'Kucing Rasa Roti', Gaya Baru Fotografi  

Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
'Kucing Rasa Roti', Gaya Baru Fotografi  
Feb 3rd 2012, 10:03

Jum'at, 03 Februari 2012 | 14:37 WIB

TEMPO.CO, London - Untuk Anda penyuka fotografi, apakah sudah bosan dengan gaya planking (tengkurap dengan bentuk seperti papan dengan tangan di samping dan kepala menghadap ke ubin), owling (berpose di atas papan, meja, atau bangku dengan gaya jongkok seperti burung hantu), atau tebowing (posisi berlutut, satu kaki ditekuk dengan tangan bertumpu pada satu kaki dan dikepalkan ke arah jidat seperti orang doa)?

Kalau jawabannya iya, maka Anda harus mencoba satu gaya fotografi baru ini, terutama untuk pencinta kucing. Nama gaya satu ini adalah Breading Cats yang artinya memadupadankan roti dengan kucing.

Loh, bagaimana bisa? Mudah, Anda hanya perlu melingkarkan roti tawar ke kepala si kucing. Gaya baru fotografi ini awalnya dicetuskan Stephen Colbert dalam acara bincang-bincang Comedy Central. Di luar dugaan, kucing rasa roti itu menarik perhatian banyak orang, bahkan menyebar seperti virus di Internet. Pada laman Facebook sendiri, Breading Cat telah memiliki 15.300 anggota.

Kalau tertarik dengan Breading Cat ini, Anda cukup menyediakan selembar roti tawar dan kucing yang bersedia difoto. Kalau sudah mendapatkan keduanya, Anda tinggal membuat lubang di tengah roti yang sesuai ukuran kepala 'si puss'. Sebaiknya lubang roti tidak hanya pas di kepala hewan mamalia itu, tapi juga bisa melingkar di telinganya.

"Setelah si kucing memakai topi roti, potretlah sebuah foto dan kirim ke laman Breading Cat di Facebook atau Flickr," tulis Gawker.com.

Meski Breading Cat memiliki banyak penggemar, sejumlah pengamat menganggap gaya fotografi satu ini kejam karena mengeksploitasi si kucing. Jauh sebelumnya, di Jepang telah tenar gaya fotografi yang menggunakan kelinci dengan makanan di atas kepalanya. Si kelinci akan berpose dalam situs Oolong. Tapi, pada 2001, laman tersebut ditutup oleh Suberpunk, situs yang berisi hal aneh dalam kebudayaan Jepang.

Para pengamat memang mengajukan protes, tapi hal itu tidak mengubah kesukaan banyak orang untuk menghias kucing mereka dengan roti di atas kepala atau melingkar di mukanya. Bahkan mereka menamai dirinya dengan sebutan Breaders.

DAILYMAIL | GAWKER | DIGITAL JOURNAL | CORNILA DESYANA

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

No comments:

KOTAK PENCARIAN:

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:

=====
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...