5 Rambu Sebelum Mengencani Pria Matang

KOMPASfemale
KOMPASfemale
5 Rambu Sebelum Mengencani Pria Matang
Sep 10th 2011, 08:23

KOMPAS.com - Ketika usia Anda di awal 20-an, Anda mungkin akan mengencani pria yang beberapa tahun lebih tua. Sebab, Anda menyadari bahwa perempuan lebih cepat dewasa daripada pria. Akibatnya, pacaran dengan pria seusia rasanya seperti mengencani pria usia belasan tahun. Jadi, bila Anda 21 tahun, si dia idealnya berusia 25 tahun.

Ketika usia Anda memasuki 26-27 tahun, penilaian Anda mulai berubah. Dunia kerja membuat Anda bertemu dengan pria berbagai usia dan latar belakang. Saat itu, Anda mulai menganggap bahwa pria menikah di usia 34 tampak begitu seksi. Mereka tampak begitu matang dan berpengalaman, namun masih terlihat bugar dan aktif.

Di usia 28-35 tahun, ketika pengalaman Anda sendiri makin bertambah dan Anda sendiri masih lajang, dinamika dan harapan Anda berubah. Tiba-tiba Anda berpikir, seperti apa rasanya berpacaran dengan pria seperti George Clooney atau Robert Downey Jr. Uban yang menghiasi rambut mereka justru memberi kesan kemapanan dan kekuasaan. Tiba-tiba, tampang Brandon Boyd, Adam Levine, atau musisi lain seusia mereka jadi tak menarik lagi buat Anda.

Meskipun banyak pria muda yang terpikat pada Anda karena terkecoh penampilan Anda yang awet muda, ide untuk mengencani pria-pria mapan ini jauh lebih menantang. Anda menduga, mereka akan lebih memberi rasa aman, lebih ngemong, dan membuat Anda merasa tetap muda. Namun, sebelum benar-benar memutuskan untuk mengencani salah satu dari mereka, coba pertimbangkan lima hal berikut ini:

1. Apakah ia sudah pernah menikah dan mempunyai anak? Bila ya, artinya ia pria yang normal. Meski begitu, cari tahu bagaimana tipe hubungan yang pernah dimilikinya bersama keluarganya. Jika ia masih menjalin hubungan yang baik dengan mantan istri dan anak-anaknya, hal itu pertanda baik. Jika mantan istri dan anak-anaknya membenci dirinya, hm... Anda perlu hati-hati. Mungkinkah ia melakukan kesalahan yang begitu besar sehingga anak-anaknya pun membencinya?

2. Apakah ia seorang workaholic? Ketika ia memiliki jabatan penting di sebuah perusahaan, jangan senang dan bangga dulu. Bisa-bisa ia akan sering membatalkan janji kencannya dengan Anda karena harus menghadiri meeting ini dan itu. Tidak heran banyak perempuan yang menyerah setelah beberapa lama berpacaran dengan pria yang jauh lebih tua. Sebab, pria-pria ini ternyata lebih berkomitmen terhadap pekerjaannya daripada terhadap kekasih mudanya.

3. Bagaimana pandangannya tentang kehidupan? Orang sering mengatakan, setiap pria pasti memiliki sisi kekanak-kanakan dalam dirinya. Maka, normal saja bila ia masih gemar main game di rumah. Tetapi, apakah Anda masih terpikat dengan pria di atas 45 tahun yang masih senang memakai jeans yang melorot di pinggul sehingga menampakkan merek celana dalamnya? Apakah ia orang yang tak mau kalah dengan anak-anak muda, sehingga membeli setiap gadget baru atau nongkrong di tempat hangout yang sedang hype, hanya supaya dibilang "gaul"? Pria yang masih memedulikan kesehatan dan kebugarannya, itulah pria awet muda yang sebenarnya.

4. Apakah ia memiliki kehidupan pribadi yang sehat? Sebagai perempuan yang aktif, Anda mungkin senang mengisi waktu senggang Anda untuk menjalani hobi, bertemu teman-teman, dan apapun yang ingin Anda lakukan terus meskipun Anda sudah menikah. Bagaimana bila setelah berkencan dengan si George Clooney ini, Anda harus selalu  mengajaknya kemanapun Anda beraktivitas? Seharusnya ia pun memiliki teman-teman dan minatnya sendiri. Dengan catatan, bukan menghabiskan setiap Jumat dan Sabtu malam di kelab-kelab malam. Soalnya, kehidupan malam seperti itu sudah tak menarik lagi bagi Anda.

5. Bisakah ia memuaskan Anda di ranjang? Pria yang usianya jauh di atas Anda tentu memiliki pengalaman dan kesabaran daripada pria di usia pertengahan dan akhir 20-an. Namun, hal ini seringkali tak bisa jadi jaminan Anda akan mengalami sesi bercinta yang memuaskan. Stamina dan kejantanan seorang pria bisa menurun seiring bertambahnya usia. Bila Anda masih ingin aktif secara seksual selama beberapa tahun ke depan setelah menikah, tentu Anda harus mencari partner yang sama aktifnya dengan Anda. Jika staminanya sudah menurun, apalagi kesuburannya, Anda perlu berpikir lagi untuk menjalani hubungan jangka panjang.

Sent from Indosat BlackBerry powered by

Sumber: World of Female

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

No comments :

KOTAK PENCARIAN:

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:

=====
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...