Bahaya Konsumsi Gula Berlebih pada Anak

Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
Bahaya Konsumsi Gula Berlebih pada Anak
Sep 9th 2011, 00:17

TEMPO Interaktif, Kakak-adik Lizca dan Bugi tidak hanya kompak dalam soal memilih pakaian. Si kecil yang berusia 7 dan 6 tahun ini pun kompak dalam urusan makan. Keduanya menyukai es krim, puding, dan donat. Sepintas memang makanan biasa, tetapi semuanya mengandung rasa manis dan zat gula.

Khusus pada hari Lebaran lalu, keduanya sangat doyan menyantap kue-kue, cokelat, permen, sirop, serta menu serba manis lainnya. "Saya dan suami bingung mencegah keduanya yang kompak dan selalu punya cara untuk mendapatkan dan menikmati penganan serba manis. Kami khawatir tentang ancaman obesitas atau diabetes," kata Alika, ibunda kedua anak itu.

Mencermati asupan atau konsumsi gula berlebih pada anak, menurut dokter spesialis anak Tinka Soedarman, gampang-gampang sulit. "Kita ketat melarang, tapi mereka lebih pintar. Masalahnya anak-anak sangat mencintai rasa manis. Tak peduli pada makanan dan minuman apa pun, kalau manis pasti mereka suka," ujar dokter Tinka.

Menurut Dokter yang berpraktek di klinik Bunda Balita Rawamangun, Jakarta, itu, makanan serba manis sering memiliki zat gula berlebih yang dapat berbahaya bagi kesehatan anak. Penelitian terbaru Medical Research Unit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) terhadap 100 anak usia 3-6 tahun di tiga taman kanak-kanak (TK) dan satu pendidikan anak usia dini (PAUD) di Jakarta pada Maret-April tahun ini menunjukkan, 7,7 persen gizi lebih mengakibatkan sebanyak 20 persen anak mengalami obesitas di TK dan 17,1 persen di PAUD.

Angka prevalensi anak-anak usia dini yang mengalami kegemukan dan obesitas akibat konsumsi gula berlebih ini mengalami peningkatan. "Selama Ramadan dan Lebaran, hidangan serba manis tersaji secara terbuka. Anak-anak sangat menyukai dan terus mengkonsumsinya tanpa sadar akan bahaya kesehatan yang mengancam. Apalagi para orang tua bersikap lemah, terkesan kompromi, tidak berani galak, dan menganggap hal begini adalah soal sepele," dokter Tinka menambahkan.

Badan kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan asupan gula tambahan masih dalam batas wajar, asalkan tidak melebihi 10 persen dari total energi yang dikonsumsi untuk menghindari kelebihan energi dalam tubuh anak. Artinya, anak usia 1-3 tahun tidak disarankan mengkosumsi lebih dari 25 gram gula tambahan setiap hari atau setara 5 sendok teh.

Adapun anak berusia 4-6 tahun tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 38 gram gula tambahan--setara dengan 8 sendok teh--setiap hari. Beberapa hasil penelitian kesehatan anak juga memaparkan soal asupan gula harian (sukrosa, glukosa, fruktosa, dan laktosa) memberi kontribusi lebih dari 10 persen terhadap total kalori.

Adapun asupan gula terbanyak adalah sukrosa, yakni 49,45 persen atau berkisar 11,10-136,90 gram dari konsumsi susu dan pangan serba manis lainnya. Jumlah ini, menurut dokter Tinka, sudah melebihi batas ambang yang direkomendasikan WHO itu. "Tugas kita bersama, terutama para orang tua, untuk selalu mewaspadai asupan gula tambahan pada anak agar tidak berlebihan," ucapnya.

Tinka mengingatkan, konsumsi gula berlebih setiap harinya dapat menyebabkan anak menderita obesitas, karies gigi, diabetes, memicu jantung tidak sehat, dan yang fatal membangun kebiasaan pola makan kurang baik saat anak-anak beranjak dewasa.

Senada dengan Tinka, pakar gizi Ali Khomsan menyarankan para orang tua untuk bersikap cermat dan teliti soal gula. Menurut dia, para orang tua sebaiknya mengenal jenis-jenis gula, termasuk menghitung asupan gula tambahan yang dikonsumsi anak.

Ali berharap para orang tua selalu cerdas, cermat, dan teliti membaca label kandungan gula dalam kemasan produk makanan minuman, termasuk susu yang dikonsumsi anak. "Sebaiknya cermati juga jumlah total karbohidrat dan total gula tambahan," kata dia. Jangan sampai karena sayang dan mau mendapat sehat, malah menjadi mudarat bagi anak dan orang tua.

HADRIANI P

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

No comments :

KOTAK PENCARIAN:

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:

=====
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...