Minyak Kelapa vs Minyak Zaitun

KapanLagi.com: Woman
KapanLagi.com: Woman
Minyak Kelapa vs Minyak Zaitun
Oct 22nd 2011, 08:05

KapanLagi.com - Artikel sebelumnya: Minyak dan Lemak, Sumber Kolesterol?

Dengan kandungan lemak jenuh di dalamnya, mungkinkah minyak kelapa bisa menyehatkan? Jawabannya: relatif. "Ada bukti kuat yang menyatakan bahwa asam lemak jenuh menjadi pilihan paling sehat di antara minyak. Karena, keduanya jadi alternatif baik ketimbang lemak trans di iklan-iklan makanan," ucap Katz. Namun, menurut Kenney, sungguh naif jika kita percaya begitu saja bahwa minyak kelapa itu aman dikonsumsi. "Minyak kelapa memiliki 3 komponen asam lemak jenuh yang terbukti meningkatkan LDL-C dan menyebabkan aterosklerosis."

Sementara Bowden lebih optimis. "Minyak kelapa 100% organik dan extra virgin adalah superfood. Reputasinya menjadi buruk karena 2 hal: tinggi kandungan lemak jenuh dan minyak kelapa yang dijual pada awal 70-an adalah produk inferior, dan mengandung lemak trans yang jelas-jelas buruk bagi kesehatan."

"Lemak di minyak kelapa sebagian besar adalah lauric acid, lemak sehat yang memiliki fungsi antivirus dan antimicrobial sehingga bisa membantu sistem kekebalan tubuh. Minyak kelapa juga mengandung asam lemak caprylic acid, dan dikenal sebagai si antikuman," ucap Bowden.

Intinya: Minyak kelapa tak seburuk orang pikir. Tapi masih banyak para ahli yang tetap berpendirian bahwa minyak jenis ini bisa meningkatkan kolesterol jahat dan menyebabkan penyakit jantung. Dan, seperti jenis minyak lainnya, minyak kelapa tinggi kalori. Satu sendok makan minyak kelapa memiliki 120 kalori.

Benarkah Kita Tak Boleh Memanaskan Minyak Zaitun (Olive Oil)?

Menurut Katz, "Minyak-minyak tak jenuh tidak bisa terkena panas. Jika dipanaskan, lemak trans bisa terbentuk. Ini adalah dasar yang membuat minyak-minyak tak jenuh seperti olive oil tidak aman jika dimasak." Namun klaim tersebut tak terbukti. "Minyak menjadi rusak kebanyakan pada keadaan berasap, yaitu kondisi minyak yang terlihat menimbulkan asap. Temperatur minyak yang tinggi ini biasanya terjadi pada kondisi menggoreng dengan merendam (deep fry). Namun, ini jarang terjadi pada proses memasak di rumah, kan?"

Intinya: minyak ini aman, asal jangan menggoreng dengan teknik deep fry. (fitness/wsw)

Source: Fitness Magazine, Edisi September 2011, Halaman 81

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

No comments :

KOTAK PENCARIAN:

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:

=====
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...