Waspadai Kadar Kolesterol Anda

KapanLagi.com: Woman
KapanLagi.com: Woman
Waspadai Kadar Kolesterol Anda
Oct 18th 2011, 05:00

Kolesterol bisa memicu beragam penyakit kronis. Faktanya tubuh kita juga memerlukan kolesterol. Jadi, kita harus 'berteman' atau 'bermusuhan' dengan kolesterol?

KapanLagi.com - Nah, sebelum bingung, mari cari tahu soal ini agar hidup selalu sehat dan kadar kolesterol terkontrol.

Bila kadar kolesterol dalam tubuh melambung tinggi, jelas berbahaya. Meski demikian, kolesterol juga memiliki manfaat bagi tubuh. Kebutuhan tubuh akan lemak memang diperlukan dalam pembentukan energi dan pembentukan sel dalam tubuh. Kolesterol adalah salah satu komponen lemak yang ada di seluruh tubuh. Wujudnya berupa zat berwarna putih, seperti lilin.

"Kolesterol ditemukan di dalam darah dan berada di setiap sel tubuh. Sebanyak 80 persen kolesterol diproduksi oleh tubuh sendiri (endogen) yakni oleh organ dalam hati," ujar Dr. Linda Lison SpPJ dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Sisanya, 20 persen diperoleh dari luar tubuh alias asupan Anda. Perlu diketahui, kadar kolesterol yang diperlukan tubuh adalah kurang dari 200 mg/dl.

Manfaat Kolesterol

Beberapa manfaat dari kolesterol, berperan sebagai bahan dasar pembentukan hormon steroid (progresteron, estrogen, testoteron dan kortisol), membantu mencerna lemak dan menghasilkan vitamin D. "Semua hormon itu diperlukan untuk mengatur fungsi dan aktivitas biologi tubuh. Kolesterol pun dibutuhkan oleh bayi dan balita untuk memperkuat membran sel otak," jelasnya. Selain itu, kolesterol juga berfungsi membawa seretonin ke otak.

Ada dua jenis kolesterol, yakni LDL (low density lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein). Kondisi tubuh sehat, jika kadar HDL lebih tinggi dibandingkan dengan kadar LDL. "Kadar LDL tinggi membawa pengaruh buruk bagi kesehatan, karena jumlahnya yang banyak menempel pada pembuluh darah, merusak dan menyumbat pembuluh darah," tambah Linda. Sebagai kolesterol jahat, LDL mengandung 70-75 persen kolesterol dan sedikit protein. Sebenarnya LDL ini tidak bermasalah bila dalam batas normal yakni 100 mg/dl dengan ambang batas 130 mg/dl sampai 159 mg/dl. Sedangkan fungsi HDL atau kolesterol baik malah sebaliknya. Prof. Dr. Dr. Budhi Setianto, SpJP, FIHA dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta mengatakan bahwa HDL memiliki fungsi 'scavenger'. Dengan kata lain HDL ini 'menangkap' LDL yang ada di dalam tubuh. Artinya HDL memindahkan atau membuang kolesterol jahat dari pembuluh darah serta mengangkut kolesterol lebih sedikit dan membuang kelebihan LDL di pembuluh darah arteri, kembali ke hati untuk diproses dan dibuang.

"HDL mengandung banyak protein yang diperlukan tubuh dan melindungi jantung dari pembentukan plak," ujar Dr Linda Lison. Sebanyak 20-30 persen kolesterol dari HDL ini dialirkan ke seluruh tubuh. HDL normal bagi tubuh yakni berkisar 40 mg/dl, bahkan bila mencapai di atas 60 mg/dl dipercaya dapat melindungi Anda dari serangan jantung.

Mitos vs Fakta Seputar Kolesterol

Anda perlu tahu fakta dan mitos yang muncul selama ini tentang kolesterol akibat alah informasi.

1. Mitos: Hindari daging, jerohan, santan, keju, kolesterol pasti normal. Fakta: Belum tentu, 80 persen kolesterol darah dihasilkan tubuh. Bila metabolisme tubuh sudah buruk, dibutuhkan obat pengendali kolesterol.

2. Mitos: Kadar kolesterol tinggi tidak berbahaya, karena tidak bergejala Fakta: Kolesterol tinggi berbahaya karena bisa mengubah dinding pembuluh darah, memicu PJK dan penyebab kematian (serangan jantung).

3. Mitos: Kolesterol tinggi hanya terjadi pada orang tua saja karena metabolismenya menurun. Fakta: Tidak benar. Pembentukan plak pada dinding pembuluh darah juga dijumpai pada usia anak-anak, dan meningkat seiring bertambahnya usia.

4. Mitos: Dengan berolahraga, diet, dan kondisi bugar, berarti kadar kolesterol pasti membaik. Fakta : Tidak benar, karena berat badan, kebiasaan merokok, riwayat kesehatan keluarga, usia dan jenis kelamin juga berpengaruh.

5. Mitos: Daging kambing mengandung lemak yang banyak dibanding daging sapi. Fakta: Daging sapi lebih banyak lemak jenuhnya ketimbang daging kambing. Data dari Proceedings Nutrition Society of Australia, kandungan kolesterol daging kambing berkisar 5-39 mg/100 g, daging sapi 42-78 mg/100 g dan daging babi 66-98 mg/100 g.

6. Mitos: Saat dokter belum vonis apapun, Anda tidak perlu risau. Fakta: Salah. Periksa kolesterol sesering mungkin untuk memastikan kadar kolesterol LDL (jahat), kolesterol HDL (baik), dan trigliserida.

7. Mitos: Orang gemuk punya kadar kolesterol lebih tinggi dari orang kurus Fakta: Belum tentu. Kadar kolesterol dipengaruhi berbagai faktor, jenis makanan, kecepatan tubuh memproduksi dan membuang LDL, tingkat kesehatan serta kebiasaan makan. (Fitness/miw)

Source: Fitness Magazine, Edisi September 2011, Halaman 77

Provided by:

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

No comments :

KOTAK PENCARIAN:

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:

=====
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...