di tengah malam, Isobel ingin seseorang yang membantunya adalah orang yang tidak memiliki ikatan emosional dengannya. Kebetulan saat itu ibu dan suaminya sedang tertidur, Isobel hanya ditemani asisten bidan atau doula yang tetap tenang, santai dan berpikir bahwa pengalaman yang hebat akan segera terjadi.

"Aku menghabiskan waktu selama 3 jam untuk merangkak di ruang tamu. Saat kontraksi semakin meningkat dan waktu untuk melahirkan semakin dekat, saya mulai merasakan sensasi. Itu adalah perasaan paling luar biasa yang dimulai dari panggul lalu ke seluruh tubuh bagian bawah," ungkap Isobel.

Saat itu bagian panggul mulai terdorong ke bawah dan tanpa sadar kaki Isobel bergetar serta mulai merasakan orgasme berkepanjangan yang berlangsung berjam-jam. Meskipun sebenarnya ada konsep yang berbeda antara melahirkan dengan orgasme.

"Doula mengatakan bahwa bagian klitoris saya berdenyut hingga akhirnya sang bayi bergerak ke bawah. Tiga jam kemudian bayi saya lahir tanpa rasa sakit dan proses pemulihan yang cepat karena tidak ada yang robek atau dijahit," tambahnya.

Isobel sempat merasa bersalah karena merasakan seks saat melahirkan putri pertamanya. Tapi ternyata banyak perempuan di luar sana merasakan hal yang sama dengannya.

"Saya percaya di tahun mendatang, orgasme selama persalinan akan menjadi bagian alami dari suatu proses melahirkan. Gagasan ini telah didukung oleh banyaknya bukti perempuan yang melahirkan dengan gerakan orgasme," ujar Michel Odent, seorang obstetri.

Mengalami orgasme saat melahirkan biasanya ditunjang oleh adanya sentuhan fisik yang bisa memberikan sensasi tersendiri. Dr Christiane Northrup seorang ahli obstetri dan ginekologi mengungkapkan bahwa orgasme yang terjadi selama proses melahirkan adalah proses alami.

"Ketika bayi turun menuju jalur lahir, posisinya sama dengan adanya sesuatu yang masuk ke dalam vagina seperti penis. Jika ditunjang oleh adanya sentuhan fisik dari suami atau bidan, maka bisa menyebabkan orgasme," ujar Dr Christiane.

Perempuan yang mengalami orgasme saat melahirkan akan membantu mempercepat proses keluarnya bayi. Selama persalinan ada perubahan besar dari hormon di tubuh seperti meningkatkan hormon prolaktin, beta-endorfin dan oksitosin yang dilepaskan. Hormon ini akan memberikan sensasi kesenangan dan membantu mendorong bayi ke jalan lahir.

Sumber : Detik.com
Baca selengkapnya - Nikmatnya Melahirkan Seperti Orgasme

KOTAK PENCARIAN:

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:

=====
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...